I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 23


__ADS_3

Mata Ling Chyou terpaku pada Zhang Quon sebelum beralih.


"Tidak ada. Aku belum pernah jatuh cinta. Jantung ku hanya berdetak dengan cepat kerana malu atau takut saja selama ini."


Ling Chen memuncungkan bibirnya tidak puas dengan jawabannya.


"Zhang Quon, apa kamu ada?"


Ling Chyou bertanya pada Zhang Quon kerana dia setahun lebih tua sebenarnya.


Zhang Quon menatap Ling Chyou dan bibirnya sedikit tersenyum.


"Iya. Aku ada."


"Ouh, siapa?"


Saat Zhang Quon ingin buka mulut, Ling Chen menutup kuping Ling Chyou dari belakang.


"Kakak ku tidak perlu mendengar jawaban dari mu. Aku tahu apa yang kamu pikirkan!"


Zhang Quon melirik Ling Chen sedikit tajam.


"Ling Chen, mengapa kamu menutup kuping ku? Kamu tahu, mungkin Zhang Quon menyukai seorang putri dari walikota. Kamu tahu dia mengenal putri walikota, iya kan."


Ling Chen ternganga. Dia tidak pernah tahu.


Tangannya langsung melepas kuping Ling Chyou kerana kaget.


"Ling Chyou, bagaimana kamu tahu itu?"


Suara Zhang Quon dingin tidak seperti selalunya.


Sebenarnya Tang Jianyin saja ketat mendengar dia mengenal putri walikota.


"Jika sekarang ini, bukankah dia sudah lengket dengan mu? Aku pernah melihat kamu dengannya di kota."


Ling Chyou berkata sambil memiringkan kepalanya.


"Ling Chyou, bagaimana kamu bisa tahu bagaimana rupa putri walikota? Dia tidak pernah keluar dari kediaman walikota."


Ling Chyou tersedak pada akhirnya.


'Ouh tidak! Aku mengatakan sesuatu yang aku tahu dari novel!'


Ling Chyou dengan cepat memikir alasan.


"Yah.... Saat aku sedang, kamu tahu, nakal. Aku bandel dan menyelinap masuk kediaman untuk melihat putrinya yang di katakan amat cantik. Aku tidak akan melupakan wajah yang indah itu...."


"Apa kamu tidak tertangkap?"


Zhang Quon masih dingin dan alisnya di rajut.


"Iya. Namun putri walikota tidak tahu tentang itu. Aku di usir setelah melihat wajahnya."


Ling Chyou melirik Zhang Quon untuk tahu apakah alasannya berhasil. Namun alisnya masih di rajut.


"Kamu menyukai putri walikota?"


Sekali lagi Ling Chyou tersedak. Dia tidak menyangka Zhang Quon akan menanyakan itu.


'Apa!? Aku tidak akan mengambil harem mu! Ambil saja semua!'


Ling Chyou menyeka mulutnya dan bersikap tenang.


"Tidak. Dia cantik dan indah. Namun seperti yang aku bilang tadi, aku tidak pernah merasa jatuh cinta."

__ADS_1


Ling Chyou melihat Zhang Quon lagi.


"Lagi pula, aku sangat sibuk ingin membuat mu menderita hingga tidak punya waktu untuk menjalin kisah cinta. Juga aku masih muda."


Itu benar. Tidak ada yang tidak tahu seberapa sampah Ling Chyou kepada Zhang Quon.


"Jadi, mengapa kamu berhenti mengganggu ku?"


Ling Chyou terdiam seketika.


"Kerna mata ku sudah di buka. Aku tidak lebih dari cacing tanah jika aku di hadapkan ke sebuah pertarungan. Kamu sendiri tahu bagaimana lemahnya aku kerana kita selalu bertarung."


Satu satunya bakat yang tidak ia miliki, itu adalah bertarung. Jadi sangat sulit baginya untuk tinggal di dunia murim.


Dia mengemasi barangnya dan mengambil semua bekas bekal yang kosong.


"Itulah mengapa aku menyerahkan kursi penerus pada adikku. Dia akan jauh lebih baik dari ku. Guru Tang, saya minta diri dulu."


Ling Chyou tersenyum seperti biasa dan berjalan pergi dengan kecepatan biasa. Namun, terlihat tumbuhan di sekelilingnya yang bergerak seperti mereka sedang sedih.


Pang!


Ling Chen menampar Zhang Quon.


