
Ling Chyou bergerak ke belakang rumah lelang dan di halang oleh pengawal rumah lelang.
"Kamu harus menunggu hingga pelelangan tamat. Kamu tidak bisa masuk sebelum waktunya."
Pengawal itu mengingatkannya untuk berperilaku baik dan menurut.
Ling Chyou yang sudah panas kerana Xiau Ming melihat pengawal itu seperti ingin memakannya.
"Apa kamu ingin mati? Menghalang ku sama saja dengan menghalang keluarga Ling. Ru Xuan."
Ru Xuan menghunus belati ke leher pengawal itu untuk menggertak.
"Aku tidak dalam mood kerana pak tua itu membuat ku membidik 1 milliar. Jadi baik kamu mengambil langkah mundur."
Pemilik rumah lelang itu keluar dan menarik pengawal itu menjauh dengan kasar dan menundukkan kepalanya minta maaf.
"Maaf tuan muda Ling Chyou. Dia seorang pekerja keras. Silakan masuk. Paman yang memberikan pohon itu sedang kaget besar kerana pohon itu mendapat bidikan hingga 1 milliar."
Ling Chyou menghela nafas marah dan Ru Xuan menyimpan kembali belatinya.
Dia tidak mengeluarkan anergi dalam kerana tahu yang tuannya tidak serius menyuruhnya untuk membunuh. Dia hanya kesal dan pasti hanya menyuruhnya menggertak.
Dia di benarkan masuk dan melihat paman yang berkeringat dingin sambil memegang anak pohon itu.
"Ha, hai tuan. Terima kasih sudah membidik pohon ini. Padahal aku berpikir hanya akan menerima 500 ribu saja."
Dengan canggung, paman itu berbicara. Dia dengan gelisah menyerahkan pot pohon Yongdu itu pada Ling Chyou.
Ling Chyou ingin mengambilnya namun di hentikan Ru Xuan.
"Tuan, apa kamu pikir kamu cukup kuat untuk mengangkat itu?"
Ling Chyou berpikir sejenak dan menarik kembali tangannya dan Ru Xuan yang menggantikannya untuk mengambil pohon itu.
Pohon itu terlihat seperti pohon bonsai dan buahnya seperti cerry. Namun itu membutuhkan 5 tahun lagi secara normal untuk berbuah. Itulah yang membuat orang tidak berminat untuk membelinya.
"Kamu beruntung kerana aku datang hari ini. Aku berelimen tumbuhan dan aku sangat tertarik dengan pohon yang langka ini."
Ling Chyou mengatakan itu dengan senyum ramah sebelum menyentuh pohon itu dengan penuh rasa ingin tahu.
Pohon itu bergoyang seperti di tiup angin pada sentuhan Ling Chyou.
"Wuoh!!!"
Suara keramaian datang dari tempat pelelangan.
"Sepertinya barang utamanya sudah keluar."
Ru Xuan mengatakan itu dan Ling Chyou mengangguk tidak peduli.
Barang yang dia lelang kali ini adalah buku teknik Jiengling. Teknik yang bisa membuat seseorang menjadi sangat kuat di tingkat Zhang Quon untuk sekali. Namun mereka hanya bisa menggunakannya sekali dalam 3 bulan. Jika tidak, merindian mereka akan rusak atau bahkan mati.
Teknik yang bahaya itu pastilah jatuh ke tangan Xiau Ming yang mewakili walikota. Itu berakhir dengan 3 milliar. Dan 1 milliar milik Ling Chyou. Ling Chyou tidak hilang apapon untuk pelangan kali ini.
Di taman belakang asrama. Ru Xuan membantu Ling Chyou menanam pohon itu di tanah.
Ru Xuan meminta izin untuk pergi dan membiarkan Ling Chyou masa sendirian.
Ru Xuan hanya memerhatikan Ling Chyou dari jauh.
Ling Chyou menyalurkan anergi dalamnya ke pohon Yongdu itu dan pohon itu bergetar dan semakin membesar.
