
Seperti biasa, setiap 20 episode, kita akan bercerita tentang kehidupan baru Ling Chyou dalam tubuh Jun Huanrang.
.
.
.
'Apa yang aku lakukan hingga aku masuk ke posisi ini?'
Jun Huanrang berpikir seperti itu saat dia melihat Feng Zu berdiri dan menatap tajam seorang wanita tercantik di sekolah.
Jun Huanrang memegang bukunya sambil menutup wajahnya.
"Aku tidak terima untuk putus begitu saja!"
"Aku tidak menyukai mu dari awal. Berhenti mengganggu ku."
Lagian, mengapa mereka berantem di kelas ku? Menyebalkan sekali.
Sudah 2 minggu sejak Jun Huanrang dan Feng Zu menjadi teman. Lebih tepatnya, Jun Huanrang di paksa menjadi temannya tampa bisa menolak.
"Berhenti berantem di depan ku! Ini bukan kelas kalian! Keluar!"
Jun Huanrang langsung menendang mereka keluar dan menutup pintu dengan keras.
Dalam 2 minggu, tidak berhenti para pembuli datang padanya. Dia selesaikan mereka dengan baku hantam saja. Dia tidak punya niat melakukan hal yang sama Jun Huanrang lakukan.
Belum lagi teman palsu yang selalu dia dapatkan. Mereka datang hanya untuk menyingkirkan dirinya hanya kerana iri. Jika kita di dunia murim, dia sudah membunuh mereka.
Drak.
Pintu kelas di buka dan kakaknya masuk. Kakaknya adalah salah seorang guru di sana.
"Huanrang, kamu tidak akan duduk?"
Jun Huanrang menghela nafas dan duduk di kursinya. Dan dengan begitu, dia tidur di kelas.
"Jun Huanrang, kamu ke sini dan jawab ini."
Jun Huanrang tersentak dari tidurnya dan melihat kakaknya tersenyum gembira.
'Dia ingin mengerjainya ku!'
Dengan pasrah, Jun Huanrang pergi ke depan. Dia bisa melihat jawabannya dari ingatan Jun Huanrang sendiri yang seperti sistem komputer. Namun dia tidak akan melakukan itu selagi itu bukan ujian.
Dia mengambil makerpen dari kakaknya dan melihat soalannya.
'Apaan dah.'
Jun Huanrang tidak bisa mengerti satu bahagian pon.
"Maaf."
Jun Huanrang menggaru belakang kepalanya sambil memandang tempat lain.
Kakaknya menahan tawa dan mengambil makerpen itu kembali.
"Pergi basuh wajah mu. Jangan tidur di kelas ku."
"Baik...."
Dengan itu, Jun Huanrang keluar. Semua orang sudah terbiasa dengan Jun Huanrang yang bodoh ini. Dan mereka lebih selesa dengan Jun Huanrang yang bodoh di banding dia yang jenius hingga sukar di dekati.
.
.
.
.
.
Dengan begitu kesehariannya, dan masa berlalu dengan pantas. Sekarang sudah 3 bulan dia di dunia itu.
Kerjanya hanya berantem sepanjang petang. Banyak orang yang ingin menentangnya, juga dari pembulinya. Dia tidak tahu berapa banyak Pembuli yang di miliki Jun Huanrang.
Namun semua yang dia rasakan, lama kelamaan, terasa seperti bukan miliknya. Dia bukan Jun Huanrang yang asli. Dia adalah Ling Chyou. Dia tertanya, apa Jun Huanrang yang asli merasakan hal yang sama.
"Feng Zu, mengapa kamu berteman dengan ku? Aku tidak pandai seperti dulu lagi."
Feng Zu membulat matanya pada pertanyaan tidak terduga itu.
"Kerana aku ingin berteman dengan mu. Aku selalu mendapatkan tempat ke 2 setiap ujian supaya kamu melihat ku. Namun kamu tidak pernah melihat ku sekali pon. Aku sedih."
Jun Huanrang menelan ludahnya.
'Itu bukan aku.'
Dia merasa tertekan sekarang.
"Tapi aku menyukai mu yang sekarang. Mudah di dekati dan terlihat lebih ke manusia. Juga aku menyukai kamu yang bodoh."
Feng Zu tersenyum dan bangun dari kursinya. Dia mendekatkan wajahnya pada Jun Huanrang hingga hidung mereka hampir tersentuh.
Jun Huanrang tersentak dan ingin mundur. Namun tangan yang indah memegang belakang kepalanya. Jantungnya berdetak tidak karuan.
__ADS_1
Dia sangat bingung dengan apa yang sedang terjadi. Mulutnya bergerak gerak seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun suaranya tidak mahu keluar.
"Aku ingin berteman dengan kamu yang jenius. Namun aku menyukai kamu yang bodoh. Kamu lebih imut saat berkelakuan bodoh."
Jantung dan nafas Jun Huanrang menjadi tidak teratur. Dia bahkan tampa sadar memerah.
