I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 20


__ADS_3

Keringat mengalir dari tubuh Ling Chyou.


"I, ini....."


"Tidak ada alasan. Siapa yang melakukan ini?"


Ling Chyou langsung terdiam. Dia menunduk dan berpikir sejenak.


"Aku tidak tahu. Ini selalu terjadi waktu malam di mana aku tidak bisa melihat dengan baik. Itu hanya panah. Tidak ada yang bisa aku perhatikan dari panah itu. Aku beruntung panah itu tidak mengenai bagian vital ku."


Semua orang merasa itu penjelasan yang munasabah. Ling Chyou tidak bisa bela diri. Jadi, sangat sukar baginya melihat di kegelapan malam.


"Di mana panah itu berada?"


Zhang Quon bertanya.


"Aku melenyapkannya kerana tidak mahu menyusahkan siapa pon. Juga, Ling Chen, bisakah kamu sedikit menjauh. Juga baju ku sedikit...."


Ling Chen tidak sadar dia masih memegang baju Ling Chyou dan wajah mereka sangat dekat.


"Ah.... Maaf. Akan ku ambil pakaian mu."


Ling Chyou membiarkan saja kerana sudah terbongkar.


Ling Chen membuka lemari dan melihat lebih dari 10 pakaian yang robek dan penuh bercak darah.


Dia mengeluarkan pakaian yang bercak darah dan menghitungnya.


"Ling Chen, apa yang kamu lakukan?"


Semua sudah sangat dingin melihat betapa banyak pakaian yang bercak darah. Ling Chyou hanya bingung di situ.


"26 pakaian dan 50 robek sayatan panah. Kakak, apa kamu tahu, kamu bisa mati kekurangan darah dengan semua 50 tusukan itu."


Leher Ling Chyou menjadi dingin mendengar itu.


"Bisakah kamu memberi ku pakaian sebelum menginterogasi ku?"


Ling Chen mengambil sehelai baju dan memberikannya pada Ling Chyou.


"Siapa Yang melakukan ini. Aku tidak percaya kakak ku yang jenius tidak akan tahu itu."


Ling Chen duduk di samping Ling Chyou dan siap memeluknya jika dia tidak ingin memberitahu apa apa.


Ling Chyou melihat cara yang selalu di gunakan kakaknya untuk menginterogasi dirinya di dunia sebelumnya segera membuka mulut.


"Itu keluarga Liu. Mereka mempekerjakan orang yang ayah usir dari sekte untuk membunuh ku. Mereka menggunakan seragam yang sama setiap malam. Juga panah mereka memiliki racun pelumpuh. Namun itu tidak berguna kerana aku memiliki semua penawar racun. Yang hari ini aku tidak tahu dia berasal dari mana. Tapi yang aku pasti, dia seseorang yang menyukai Zhang Quon. Kerana Zhang Quon memiliki banyak peminat dan dia lebih perhatian pada aku, jadi itu deh. Sudah menjauh dari ku."


Ling Chen mengedipkan matanya beberapa kali. Dia tidak menyangka itu akan berhasil. Kakaknya sangat tidak suka di peluk pria, ya.


"Kakak, sebenci itu kah kamu dengan di peluk pria?"


Ling Chen berpikir kakaknya menyukai pria. Namun dia dengan cepat buka mulut, dia merasa dia mungkin salah.


"Tentu saja. Aku tidak masalah di peluk pria ramai seperti tadi, tapi jika memeluk berdua itu sedikit..... Yah, pokoknya aku membencinya."


Wajah Ling Chyou memerah sedikit dan Ling Chen tersenyum kerana tebakan nya tidak salah. Di peluk berdua itu membuat sensasi lebih intim. Kakaknya pasti tidak ingin melakukannya dengan seseorang yang dia tidak suka. Namun dia baik baik saja dengan wanita kerana dia tidak punya nafsu dengannya.


"Keluarga Liu berengsek itu! Mari kita hancurkan sekte Liu!"


Tong Ma berteriak marah.


Ling Chyou menggelengkan kepalanya melihat itu.

__ADS_1


"Sudahlah, kalian pulang ke sekolah kalian. Aku akan pergi berlatih. Aku ingin menjadi tingkat langit secepatnya. Aku ingin tahu elimen aku!"


Semua mengangguk dan meninggalkannya. Ling Chyou sangat bersemangat untuk tahu elimen apa yang dia terima.


.


.


.


.


.


Namun apakan daya, dia tidak punya kemampuan untuk bela diri. Dia sangat sukar konsentrasi pada merindiannya.


Ada aja yang ingin dia pikirkan. Kejap ke makanan lah, kejap ke dekorasi asrama, kejap bahkan dia tidak tahu apa yang dia pikir.


"Ah! Konsentrasi sangat sulit! Ini hanya konsentrasi! Aku bahkan tidak bisa mengosongkan pikiran ku! Ah, menyebalkan!"


