IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
37. Yang Sebenarnya!


__ADS_3

Sepasang mantan kekasih ini saling menatap dengan tatapan mata yang menyimpan kecewa dan kerinduan mereka. Bahkan ada luka yang sangat besar di sana.


Cinta yang mereka bangun selama tiga tahun berakhir sia-sia tanpa kejelasan alasan yang tidak pernah tersampaikan oleh Alin.


Bahkan Haidar harus menerima setiap potongan cerita dari beberapa sumber yang tidak punya kejelasan sebab mengapa Alin kabur begitu saja di hari pertunangan mereka.


Alin menahan air matanya dan kembali memasang wajah angkuh. Ia tidak ingin memperlihatkan kelemahannya di hadapan Haidar, kalau saat ini jiwanya sedang terluka yang sudah merubah kepribadiannya menjadi wanita arogan.


"Bagaimana mungkin kamu bisa mengenal Alin, nona Eca?"


Tanya Haidar tanpa melepaskan tatapannya kepada sang mantan.


"Bukan dokter Eca yang mengenal Alin Haidar tapi Delvin."


Ucap dokter Gaes yang baru tiba di restoran itu bersama dengan ibunya.


Delvin dan Eca tersentak atas kehadiran ibu dan anak ini yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.


Delvin memberi isyarat kepada manajer hotel untuk mengosongkan restoran tersebut dari pengunjung karena bakal ada keributan.


Dalam sekejap pengunjung sudah tidak tampak lagi dan kedua keluarga ini sudah mulai bertikai.


"Dokter Gaes, mami..! Sebenarnya ada apa ini..?"


Tanya Haidar sambil menatap satu persatu orang yang ada di sini.


Eca terlihat tertekan di situasi si kembar yang ikut bingung melihat wajah-wajah tegang orang dewasa yang sedang menahan amarah mereka menunggu waktu yang tepat untuk saling melempar umpan kesalahan.


"Bawa masuk anak-anak Eca!"


Titah Delvin yang tidak mau keluarga kecilnya ikut terseret dengan dosa masa lalunya. Apa lagi Eca yang saat ini sedang hamil muda akan lebih rentan terhadap masalah yang cukup menguras emosinya.


"Anak-anak kita ke kamar sayang!"


Kedua tangan Eca sedang menggandeng tangan putra putrinya menuju kamar mereka.


"Silahkan duduk semuanya! Kita bisa membahas ini secara kekeluargaan tanpa ada kekerasan karena resort ini adalah milikku.


Jika kalian macam-macam padaku, kalian akan berhadapan dengan anggota ku, semoga kalian paham sebagai tamuku!"

__ADS_1


Ucap Delvin penuh kharismatik yang membuat dokter Gaes tercekat dengan amarahnya sendiri.


Tampilan Delvin yang mengeluarkan aura intimidasi nya, membuat lawan bicaranya harus berhati-hati dengan suami dari Eca ini.


Ia tidak mengetahui bahwa kekuasaan Delvin akan dunia bisnis meluas di Asia tenggara dengan kesederhanaan pria tampan ini yang tampil bersahaja layak orang biasa tanpa memperlihatkan jiwa millionaire nya.


Keluarga itu duduk di satu meja yang sama dengan ekspresi wajah yang tidak berubah.


"Alin..!"


Tegur Delvin membuat Alin yang sempat melamun tersentak.


"Tugasmu yang akan menjelaskan semuanya ini pada mereka, bukan aku. Sekarang ceritakan, bagaimana kita bisa bertemu dan terjadinya cinta satu malam itu!"


Titah Delvin penuh penekanan pada kalimatnya.


"Aku..?"


Alin menunjuk dirinya sendiri seolah tak percaya bahwa ia yang harus menceritakan aibnya sendiri di hadapan keluarganya dan mantan kekasihnya Haidar.


Alin menarik nafas dalam, memutar kembali kenangan buruk antara ia dan Delvin di negara Jerman tujuh tahun yang lalu, tepatnya di kamar apartemen milik Delvin.


Aku meneguk minuman ringan yang mungkin sudah tercampur dengan obat perangsang oleh seseorang yang berniat buruk kepadaku di malam ulang tahunnya sahabat kami, Else.


Singkat ceritanya, aku bertemu dengan Delvin di dalam lift apartemen dan memaksanya untuk bercinta. Akulah yang mendatanginya dalam keadaan tubuhku yang sudah menuntut karena rangsangan obat terkutuk itu."


Ucap Eca langsung membekap wajahnya sambil menangis.


"Aku dan Alin tidak saling mengenal satu sama lain. Aku yang sudah terbawa jeratan godaan setan malam itu, melakukan hubungan itu dan setelah itu Alin tiba-tiba menghilang dari kamarku.