Feng Zu tersenyum dan mengambil tangan Jun Huanrang dan meletakkannya di dada kirinya.
Jantungnya sama tidak karuan seperti miliknya.
"Aku mencintai mu."
Wajah Jun Huanrang memerah dan ingin menjauh. Namun sebelum sempat, bibir mereka bersentuhan.
'....!!!'
Bahkan otak Jun Huanrang kini berhenti berfungsi.
Setelah beberapa detik, bibir mereka kembali berjauhan.
"Jadi pacar aku, Huanrang."
Jun Huanrang hanya diam.
"Kamu bisa memikirkannya dan memberikan aku balasannya nanti."
Feng Zu bangun dan meninggalkan Jun Huanrang yang kaku sendirian.
Setelah beberapa minit, tangannya bergerak menutupi bibirnya. Wajahnya merah seperti tomat.
"Berengsek....."
Jantungnya masih tidak karuan dan pergi ke tandas membasuh wajahnya.
.
.
Dia akhirnya tenang dan buat keputusan untuk pulang saja. Namun di hentikan guru wali kelasnya.
"Kamu Jun Huanrang, apa yang salah dengan mu!? Kamu berantem dengan teman mu dan memukuli mereka!? Aku sebagai wali kelas mu sangat malu! Sudah bodoh, tidak punya akhlak lagi!"
Jun Huanrang mengigit bibir bawahnya.
'Semua yang aku lakukan salah. Tidak peduli dunia mana, hah. Apa orang bodoh tidak di benarkan bahagia?'
Jun Huanrang hanya tunduk. Namun seseorang menariknya menjauh dari guru itu dan berdiri di depannya.
"Ka, kakak?"
Itu adalah kakaknya yang selalu mengerjainya setiap jam pelajarannya.
"Pak Ju Li, anda seharusnya tidak memarahi adik ku. Anda tidak ada hak dan apakah anda ingin menerima hukuman dari keluarga Jun?"
Guru itu langsung tersentak.
"Kakak?"
Sekali lagi, Jun Huanrang memanggilnya.
Kakaknya menatap Jun Huanrang dengan tatapan puas dan mengangguk sedikit.
'Apaan?'
Jun Huanrang masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Sebenarnya, keluarga Jun sudah memiliki hak untuk saman sekolah ini! Jun Huanrang, adikku, tidak pernah dalam seminggu tidak terluka! Tapi apa yang sekolah lakukan!? Dia bahkan dalam sebulan, jika tidak masuk rumah sakit sangatlah aneh! Kamu menjilatnya saat dia saat dia sangat jenius dan sekarang kamu ingin memarahinya!?"
Jun Huanrang sangat kaget mendengar itu. Namun tidak ada yang menyadari akan hal itu. Wajah kakaknya sangat menakutkan saat ini.
"Apa kamu tahu betapa bahagianya ibu dan ayah ku saat mendengar Huanrang belasah para pembuli sialan itu!? Jika di bandingkan cedera tembakan dan tikaman, lebam di tubuh mereka tidak ada artinya! Betapa bahagianya keluarga ku melihat dia baik baik saja selama 3 bulan tampa luka! Apa kamu bisa membayangkannya!?"
Jun Huanrang mengangguk dari dalam. Tubuhnya dalam kondisi yang baik dalam 3 bulan.
"Jujur bicara, kami sangat senang mendengar dia menjadi rata rata dalam pembelajaran. Akhirnya kami, sebagai keluarga bisa melakukan sesuatu untuknya. Jun Huanrang, adikku, tidak pernah meminta bantuan siapapon sejak 5 tahun dan akan bilang, 'aku baik baik saja' adalah hal yang paling menyakitkan bagi kami mendengarnya."
Jun Huanrang tertunduk. Sepertinya, bahkan jika seseorang jenius, seseorang yang op, mereka masih memiliki kelemahan. Bibirnya sedikit mengukir senyuman.
"Baik kamu jangan terlibat dengan adikku lagi atau kamu akan menerima padahnya."
Kakaknya memegang tangan Jun Huanrang dan menariknya pergi.
'Benar, sekarang, tubuh ini milikku. Aku harus bahagia seperti janji yang aku taburkan pada Jun Huanrang yang asli.'
Jun Huanrang menggenggam erat tangan kakaknya yang menariknya membuat kakaknya terhenti.
"Kakak, terima kasih. Tapi saya bisa berjalan sendiri bahkan jika kamu tidak menarik saya."
Kakaknya melihat tangannya dan mengangguk paham dan langsung melepaskannya.
"Ngomong ngomong, kakak, apa kamu keberatan jika aku berpacaran dengan laki laki?"
Bulu di tubuh kakaknya langsung berdiri.
"Siapa?"
Dengan suara dingin, kakaknya bertanya. Jun Huanrang sudah di tikam 5 kali oleh pacarnya.
__ADS_1
Namun Jun Huanrang tersenyum cerah kali ini.
