I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 31


__ADS_3

Ling Chyou menanam benih misterius itu dan pohon es di taman belakang asrama nya.


Namun dia tidak menggunakan anergi dalam untuk membesarkan mereka.


Dia sedang tidak mood untuk melakukan itu.


Dia hanya menyiramnya dan melihat pohon es yang indah itu.


'Apa perlu di siram? Ini kan pohon es.'


Ling Chyou bingung mau apain itu pohon.


"Apa kamu bisa di siram? Bagaimana dengan baja? Aku tidak tahu cara merawat pohon ini."


Ling Chyou bergumam sambil menggaru kepalanya bingung. Temannya Yong Zuthing dan Zhang Jianwu datang melihat Ling Chyou yang duduk menatap pohon es.


"Yo! Menung apa tu!?"


"Ah!!!"


Ling Chyou menatap mereka berdua dengan tajam sebelum menggelengkan kepalanya tidak peduli.


"Aku tidak tahu mau apain ni pohon."


Ling Chyou mengatakan itu dan Yong Zuthing tersenyum mendengar itu.


"Aku punya 1 pohon es! Itu tidak minum air atau perlu di baja. Dia makannya es!"


Yong Zuthing mengatakan itu dengan bangga.


"Juga anergi dalam elimen es bisa membantunya. Tapi elimen tumbuhan juga tidak kalah kerana pohon es juga sejenis tumbuhan."


Ling Chyou tersenyum mendengar itu dan melihat daun pohon es itu sedikit bergerak gerak. Pohon itu tidak bisa bergerak bebas kerana pohon itu adalah es yang keras.


"Terima kasih. Aku pikir kamu hanya bisa bermain. Ternyata menyukai tumbuhan juga ya. Aku pergi dulu!"


Yong Zuthing terdiam mendengar itu. Saat kelibat Ling Chyou menghilang, Zhang Jianwu menepuk punggung Yong Zuthing dengan lembut.


"Bagaimana jika dia tahu kamu memecahkan pohon es itu kerana bermain bola?"


Zhang Jianwu bertanya padanya dengan nada perli.


Yong Zuthing langsung melangkah mundur dari pohon es itu. Dari dia melihat bagaimana Ling Chyou merawat tumbuhannya, Ling Chyou sangat peduli dengan tumbuhannya seperti dia menjaga adiknya sendiri.


Jika dia merusakkan tumbuhan milik Ling Chyou, pasti dia akan marah besar.


Zhang Jianwu juga. melangkah mundur.


Dia sudah merusakkan lebih banyak tumbuhan dari Yong Zuthing. Dia lebih nakal soalnya.


.


.


.


Selesai membeli es, dia pon berjalan pulang dan di kelilingi 5 orang berpakaian serba hitam.


Ru Xuan langsung turun ke depan Ling Chyou.


"Berani kamu menggoda tunangan putri walikota! Sekarang kamu masih berani tunjuk wajah mu di sini!?"


Seorang assasin mengatakan itu dan Ru Xuan mengerutkan alisnya.


"Tuan ku menggoda Zhang Quon? Jelas tuan ku yang di goda Zhang Quon! Dia juga menolak untuk melakukan hal itu di awal!"


Wajah Ling Chyou memerah mendengar itu dari pengawal bayangan nya.


'Dia tidak salah. Tapi...... Apa perlu di ungkapkan juga?'


Ling Chyou hanya mendiamkan diri. Tidak ada yang bisa di katakan lagi pada orang yang memang sengaja mencari masalah dengannya.


'Jelas jelas Zhang Quon yang mendorong ku. She Min Ye itu pon pasti sudah tahu itu. Jadi, mengapa malah aku yang di target? Yah.... Jawabannya sudah ku tebak juga.'


Itu kerana Ling Chyou lemah di banding Zhang Quon yang memiliki kekuatan naga itu.


Ling Chyou menghela nafasnya pada situasi itu.


'Apa panggil tetua Yang saja? Aku tidak mood melakukan ini.'


Mood Ling Chyou semakin menurun. Langit mulai mendung dan pohon bergoncang dengan keras.


Ru Xuan yang perasan akan perubahan cuaca yang tidak alami itu melihat tuannya.

__ADS_1


Dia bisa melihat Ling Chyou yang benar benar kehilangan moodnya.


"Tuan! Kendalikan emosi mu!"


Mendengar Ru Xuan berteriak, Ling Chyou tersadar dari lamunannya. Dia bisa melihat cuaca yang berubah tidak alami.


'Apa ini terjadi kerana aku kehilangan mood ku? Tapi mereka yang salah menganggu ku.'


