
Fan Shuli tersentak mendengar nama itu di sebut. Dia langsung tubduk dan mengangkat kakinya pergi.
.
.
.
Tidak lama kemudian, seorang pria berambut cokelat diikat ponytali paras pinggang, bermata biru dan memakai topeng masuk. Dia langsung melutut dengan satu kaki sambil menundukkan kepalanya.
"Chyou, ini adalah ahli paling kuat di sekte Ling. Dia bahkan lebih kuat dari Tang Jianyin kerana dia pria. Nama dia Ru Xuan."
Ling Chyou membulat matanya mendengar dia lebih kuat dari Tang Jianyin. Namun dia mengangguk puas setelah mendengar itu.
"Ru Xuan, aku menugaskan mu untuk menjaga anak sulung ku dengan baik. Jangan sampai dia terluka lagi."
"Baik."
Ru Xuan tampa protes apapon, langsung menerima tugasan itu.
"Aku berada dalam penjagaan mu mulai sekarang."
Ling Chyou tersenyum manis pada Ru Xuan. Namun Ru Xuan hanya mengabaikannya.
'Apa bisa di andalkan ni orang?'
Ling Chyou mula ragu. Namun membiarkan saja. Jika sesuatu terjadi, dia hanya perlu melapor pada ayahnya.
Juga kamu tidak bisa punya hubungan khusus dengan tuan mu saat menjadi pengawal bayangan. Sungguh aturan yang aneh.
Masa berteman saja tidak bisa?
"Ru Xuan adalah orang yang memiliki hutang budi pada keluarga Ling. Jika aku tidak menyelamatkan nya, dia akan mati. Jadi nyawanya berada di keluarga Ling sekarang."
Ling Huo mengatakan itu dan Ling Chyou mengangguk paham. Dia berpamitan dengan ayahnya dan pengawal bayangannya mengikuti dirinya kembali tampa di lihat siapa pon.
Tiba di pasar, dia pergi ke rumah tabib Cheng Jun untuk melihat Sheng Min.
Dia masuk dan melihat mereka berdua sibuk merawat pasien yang terluka.
Ling Chyou duduk di kursi kosong sambil melihat mereka merawat pasien. Cheng Jun yang melihat kehadirannya melambai padanya untuk menyambut nya.
Ling Chyou tersenyum dan membalas lambaian tangan Cheng Jun.
Ling Chyou duduk di sana seketika dan membantu merawat pasien dan akhirnya pergi ke kediaman Zu Ning.
.
.
.
.
.
"Ok, bagaimana dengan latihan kalian?"
Zu Ning bertanya pada mereka berdua. Xia Zu mengangguk seperti dia senang dengan pelatihannya sedang Ling Chyou sedikit ragu.
"Apa yang kamu lakukan 2 hari ini? Apa kamu tidak bersenang senang seperti yang aku bilang?"
Zu Ning merasa sedikit gelisah.
"Aku mencoba..... Tapi aku malah di dorong ke sungai Tongfu, hampir di makan serigala merah dan akhirnya mendapat pengawal bayangan dari ayah ku."
Zu Ning yang mendengar itu, memegang pundak Ling Chyou dengan ringan.
"Bersemangatlah."
"Iya, semangat."
Zu Ning dan Xia Zu sama sama menatapnya dengan tatapan kasihan.
.
.
.
Ling Chyou berjalan pulang ke asrama bersama Xia Zu. Satu panah melayang ke arahnya. Tepat sebelum mengenai pundaknya dari belakang, Ru Xuan menangkap panah itu.
Itu panah biasa tampa racun atau tanda tanda yang itu datang dari keluarga Liu.
"Saya akan mengejar nya."
Ru Xuan langsung menghilang sebelum Ling Chyou bahkan bisa mengatakan apa pon.
"Ling Chyou, pengawal bayangan mu itu bagus. Kamu selalu terluka belakangan ini. Itu yang terbaik."
Xia Zu yang jarang bersemangat, bersemangat melihat pengawal bayangan Ling Chyou.
"Iya. Aku tidak perlu khawatir tentang keselamatan ku lagi. Aku bisa menurunkan 80% penjagaan ku sekarang."
Ling Chyou mengangguk setuju dan melihat pohon yang bergoyang seperti khawatir akan dirinya. Dia memegang pohon itu.
"Aku baik baik saja. Tenanglah."
__ADS_1
"Kamu berbicara dengan pohon? Aku tahu kamu berelimen tumbuhan, tapi berbicara......"
