I Will Be Good People

I Will Be Good People
Epusode 9


__ADS_3

Tabib muda itu kaget melihat Ling Chyou yang panik.


Namun dengan cepat menyuruh Ling Chyou membaringkan orang terluka itu ke tempat tidur.


Tabib itu membuat orang itu menelan pil penambah darah dan membuka bajunya untuk melihat di mana luka itu sebenarnya.


Dia kaget saat melihat bahagian dada orang itu di balut dengan ketat.


"Wanita!?"


"Ada apa? Rawat saja dia."


Tabib muda itu melihat Ling Chyou sedikit kesulitan.


"Kamu tahu, tidak baik mengambil kesempatan dalam kesempitan."


Sesaat Ling Chyou lupa yang ini adalah dunia murim dengan gendre harem.


Hampir semua pria di dunia ini adalah hidung belang. Bahkan kakek tua aja bisa ***** sama 50 cewek dalam sehari.


"Aliran darahnya tidak akan baik jika dia mengikat dadanya seketat ini."


Mendengar itu, Ling Chyou menghela nafas.


"Aku akan membuka ikatan itu."


Ling Chyou mendorong sedikit tabib itu dan membuka ikatan di dada wanita itu dengan lembut.


Tabib itu sudah memalingkan wajahnya namun dia mengintip wajah Ling Chyou yang tidak mempermasalahkan apa yang dia lihat.


Setelah selesai, Ling Chyou meletakkan kain pada bahagian dada itu dan melangkah mundur untuk membiarkan tabib itu meneruskan pekerjaannya.


Tabib itu bisa melihat Ling Chyou bahkan tidak tertarik pada badan wanita yang mulus itu.


.


.


.


Setelah 20 minit, tabib itu selesai merawat wanita itu dan Ling Chyou memakaikan pakaian lain kerana pakaian yang ia kenakan di penuhi darah.


Dia juga membersihkan wanita itu seperti wanita itu pria. Dia bahkan tidak bergeming pada tubuh wanita yang bagus dan sexy.


"Dia akan baik baik saja. Kamu tidak perlu membayarnya. Kamu yang secara tidak langsung merawatnya. Nama ku Cheng Jun."


"Begitu? Aku Ling Chyou."


Ling Chyou membalas dengan ringkas sambil terus mencuci pakaian wanita itu.


Cheng Jun menatap Ling Chyou dengan aneh.


"Kamu bahkan tidak tertarik dengan wanita? Wanita tadi sangat sexy. Jika tidak ada kamu, aku akan membawanya ke tempat lain. Aku tidak pernah merawat pasien cewek kerana sifat mesum ku. Namun aku tidak pernah melihat pria yang tidak kesulitan sama sekali dengan tubuh wanita."


Mendengar kan itu Ling Chyou memikirkan mc juga cukup kesulitan melihat cewek tampa busana.


"Baik, ini rahasia ku. Aku menyukai pria. Jadi aku lebih tertarik dengan tubuh pria dari tubuh cewek. Jadi aku lebih kesulitan dengan tubuh pria."


"Seperti yang aku pikirkan!"


Ling Chyou hanya menggelengkan kepalanya saat Cheng Jun dengan cepat menerima itu.


"Aku ada teman wanita yang mana menyukai sesama wanita dulu. Jadi aku sudah tahu kamu pasti suka dengan sejenisnya juga. Namun dia juga pasangannya meninggal 2 tahun lalu kerana masuk ujian bela diri tahunan dan di bunuh. Di sana di benarkan membunuh."


Mendengar itu, Ling Chyou mengingat ujian atau tepatnya pertandingan antara seni bela diri lainnya akan di mulai bulan depan.


Itu hanya akan di ikuti oleh kakak kelas. Namun mc yang kuat meminta pemimpin ketua Xiau, keluarga terkuat untuk memasukkannya ke sana.

__ADS_1


Dan tentu saja, pemimpin keluarga Xiau adalah wanita yang cantik dan sexy.


"Erk...."


Pasien itu mengerang dan membuka matanya dan cuba untuk bangun.


Dia kaget saat pakaiannya berubah dan melihat ke dua pria di depannya.


"Aku tidak membuka pakaian wanita."


Cheng Jun yang melihat wanita itu bangun segera menunjuk Ling Chyou.


"Itu untuk merawat mu. tidak perlu khawatir, aku tidak menyentuh tubuh mu dengan apa apa niat tidak baik."