Ling Chyou kehabisan anergi dalamnya dan melihat pohon itu sudah cukup besar untuk memiliki buah.
"Ku mohon, jaga aku mulai sekarang. Buah mu pasti sangat enak."
Pohon itu bergoyang seperti senang dengan perkataan Ling Chyou.
"Aku tidak sabar untuk merasakan buah mu. Aku akan mengambil air untuk menyiram mu."
__ADS_1
Ling Chyou pergi untuk mendapatkan air dan pohon itu kembali seperti pohon pada umumnya. Hanya bergoyang saat di tiup angin.
.
.
.
Tidak lama, Ling Chyou kembali dan membawa beberapa ember air dengan bantuan Ru Xuan. Dia hanya mengangkat 2 ember sedang Ru Xuan membawa 5 ember.
2 di tangan kanan dan kirinya dan 1 di atas kepalanya.
"Kamu benar benar kuat. Aku yang sudah tingkat langit saja tidak bisa mengangkat hal terlalu berat."
'Tuan, mengapa kamu tidak memasukkan saja air ke cincin ruang mu?'
Ru Xuan pikir Ling Chyou lupa yang cincin ruang juga bisa memasukkan ember dan air di dalamnya.
'Apa dia takut bukunya basah?'
Namun cincin ruang bukan seperti sebuah tempat di mana barang akan berbenturan bersama. Cincin ruang lebih kepada sebuah ruang tampa memiliki aliran masa di sana. Itulah mengapa makanan panas bisa kekal panas di dalamnya.
Waktu akan berhenti dan air di ember itu pasti tidak akan keluar dari ember atau membasahi buku.
Mereka tiba di pohon Yongdu itu dan Ling Chyou tersenyum cerah. Dia menyiram 2 ember miliknya dan Ru Xuan menyiram miliknya.
"Aku hanya bisa membawa 2 ember bersama ku. Lain kali akan ku gunakan cincin ruang. Hargai kerja keras ku ini."
Ling Chyou mengatakan itu sambil menepuk pohon itu. Baru Ru Xuan paham apa yang di lakukan tuannya. Ling Chyou mencoba bersikap tulus dalam merawat pohon itu.
Dia dengar dari Ling Huo bahwa Ling Chyou adalah seseorang yang diakui oleh alam sebagai tuan mereka. Ling Chyou pasti sedang mencoba memberi penilaian yang baik dirinya pada pohon yang ia jaga.
Pohon itu bergoyang dengan perlahan seperti dia sedih.
"Ada apa dengan mu? Apa masih belum cukup airnya? Ah, benar, pastilah tidak cukup. Pohon ini sudah menjadi 3 meter tingginya."
Ling Chyou bergumam pada dirinya sendiri dan pohon itu bergoyang sedikit keras seperti Ling Chyou salah.
Ling Chyou menggaru belakang kepalanya bingung dengan reaksi pohon itu.
"Tuan, tangan mu."
Ru Xuan mengatakan itu dan Ling Chyou melihat tangannya yang terluka kerana berat ember yang ia bawa.
Pohon itu bergoyang keras seperti Ru Xuan benar.
"Kamu sedih kerana aku terluka? Kamu sangat lucu. Baik, aku akan lebih berhati hati setelah ini. Aku akan gunakan cincin ruang saja ya."
Ling Chyou mengelus batang pohon itu dengan lembut dan tersenyum cerah.
Pohon itu bergoyang dengan santai seperti sangat senang.
Yun Kaibo dan Wang Xuemin yang baru pulang dari pelatihan mereka melihat pohon itu mendekati Ling Chyou.
"Pohon apa ini?"
Wang Xuemin bertanya dan Yun Kaibo mengangguk.
"Ini pohon Yongdu yang aku beli dengan harga 1 milliar."
Ke 2 orang itu kaget setengah mati.
"Ka, kamu menghabiskan 1 milliar hanya untuk pohon Yongdu!? Itu bisa di dapatkan dengan 500 ribu saja!"