Berbulan-bulan aku mencarinya tanpa mengetahui identitasnya membuat aku kehilangan jejaknya untuk bertanggungjawab atas perbuatanku padanya.


Andai saja dia tidak kabur dariku, mungkin aku akan menikahinya. Maafkan aku karena ketidakberdayaan ku sebagai manusia yang banyak kekhilafan." Ucap Delvin penuh penyesalan.


Selebihnya cerita kehamilan Alin sampai ia melahirkan dan meninggalkan bayinya kepada Eca, di teruskan oleh Alin.


Sementara itu, Delvin menceritakan bagaimana ia bisa berkenalan dengan Eca dan si kembar hingga akhirnya mereka menikah.


Dan Haidar pun menceritakan bagaimana ia dan Eca memiliki hubungan antara bos dan karyawan saat itu.

__ADS_1


Masalah mulai clear. Satu persatu simpul misteri hubungan Alin dan Delvin sudah terungkap. Delvin memperlihatkan ponselnya yang mana ada foto surat adopsi si kembar yang sah secara hukum negara jauh sebelum ia mengetahui si kembar adalah anak kandungnya.


"Kalian tidak berhak meminta hak perwalian untuk si kembar dari aku dan Eca dengan bukti surat adopsi ini. Jika kalian nekat, Alin yang akan menerima akibatnya karena dia akan mendekam di penjara karena sengaja membuang anaknya pasca melahirkan."


Delvin memperlihatkan pasal-pasal yang memberatkan Alin yang tidak bisa mengajukan haknya untuk mengambil kembali si kembar dari tangan mereka.


Haidar langsung bangkit dan pergi begitu saja dari pertemuan itu karena tidak sanggup menahan kecewanya pada Alin yang tega meninggalkan bayinya pada Eca yang begitu banyak berkorban untuk si kembar.


Ia juga tidak bisa menyalahkan Alin karena mantan kekasihnya itu berada dibawah pengaruh obat perangsang.


Tapi jauh dalam relung hatinya ia sedang mencurigai seseorang yang telah menghancurkan Alin karena ambisinya.


Dokter Gaes yang awalnya datang dengan membawa setumpuk amarah, mencoba menerima kenyataan ujian hidup adiknya dengan lapang dada.


Nyonya Arini sendiri begitu malu dan sangat merasa bersalah karena ia lah yang punya andil atas kehancuran hidup putrinya, yang tidak mau memberikan kesempatan pada putrinya untuk menjelaskan kebenarannya.


Hingga mereka harus membuat si kembar terpisah dengan ibu kandungnya karena keegoisannya yang terlalu mengutamakan reputasi dari pada kejiwaan putrinya yang saat itu sangat membutuhkan dukungannya sebagai ibu.


"Semua ini kesalahan mami. Andai saja mami tidak menyuruh Alin untuk membuang bayinya, mungkin si kembar akan bersama tetap bersama kami hari ini.


Dan dokter Eca, betapa mulianya gadis itu yang rela berkorban menjadi ibu pengganti untuk si kembar dengan mempertaruhkan harga dirinya, masa mudanya dan juga pendidiknya yang sempat terbengkalai karena mengurus cucu kembarku.


Aku sangat malu pada dokter Eca. Pasti dia sudah melewati semua hinaan selama membesarkan si kembar hingga akhirnya Delvin menikahinya. Dia pantas bahagia. Jangan lagi mengusik hidupnya Alin."


Ucap Nyonya Arini membuat Alin hanya membuang wajahnya ke sembarang arah sambil terus mengusap air matanya.


Hatinya memang mengakui ketulusan Eca membesarkan anak kembarnya, tapi tidak sejalan dengan logikanya yang tetap menuntut anak kembarnya kembali lagi padanya dengan cara apapun.


Alin meninggalkan keluarganya dan pulang ke resort nya, karena ia menginap di resort lain. Hatinya tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya akan dibesarkan oleh lelaki yang telah merenggut impiannya.


Tidak lama kemudian, dokter Gaes dan ibunya pamit dari Delvin dengan perasaan yang begitu malu karena sudah menuduh Delvin tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu.


Setelah malam ini duduk bersama dan berbicara terbuka dalam suasana yang kondusif, baru pikiran mereka terbuka.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut kembali anak kembarku."


Ucap Alin dengan segala rencana jahatnya yang tersusun rapi di benaknya.


Kebaikan Eca tidak sedikitpun menyentuh mata batinnya karena otaknya sudah dikuasai oleh setan.

__ADS_1


__ADS_2