Xia Zu menatap Ling Chyou dengan tatapan aneh.
Namun menjadi lebih aneh saat melihat pohon itu menjadi diam dan bergerak mengikuti angin.
"Bukan ke guru Zu mengatakan ada banyak teknik latihan? Aku punya teknik berbicara dengan pohon. Yah, walau tidak berguna."
Xia Zu membuat wajah jengkel. Namun mengingat dia juga berlatih dengan cara tidur walau tidak berguna, mengangguk paham. Bahkan Zu Ning berlatih dengan membaca gerak ikan di danau. Tapi itu membantunya dalam kepekaan terhadap mereka yang bersembunyi.
Mereka kembali ke asrama dengan tenang.
.
.
.
Setiba di asrama, mereka bertemu dengan ikan asin yang terbaring di tanah.
"Kalian masih hidup, kan?"
Ling Chyou bertanya sambil menepuk wajah Wang Xuemin yang paling dekat dengan nya.
"Apa kalian tidak berlatih? Jika tidak, pantas saja kalian tidak menjadi ikan asin."
Yong Zuthing mengatakan itu dengan nada kesal.
"Hei, aku berlatih dengan cara tidur! Guru Zu juga memuji ku!"
Xia Zu membantah itu.
"Aku hampir mati 2 kali, tidak, 3 kali jika di masukkan dalam perjalanan ke sini. Apa kamu bisa mengatakan aku tidak berlatih? Jika aku bermeditasi, aku akan langsung menuju akhirat kamu tahu."
Tidak ada yang bisa membantah Ling Chyou. Dia selalu terluka kerana panah dan semalam Zhang Quon memberitahu mereka yang Ling Chyou di dorong ke sungai Tongfu.
"Aku akan masak sesuatu untuk kalian. Bangun dan bersihkan tubuh kalian."
Mendengar itu, mereka semua dengan cepat bergegas bangun dan mandi.
Sebelum memasak, dia harus membereskan kekacauan di dapur itu. Semuanya kerana dia masuk ke sungai Tongfu.
Setelah selesai, dia memasak nasi goreng aja. Itu mudah dan cepat. Namun pada akhirnya, itu menjadi nasi goreng omelet.
Ling Chyou melepas apron yang ia kenakan dan meletakkan nasi goreng omelet itu di meja.
Ada 5 kotak yang isinya sama.
"Ru Xuan."
Ru Xuan langsung muncul di hadapannya.
"Kaget aku. Ini, berikan pada adikku, Zhang Quon dan Tong Ma. Juga kerana aku buat lebih, berikan ini pada ayah ku dan yang satu lagi punya mu."
Ru Xuan mengambil itu dan langsung pergi.
Dia tidak bertanya walau matanya memancarkan anergi aneh di matanya.
Yaiyalah aneh. Dia pengawal bayangan masa di suruh hantar barang? Kalo barangnya kayak surat rahasia penting gitu ya... gapapa. Ini hantar kotak makanan? Gila apa ya, tuannya yang 1 ini?
Namun kerana dia di selamatkan keluarga Ling, dia tidak punya hak bertanya.
Di kediaman Tang Jianyin.
Sebagai seorang penjaga bayangan, mana mau dia dia menandatangani surat izin masuk.
Dia menyelinap dengan andal dan akhirnya melihat Ling Chen dan Zhang Quon yang sedang berlatih.
"Siapa di sana!?"
Tang Jianyin yang memiliki tingkat yang sama dengan Ru Xuan bisa merasakan kehadirannya.
Ru Xuan memunculkan diri dan tunduk hormat.
"Saya pengawal bayangan Ling Chyou. Saya di arahkan menghantar kotak makanan ini pada adiknya dan Zhang Quon."
Ru Xuan memberikan kotak makanan yang selalu di gunakan Ling Chyou. Itu kotak yang paling ia sukai. Corak bunga di kotak itu sangat ia gemari.
"Mengapa kakak ku mendapatkan pengawal bayangan?"
Ling Chen pasti curiga. Ling Chyou tidak mungkin menerima dengan mudah hal seperti itu.
"Saya mendengar tuan menugaskan saya kerana dia sudah terluka sangat banyak dan kejadian di sungai Tongfu sangat memukulnya. Dan tadi baru saja dia di panah. Saya bisa memberikan panah itu sebagai bukti. Pelakunya tidak dapat di kejar dan menghilang dalam kerumunan."