"Tidak akan memberitahu mu."
Dengan itu Jun Huanrang melarikan diri. Kakaknya ingin menangkapnya, namun berhenti setelah senyuman tulus yang sudah sangat lama ia tidak lihat pada adiknya.
Senyuman lembut Jun Huanrang bukanlah senyuman aslinya. Semua keluarganya tahu yang Jun Huanrang sangat tertekan beberapa tahun ini.
Senyuman tulusnya tidak pernah terlihat lagi setelah insiden itu. Dia merasa lega dan mengikuti saja adiknya yang kini sangat lucu.
.
.
.
.
.
3 hari kemudian.
"Apa kamu memiliki jawaban mu? Kamu bahkan tidak mengelak dari ku untuk 3 hari."
Feng Zu duduk di atas meja Jun Huanrang sambil matanya menatap lekat padanya.
"Apa yang kamu pikirkan? Buang pikiran kotor mu. Aku tidak akan berpacaran dengan mu. Aku rapat dengan mu kerana aku tidak punya teman selain kamu."
Wajah Feng Zu berubah dingin. Dia tidak berniat untuk tidak menyerangnya jika dia di tolak.
"Salah. Jawaban kamu salah."
Feng Zu tersenyum penuh makna sambil memegang kedua pundak Jun Huanrang.
Jun Huanrang terkekeh pada pernyataan itu.
"Tidak, aku tidak salah. Aku jenius, kamu tahu."
Tiba tiba Feng Zu terhenti. Tiba tiba Jun Huanrang yang suka mengatakan dia sangat bodoh menggerutu untuk soal matematika tingkat pecahan, mengatakan dia jenius?
Feng Zu langsung memahami artinya dan tersenyum tulus.
"Benar, kamu jenius. Jawaban kamu selalu benar. Namun kamu yang sekarang bukan lagi jenius itu, kamu tahu. Jawaban kamu selalu salah."
Jun Huanrang memalingkan wajahnya dan telinganya sedikit memerah. Dia tidak menyangka Feng Zu akan menyadarinya dalam hitungan detik.
"Bukan ke itu bermaksud, kamu mengatakan 'ya' secara tidak langsung?"
Feng Zu mendekatkan wajah mereka. Pipi Jun Huanrang langsung memerah pada tahap kedekatan itu.
Dia hanya menutup rapat mulutnya mencari kawasan lain untuk di lihat.
Namun pada akhirnya, dia menutup matanya. Bibirnya merasa ada sesuatu yang lembut secera sekilas.
"Buka mulut mu, Huanrang."
Jun Huanrang masih menutup. matanya. Dia tidak bisa memikirkan bagaimana hatinya berdetak dengan cepat hanya dalam 3 bulan mengenalnya. Rasa selesa saat bersama dengannya, apa ini yang di sebut, efek benang merah?
"Apa ya-"
Jun Huanrang malu untuk membuka mulut seperti yang di arah Feng Zu. Jadi dia membuka mulut dengan serangkaian kata yang tidak penting.
Mulutnya langsung di sambar sangat buas oleh benda lembut di mulut predator di depannya.
Lidahnya merasa kelu dan sedikit ngilu saat bersentuhan dengan gigi Feng Zu.
Mereka saling bertukar air liur dan entah bagaimana, Jun Huanrang tenggelam dalam suasana itu. Dia membuka matanya dan melihat Feng Zu turun dari meja.
Saat dia dengan berani ingin menyentuh tubuh Jun Huanrang__
Drak.
Pintu kelas di buka dan mereka berdiri seperti baru berbicara dengan teman yang baik.
Kakak Jun Huanrang masuk kerana ada barang tertinggal melihat mereka. Dia tidak bisa tidak melihat tangan kanan Jun Huanrang yang sepertinya menopang dagu, namun terlihat ingin menutup area mulutnya. Pipi dan telinganya juga kemerahan.
"Pelajar kelas 1, Feng Zu, bisa kita berbicara di luar."
Feng Zu menggaru kepalanya dan buat wajah berantakan mengikuti kakak Jun Huanrang keluar.
Drak.
Pintu tertutup lagi dan Jun Huanrang menghela nafas meramas dada kirinya.
'A, Apa yang..... Aku membiarkan dia..... Hanya apa yang.....'
Pikirannya bercelaru dan wajahnya semerah tomat segar. Dia ingin masuk ke dalam lubang jika dia melihatnya.
Namun, dalam kekacauan pikirannya, senyum terukir di bibirnya. Dia menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya seperti seorang gadis yang teruja bertemu idolanya.
Suasana hening petang itu damai. Dia ingin berteriak di tengah damai mengatakan dia memiliki pacar. Apa ini, yang di sebut, sindrom bercinta?
Entah mengapa, dia sangat bahagia. Sangat bahagia hingga dia lupa apa yang akan kakaknya lakukan pada pacar barunya itu.
.
.
__ADS_1
...............................................