Wajah Ling Chyou sedikit kesal setelah mendengar itu.
"Aku juga menargetkan itu. Tapi tetua Xiau membuat ku menghabiskan 1 milliar kerana ingin mengerjai ku."
Ling Chyou mengerutkan alisnya dan bibirnya mancung mengingat itu. Pak tua itu benar benar akan membuatnya bangkrut jika berterusan.
__ADS_1
"Apa kamu ada senarai untuk barang pelelangan esok? Aku tertanya jika ada yang aku inginkan seperti pohon Yongdu ini."
Ru Xuan tunduk hormat dan pergi untuk mendapatkan senarai barang pelelangan.
Esok dia akan pergi dengan Ling Chen dan Zhang Quon. Dia mengajak Ling Chen dan Zhang Quon ingin mengikutinya. Mana bisa dia menolak wajah itu.
.
.
.
Tak lama, Ru Xuan kembali dengan senarai barang pelelangan.
Satu benda menarik perhatian Ling Chyou. Itu adalah benih misterius yang memancarkan berbagai anergi elimen. Setiap satu biji di lelang dengan harga yang berbeda.
"Katakan pada Xiau Ming untuk tidak mengganggu ku untuk barang ini. Atau tidak, sekalian beli semua benihnya untuk ku. Aku harus membelikan apa yang Ling Chen dan Zhang Quon inginkan esok. Aku tidak punya waktu bermain bidikan harga dengannya."
Ru Xuan mengangguk dan keluar lagi.
.
.
.
Di kediaman Xiau Ming.
"Muncul kan diri mu. Aku tahu kamu ke sini. Apa Ling Chyou marah menghabiskan 1 milliar nya?"
Xiau Ming mengatakan itu dan Ru Xuan menampilkan dirinya.
Dia menggelengkan kepalanya pada pernyataan Xiau Ming.
"Tuan kesal namun tidak mempermasalahkan itu. Tuan hanya bilang jangan mengganggunya membidik benih misterius yang akan di lelang besok. Tuan akan pergi dengan tuan muda Ling Chen dan temannya Zhang Quon. Jadi, jika tetua membidiknya kerana tuan, baik tetua membidik semua benih itu dan hadiah kan itu padanya."
Ru Xuan benar benar mengulangi apa yang Ling Chyou katakan dengan cara yang lebih halus.
"Dia terdengar kesal. Katakan padanya untuk membidik sekali dan aku akan membeli semuanya untuknya."
Ru Xuan membuka dan menutup mulutnya beberapa kali dan tunduk langsung pergi tidak tahu ingin mengatakan apa.
Dia kembali lagi dengan pesan Ling Chyou.
"Tetua, maaf ini sedikit kasar. Tapi ini balasan tuan dan saya tidak bisa menghaluskan nya."
Ru Xuan mengatakan itu dulu dan menyambung dengan nada yang sama di berikan Ling Chyou.
"Banjingan kau pak tua! Aku ingin menunjuk pada adikku bahwa aku kaya! Apa kamu tidak sadar aku menyindir mu!? Aku hanya menginginkan benih itu! Yang lain tidak perlu! Aku ingin menunjukkan kekayaan ku! Aku tahu kamu kaya! Biarkan aku menunjuk! Kamu sialan pak tua! Ahem..."
Xiau Ming menahan diri dari tertawa mendengar balasan itu. Siapa yang berani memanggil dirinya pak tua di kota itu? Hanya Ling Chyou yang berani melakukan itu pastinya.
"Baiklah..... Menyenangkan untuk melihat anak itu kesal, bukankah begitu?"
Xiau Ming mengatakan itu dan Ru Xuan tanpa sadar mengangguk setuju. Selama seminggu, Ling Chyou seorang yang tenang dan ramah. Sangat sulit melihatnya kesal kerana hal lain selain di peluk pria atau sesuatu seperti itu.
Malam pon berlalu dengan cepat dan pagi datang esoknya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..........................