Mendengar itu, wanita itu menatap tajam Ling Chyou.


"Terima kasih kerana telah merawat ku. Tapi aku harus kembali segera."


"Kamu harus pulih terlebih dulu. Kamu hanya akan menyakiti diri mu sendiri."


Cheng Jun mencoba menenangkan wanita itu namun dengan dingin dia di tolak dan menatap Ling Chyou untuk bantuan.


'Siapa tabibnya di sini?'


Ling Chyou menggelengkan kepalanya melihat itu.


"Bisa aku bertanya, mengapa kamu mengikat dada mu sangat ketat hingga dada mu itu tidak terlihat?"


'Soalan apa yang kamu tanya itu!?'


Cheng Jun kaget mendengar soalan absurd Ling Chyou.


"Mengapa aku harus memberitahu dirimu?"


'Tentu saja tidak akan di jawab.'


"Kamu demam kerana hilang banyak darah. Kamu harus beristirahat sejenak sebelum memulai tugas mu."


Ling Chyou mengatakan itu dan meletakkan tangannya dengan lembut di atas dahi wanita itu dan dengan cepat memerah kain di dalam mangkuk berair itu.


Dengan lembut Ling Chyou meletakkan kain basah itu ke dahi wanita itu.


"Memang benar aku tidak perlu tahu tentang itu. Namun mengikat dada begitu ketat akan membuat dirimu sulit bernafas dan pertumbuhan diri mu sendiri terganggu. Melakukan itu hanya menyiksa tubuh."


Dengan suara lembut, Ling Chyou mengatakan itu.


"Lihat saja mata mu yang merah dan nafas mu yang panas dan tidak selesa ini. Kamu tidak bisa kembali dengan keadaan mu seperti ini. Kamu harus memikirkan diri mu sendiri dari tuan mu atau keluarga kamu. Tapi dari pandangan ku, kamu setia pada tuan mu, bukan."


Wanita itu hanya diam. Memiliki tuan bermakna dia tidak punya keluarga dan mengabdi pada satu orang. Dia juga akan menyerahkan nyawanya pada tuannya.


"Kamu pasti memiliki perasaan padanya juga, bukan. Namun kamu harus menyembunyikannya kerana kamu tidak ingin di buang."


Wanita itu hanya diam sambil bibirnya di kemam dengan kuat.


'Yah..... Plot cerita dunia murim selalu seperti ini. Wanita yang mengabdi pada tuan mereka dan malah di tinggalkan untuk wanita lain. Selalu jadi pajangan saja.'


Ling Chyou mula kasihan dengan nasib wanita itu.


"Cepat sembuh dan kembali ke tuan mu. Jangan terlalu kecewa. Selalu ada kesempatan yang lebih baik."


Lalu Ling Chyou bangun dan berpamitan dengan tabib muda itu kerana dia sudah sangat lama di sana.


"Aku akan datang kembali esok."


Ling Chyou mengatakan itu dan keluar.


.

__ADS_1


.


.


.


.


"Apa yang kamu lakukan sangat lama?"


Zhang Jianwu yang bosan menunggu bermain kejar kejaran.


Ling Chyou tersenyum dan mendekati mereka sebelum kerahnya di tarik dengan kasar oleh Wang Xuemin.


"Kamu pergi ke mana hingga ada bau darah melekat pada mu? Apa kamu terluka?"


"Eh? Tidak. Aku menolong seseorang yang terluka di jalanan tadi."


Ling Chyou yang bingung langsung menjawap tampa banyak pikir.


"Kamu tahu, bahaya membantu seseorang yang terluka. Bagaimana jika dia adalah boronan?"


Ling Chyou hanya bisa bingung mendengar itu.


"Aku tidak bisa membiarkan seseorang yang terluka begitu saja."


Semua orang menghela nafas mendengar itu. Mereka hanya menarik Ling Chyou untuk kembali ke asrama.


'Aku tertanya, dari mana tuan wanita itu berasal?'


.


.


.


.


.


"Di mana Sheng Min?"


Seorang pria yang berdiri di balkon melihat pemandangan luar kota yang indah bertanya pada seorang bawahannya.


"Dia di hampir di tangkap dan pingsan di tengah pelariannya dan di bantu oleh anak sulung keluarga Ling."


Pria itu mengelus dagunya berpikir.


"Anak sulung keluarga Ling yang gagal itu? Menarik."


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2