Ling Chyou yang tadi tiada mood menjadi kesal.


Krakum!


Bunyi petir menyambar menusuk kuping Ru Xuan.


"Tuan......"


Tidak ada yang bisa di lakukan Ru Xuan untuk menghibur tuannya.


"Kakak? Apa yang kamu lakukan di sini?"


Ling Chyou tersentak dan menoleh melihat Ling Chen yang masih mengenakan zirah api.


'Ouh, adiknya mungkin bisa membuat mood kakaknya stabil lagi.'


Ru Xuan dengan berharap menatap Ling Chen. Suasana ini tidak akan terjadi jika Ling Chyou tidak dalam bahaya.


Mood nya memainkan peranan jika dia dalam bahaya. Itu berdampak pada persekitaran alam.


Ling Chen menatap 5 orang berpakaian serba hitam sambil mengeluarkan senjata. Mereka semua mengenal Ling Chen. Namun mereka tidak mengenal si kakak sulung yang tidak menonjol.


Mereka sekarang perlu menerima ajal mereka.


"Apa yang berlaku di sini?"


Ling Chen dengan dingin bertanya.


"Mereka menyalahkan ku menggoda Zhang Quon. Aku tidak melakukan itu!"


Krakum!


Keringat Ru Xuan mengalir melihat petir yang seakan turun untuk menghancurkan 5 orang assasin itu.


"Kamu bilang kakak ku menggoda Zhang Quon? Kamu pasti bercanda."


Ling Chyou tersentak melihat anergi api mengelilingi Ling Chen. Dan anergi itu sangat kuat kerana zirah api yang ia kenakan. Bukan dia saja, semua yang di sana tersentak sama.


Sekarang, Ling Chyou lebih takut pada adiknya dari assasin di sana. Dia mengambil 1 langkah mundur.


"Dia mendorong tuan ke dinding dan mencium tuan. Lalu She Min Ye melihat itu."


Ling Chyou tersentak dan memerah saat Ru Xuan dengan mudah mengatakan itu pada adiknya.


Benang kesabaran Ling Chen terputus mendengar itu.


"Kamu mengatakan itu perbuatan kakak ku? Saat kakak ku bahkan sangat malu di peluk laki laki? Zhang Quon itu, dia mengambil kesempatan saat aku menjauh dari kakak ku! Dia ingin ku bakar sampai mati atau apa!?"


Ling Chyou tersentak mendengar yang Ling Chen bahkan tidak tergerak mendengar dia berciuman dengan laki laki.


"Zhang Quon mengatakan pada ku yang dia menyukai kakak ku. Kerana itu, aku menjauhkan dia dari kakak ku. Dan kamu berani mengatakan kakak ku yang menggodanya? Kalian ingin mati."


Ling Chyou tersentak kaget saat mendengar bahwa Zhang Quon memberitahu adiknya tentang perasaannya.


"Kakak, tutup mata mu. Ini akan sebentar saja."


Ling Chyou akur dan melangkah mundur dengan mata tertutup dan menutup telinganya berjongkok di hujung tempat.


Adiknya lebih baik dalam pertumpahan darah dari dirinya.


Cuaca kembali dan Ru Xuan menghela nafas lega. Namun dia merasa badai belum berakhir saat melihat anergi api yang meluap keluar dari Ling Chen yang sangat marah.


"Kalian tidak beruntung kerana berurusan dengan keluarga Ling. Aku Ling Chen sebagai penerus, memberikan hukuman atas nama keluarga Ling."


Mendengar itu, Ru Xuan mengeluarkan anergi dalamnya dan menjadikannya belati. Jika itu Ling Chyou, itu hanya menggertak. Namun untuk tuan mudanya yang menempati kursi penerus, itu bukanlah lelucon atau gertakan. Itu arahan untuk membunuh.


.


.


.


Yang di hantar ke Ling Chyou hanya 5 orang. Namun semua assasin di kerah kan ke Zhang Quon. Dia dengan santai membantai mereka.


Dia bisa merasakan anergi api yang sangat besar di suatu tempat. Dia tersenyum sambil mematahkan leher assasin yang menyerangnya seperti mematahkan leher ayam.

__ADS_1


"Sepertinya Ling Chen sudah tahu apa yang aku lakukan. Mengapa orang lemah seperti kalian bisa menjadi assasin? Mahu membunuh ku juga. Kalian benar benar mencari mati."


Dalam beberapa minit saja, Zhang Quon menghabisi semua assasin dengan mematahkan leher mereka. Dia tidak suka darah kotor mengenai dirinya.