Dia sangat kesal hingga menendang tempat tidurnya.


"Mengingat formula matematika tahap 2 lebih mudah dari ini! Bagaimana mereka bisa mengosongkan pikiran mereka!?"


Ling Chyou benar benar kesal dan melangkah keluar dari asrama. Hari itu adalah hari cuti. Semua orang keluar untuk melatih diri. Yang ada di sana mungkin hanya Xia Zu yang tidur sepanjang hari di asrama.


Dengan perasaan kesal, dia berjalan menuju ke pasar. Beli manisan untuk meredakan kekesalannya. Dia tidak bisa konsentrasi untuk 1 jam dan membuang buang waktu saja.


Jika dia melakukan 1 jam itu untuk belajar, dia sudah bisa mengingat lebih dari 10 buku. Dia benar benar kesal.


Dan di jalan, dia bertemu Cheng Jun dan Sheng Min.


"Yo, bagaimana kondisi mu hari ini."


"Kesal."


"Apa yang terjadi?"


"Aku tidak bisa berkonsentrasi dalam 1 jam. Aku benar benar membuang waktu ku saja."


Cheng Jun ternganga.


"Hei, butuh 2 hingga 3 jam untuk sekali konsentrasi kamu tahu."


Ling Chyou pula ternganga tidak percaya.


"Apa? Aku bisa mengingat 10 buku atau lebih dalam 1 jam. Hanya ingin mengosongkan pikiran perlu waktu sebanyak itu?"


'10 buku atau lebih? Tidak heran kamu di gelar jenius.'


Keduanya ternganga tidak percaya. Sheng Min yang sudah pernah melihat kejeniusan Ling Chyou selama 3 hari dan bisa pingsan jika mengingat lagi, hanya melangkah mundur.


"Apapon, melatih diri harus punya kesabaran. Itu sama seperti kamu menunggu salju yang akan mencair."


"Aku lebih memilih menyalakan api dan mencairkan salju dengan lebih cepat dari menunggu itu mencair secara normal."


Cheng Jun jadi tidak tahu mahu berkata apa.


"Jika begitu, bagaimana kamu berlatih sambil melakukan sesuatu. Seperti mengayunkan pedang atau memukul angin. Terkadang itu berjaya."


Ling Chyou memikirkannya dan mengangguk. Cheng Jun tersenyum dan melihat Ling Chyou pergi mengeluarkan pisau pahatan.


Dia duduk bersandar di tembok rumah tabib Cheng Jun dan mengambil kayu bakar yang belum di potong.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?"


Cheng Jun bingung melihat itu.


"Aku akan berkonsentrasi sambil melakukan sesuatu. Abaikan saja aku."


Cheng Jun membiarkan saja dan masuk ke rumahnya. Beberapa orang datang dan pergi. Namun Ling Chyou tidak memerhatikan mereka sekali pon.


Sampai akhirnya pahatan di tangannya siap, dia baru sadar bahwa waktu sudah berlalu.


"Huh...... Berkonsentrasi dengan 2 hal adalah hal yang sulit."


Ling Chyou bergumam mengatakan itu.


"Tapi kamu melakukannya. Apa kamu sudah menaikkan tingkat mu?"


"Iya, tingkat tanah 5. Hanya naik satu tingkat."


Cheng Jun ternganga lagi.


'Hanya satu tingkat? Hei, setidaknya perlu beberapa bulan untuk menaikkan tingkat. Mengumpul anergi ke dalam tubuh bukan hal mudah!'


Cheng Jun hanya bisa membebel di dalam.


"Berapa anergi yang kamu kumpulkan? Kamu setidaknya perlu mengumpulkan 100 anergi untuk menaiki tingkat selanjutnya."


Ling Chyou yang berkeringat memikirkannya sejenak.


"Mungkin 30 hingga 40. Lagi pula aku sudah mengumpulkan anergi sebelum merindian ku rusak."


'Orang biasa hanya bisa mengumpulkan 10 dalam sehari. Itu pon yang paling banyak. Orang jenius setidaknya 20 hingga 30 saja. Kamu....'


Wajah iri Cheng Jun terlihat.


"Ambil ini, aku mengambil kayu bakar mu. Jadi ini milik mu."


Ling Chyou menyerahkan pahatan kayu yang sangat teliti. Itu berbentuk pot bunga mawar yang sangat indah.


"Kamu bisa menghaluskannya dengan menggosokknya hingga berkilat. Dan itu akan sempurna."


"Ini saja sudah sempurna di mata ku."


Ling Chyou menggelengkan kepalanya dan meninggalkan mereka.


Dia tidak begitu bagus dalam bela diri. Jadi dia akan melakukan ini sampai tingkat langit saja.


Seorang jenius yang tidak tahu dia jenius adalah hal yang paling teruk di dunia ini.


"Mari memasak sesuatu saat pulang."


Ling Chyou berjalan pulang dengan hati yang senang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...........................


__ADS_2