Jika itu perintah ayahnya, itu mungkin. Tapi tidak mungkin Ling Chyou akan percaya pengawal bayangan nya semudah itu.
Ling Chen mengerutkan alisnya dan mengambil kotak makanan itu. Ada surat di dalamnya.
[Ling Chen, kakak sudah memikirkannya setelah berakhir di sungai Tongfu. Kakak lemah dan kakak perlukan perlindungan. Jadi kakak perlukan pengawal bayangan lebih dari siapa pon. Jadi ramah dengannya. Kakak tidak mahu mati muda kamu tahu. Jadi, kakak harap kamu bisa jadi pelindung ku juga di masa depan.]
Ling Chen tersenyum membaca itu.
"Dia memang jenius. Dia bisa tahu apa yang aku pikirkan dalam hitungan detik."
Ling Chen menyimpan surat itu ke cincin ruangnya dan tunduk pada Ru Xuan.
"Tolong jaga kakak ku dengan baik."
__ADS_1
Ru Xuan bisa melihat ketulusan Ling Chen dalam mengatakan itu.
"Bisa aku minta panah itu?"
Zhang Quon bertanya dan Ling Chen mengangguk pada Ru Xuan. Ru Xuan mengeluarkan panah yang ia tangkap tadi.
Zhang Quon melihatnya dan mengeluarkan panah yang pernah ia tangkap.
Dan itu sama persis.
"Sepertinya ini adalah orang yang sama waktu itu."
Ling Chen mengangguk pada pernyataan itu. Dia juga sudah menduganya. Pengawal bayangan itu pasti tahu jika itu adalah panah dari keluarga Liu.
"Jaga dia dengan benar. Dia sudah mengenai mungkin hampir seratus panah hingga saat ini. Kejadian di sungai Tongfu hari itu juga bukan hal kecil."
Zhang Quon menggenggam erat panah itu.
Zhang Quon memberikan semula panah itu pada Ru Xuan dan Ru Xuan langsung pergi.
.
.
.
Di kamar Tong Ma.
"Uwah!!!! Dia tidak melupakan ku kali ini! Kamu pengawal bayangan nya? Jaga dia dengan baik! Jaga dia hingga titisan darah mu yang terakhir, ok!? Ouh, Ling Chyou ku yang malang! Terima kasih banyak!"
Melihat Tong Ma yang menggila hanya kerana kotak makanan, Ru Xuan langsung kabur dari sana.
.
.
.
Di kediaman keluarga Ling.
"Ouh, sudah lama aku tidak mendapatkan nya. Terima kasih sudah menghantarkannya. Masakannya sangat enak. Kamu harus makan dengan lahap."
Mendengar bahkan Ling Huo menerima makanan itu dengan hati terbuka, dia pasti makanan yang di masak Ling Chyou enak.
.
.
.
Dia duduk di atas pohon dan mula makan makanan yang di berikan Ling Chyou. Matanya langsung berbinar memakan 1 suapan itu.
"Pantas saja semua orang tergila gila pada makanannya. Dia bisa kaya hanya dengan menjual ini."
Tapi saat teringat keluarga Ling adalah yang terkaya setelah walikota dan asosiasi, dia merinding.
Juga asosiasi berkerja sama dengan keluarga Ling sekarang kerana Ling Chyou yang mendapatkan lisensi alkimia.
Dia seorang yang jenius menemukan pil merak merah dan salju petir. Juga obat naga hijau yang menjungkir balik kota itu.
Semua uang itu di masukkan ke kartu keluarga Ling milik Ling Chyou. Tidak satu pon dari hasil jualan itu masuk ke keluarga Ling.
Jika di kira semua keuntungan yang di terima asosiasi dan mereka memberikan 50% dari hasil jualan ke keluarga Ling namun malah di berikan semula ke Ling Chyou, itu sudah mencapai kekayaan seisi kota ini kerana tidak pernah di gunakan.
Ling Chyou juga bukan tipe yang menghabiskan uang secara boros jadi dia mungkin tidak pernah tahu berapa banyak uang yang ada di dalam kartu keluarga nya.
.
.
.
"Psst..... Sttt...."
Bunyi orang berbisik mencapai kuping Ru Xuan yang baru saja selesai makan.
Dia menyembunyikan kehadirannya dan melihat seragam assasin keluarga Liu.
'Mereka memang tidak pernah menyesal, ya?'
Ru Xuan mula mengalirkan anergi dalam ke seluruh tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......................
__ADS_1