"Kamu tahu itu topik yang sensitif untuk kakak ku! Kakak ku tidak pernah mengganggu orang dari golongan yang kaya! Hanya kamu seorang yang di ganggu! Dia tidak akan menjadi mata mata untuk mu atau putri walikota!"


Ling Chen berteriak marah dan langsung berjalan pergi ke tempat ia bermeditasi tadi.


Zhang Quon hanya diam seketika dan ikut bermeditasi.


.


.


.


.


.


Dia melihat wajah yang sekarang menjadi wajahnya.


"Aku tidak cocok dengan dunia ini. Homoseksual dan lemah. Aku tidak cocok sama sekali."


Ling Chyou bergumam pada dirinya sendiri. Dia tertanya, apa bedanya dia dengan Ling Chyou asli saat ini. mungkin hanya dirinya yang tidak membuli siapapon lagi adalah bedanya.


Nama nya sebagai sampah sudah terukir di benak semua orang. Dia baik baik saja di perlakukan seperti sampah. Namun, jika semua orang berpikir dia sampah, dia tidak bisa.


Jun Huanrang, seorang pelajar terbaik dan memiliki repotasi yang besar. Dia tidak pernah di pandang seperti sampah melainkan tatapan penuh iri. Dia baik baik saja berteman dengan mereka yang memegang pisau di belakang mereka.


Dia tidak punya teman yang akan selalu bersamanya sebagai teman sejati. Teman yang benar benar menganggap dia teman selalu akan pergi kerana tidak kuat dengan bulian orang yang iri dengannya.


Namun di pandang sebagai sampah, dia tidak pernah mengalami itu. Dia baru sadar setelah melihat Zhang Quon sangat curiga padanya.


Semua tatapan orang orang dan bisikan mereka yang mengutuknya. Dia tidak pernah berpikir akan menjadi sampah seumur hidupnya.


Bagaimanapon dia mencoba, namanya sebagai sampah tidak akan hilang.


Melainkan dia menghasilkan sesuatu yang akan membuat dirinya di kenal warga akan dirinya. Itu mungkin mengalahkan monster atau menjatuhkan perang.... Namun dia tidak mungkin bisa melakukan itu.


"Hah........"


Ling Chyou hanya menghela nafas panjang.


"Untuk pertama kali, aku merasa sangat tidak berdaya..... Rasanya menyebalkan banget."

__ADS_1


Ling Chyou untuk pertama kali dalam hidupnya merasa sangat tidak berdaya.


Seorang gadis berjalan dengan perlahan di belakangnya.


Buk.


Ling Chyou di dorong ke sungai. Ling Chyou tidak tahu siapa itu, tapi yang dia tahu, itu gadis dari tangannya yang halus.


Splash.


Ling Chyou langsung masuk ke danau.


Dia semakin tenggelam, dia bisa saja berenang. Namun, itu bukan sungai biasa melainkan sungai Tongfu di mana airnya membuat seluruh tubuh kaku tidak bisa bergerak.


Untuk bergerak di dalam air itu, setidaknya harus tingkat bulan 1.


Ling Chyou seorang yang selalu bergantung pada nasib di saat seperti ini. Dia tidak peduli jika dia selamat atau tidak.


Mungkin, ada baiknya orang seperti dia mati. Selalu jadi pusat orang untuk iri padanya. Sekarang menjadi sampah.


'Mengapa, mengapa kamu memberikan ku kejeniusan ini! Aku tidak pernah mengakui ini adalah milik ku! Kejeniusan ini hanya petaka bagi ku!'


Dengan begitu, matanya tertutup dan kehilangan kesadaran.


.


.


.


Crash! Crash! Crash!


Semua perhiasan kaca yang di berikan Ling Chyou hancur berkeping keping.


jepit rambut yang tiba tiba pecah membuat Zhang Quon hilang konsentrasi nya.


Dia melihat sumpit kaca milik Ling Chen juga hancur.


'Ada yang tidak beres.'


Mang Rui yang sedang menggerakkan catur di tangannya tiba tiba hancur.


"Apa dia masuk ke sungai Tongfu?"


Salah satu ciri khas dari sungai Tongfu adalah akan menghilangkan semua jejak mereka yang masuk ke sana.


Resep obat dan pil, semuanya hancur. bahan masakan yang di beli Ling Chyou semuanya rusak.


Mentol di dapur semuanya pecah satu persatu.


Semua orang sudah curiga dengan semua itu.


Setelah jepit rambut dan sumpit pecah, Zhang Quon langsung pergi ke sungai Tongfu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...................


__ADS_2