Hujung pohon mengenai pundak Zhang Quon. Zhang Quon menatap pohon yang sepertinya menyuruhnya pergi ke tempat anergi api itu meluap.


Dia juga tidak mempermasalahkannya. Dia juga punya alimen api pada dirinya.


Dia tiba di tempat anergi api itu meluap. Dia bisa melihat Ling Chen dan pengawal bayangan Ling Chyou yang berlumuran darah.


Mereka benar benar memberikan kematian yang mengerikan pada assasin itu.


Dia turun dan melihat Ling Chyou menutup mata dan telinganya. Dia tersenyum merasa itu imut. Saat semua orang haus darah, dia seorang saja yang akan mundur ke belakang.


Wang Xuemin mungkin sedikit sama. Namun dia tidak masalah melihat hal berdarah di depan matanya. Kematian adalah hal biasa di dunia itu.


Dia melutut dengan satu kaki dan menyentuh pony rambut Ling Chyou dengan lembut.


Merasakan rambutnya di sentuh, Ling Chyou membuka matanya. Dia bisa melihat wajah indah Zhang Quon.


Ling Chyou ingin memalingkan wajahnya ke tempat berlumuran darah itu. Namun tangan Zhang Quon menahannya.


"Tempat yang ingin kamu lihat itu mengerikan sekarang."


Mendengar itu, Ling Chyou akhirnya bisa menghidu bau anyir darah. Sesuatu mengerikan pasti terjadi di bahagian itu.


Ling Chyou hanya menatap wajah tampan Zhang Quon tampa melihat hal lain. Dia bahkan tidak ingin melihat hal itu sedikit pon.


Namun bau anyir yang menyengat hidungnya membuatnya mual dan pusing. Zhang Quon yang melihat ketidak selesaan Ling Chyou menggunakan anergi dalamnya untuk menutup bau itu.


Ling Chyou terlihat lebih baik dan mata mereka masih terus bertatap satu sama lain.


Tubuhnya merasa lelah dan matanya menjadi berat. Itu hal yang biasa Ling Chyou alami di dunia lamanya.


Itu adalah kerana dia merasa takut yang berlebihan yang membuatnya jatuh tidur lena di tempat tidur yang selesa.


'Apa Zhang Quon adalah tempat yang selesa buat ku?'


Ling Chyou memikirkan itu dan matanya tertutup dan dia jatuh masuk ke pelukan Zhang Quon. Tubuhnya merasa sangat lelah.


"Hangat...."


Kata itu keluar dari mulut Ling Chyou tanpa sadar dan langsung tertidur.


Zhang Quon mengangkat Ling Chyou bride style dan bibirnya terukir senyuman yang sangat senang. Namun di mata orang lain, itu mungkin senyuman yang tenang.


"Apa kalian belum selesai? Ling Chyou sudah tertidur di sini."


Zhang Quon mengatakan itu dan Ling Chen memberi pandangan maut padanya.


"Berapa banyak assasin yang pergi pada mu."


Ling Chen bertanya dengan nada marah. Tubuhnya yang berlumuran darah membuatnya terlihat mengerikan.


"Lebih dari seratus. Aku hanya mematahkan leher mereka. Kamu bisa mengkonfirmasi dengan pergi ke tempat yang tinggi. Akan terlihat ada ratusan mayat dengan patah leher."


Ling Chen menatap Ru Xuan dan dia langsung pergi untuk mengkonfirmasi itu.


Ling Chen masih menatap tajam Zhang Quon. Namun pandangan itu melembut saat melihat kakaknya yang tertidur di tangan Zhang Quon tampa ada setetes darah sedikit pon padanya.


"Aku tidak peduli kamu menyukai kakak ku atau tidak. Jangan memaksa nya melakukan sesuatu. Ku bunuh kau jika itu berlaku lagi."


Anergi api mereda dari Ling Chen. Dia bisa melihat kakaknya yang selesa di tangan Zhang Quon.


"Kakak, mimpi indah. Hantar kakak ku pulang. Lagi pula ini semua terjadi kerana kamu."


Zhang Quon tahu Ling Chen ingin melakukannya sendiri. Tapi kerana dia berlumuran darah, dia tidak ingin melakukan itu.


Zhang Quon mengangguk dan berjalan pergi.


Ru Xuan mengkonfirmasi itu dan mereka membersihkan diri dari darah. Ru Xuan kembali menjaga Ling Chyou dan Ling Chen pergi ke ayahnya untuk melapor.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.............................


__ADS_2