IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
57. Permintaan Aneh


__ADS_3

Eca melepaskan perhiasan yang menempel di tubuhnya. Ia juga menanggalkan gaunnya hingga menyisakan dua kain lagi penutup aset berharganya.


Delvin yang sudah lebih dulu menggantikan bajunya dengan piyama tidurnya menatap tubuh molek istrinya walaupun terlihat lebih semok saat ini pasca melahirkan si kecil.


Wajah Eca yang masih saja cemberut membuat Delvin mau mendekati istrinya. Tapi kebingungan Delvin tidak bisa toleransi dengan sang junior dibawah sana yang sudah makin membengkak.


Eca menghampiri Delvin yang sedang berdiri menatapnya takjub. Tanpa ingin membersihkan wajahnya dari makeup, Eca berlenggak lenggok dengan tetap menggunakan hils miliknya mendekati tubuh Delvin lalu mengalungkan tangannya ke leher kokoh sang suami.


"Ceritakan bagaimana Alin merayu mu hingga kamu begitu terpesona padanya dan sulit untuk menolaknya, hmm!"


Pinta Eca setengah menggoda dengan sudah menyusup tangannya di balik celana piyama tidur Delvin yang sudah terbebas di bawah sana.


"Sayang..! Mengapa kamu mengulangi perkataan itu lagi?" Tanya Delvin sedikit jengah.


"Ceritakan kepadaku atau kau tidak akan pernah menyentuhku!" Ancam Eca.


"Sayang...! yang aku lakukan pada Alin hanya sebatas naf**su bukan cinta." Bantah Delvin.


"Aku ingin malam ini kamu memperlakukan aku seperti dia di malam percintaan panas kalian. Katakan bagaimana dia bisa menaklukkan kamu hingga kamu nekat merenggut kesuciannya!"


"Sayang! Aku tidak mau kamu akan menjadi lebih marah padaku setelah aku mengungkapkan semuanya." Ucap Delvin dengan wajah memelas.


"Tidak ..! Justru aku makin terangsang bagaimana cara dia menyenangkan mu saat itu."


"Benarkah kamu tidak marah, Eca?"


"Iya sayang! Aku ingin mengetahui seberapa ganas kamu menggaulinya." Pancing Eca.


"Tapi, aku tidak tahu kalau dia gadis baik-baik. Aku memperlakukannya sangat kasar dan terkesan membuatnya seperti pelacur murahan. Dan aku tidak mau melakukannya padamu karena itu sangat menyakitkan." Tolak Delvin.


"Lakukannnnn! Atau kamu akan membuat aku gila malam ini!" Teriak Eca seperti tidak lagi menjadi dirinya sendiri.


Melihat kondisi Eca yang terlihat penasaran dengan percintaan panas antara dirinya dan Alin, akhirnya Delvin menggendong tubuh itu dengan berkoala sambil memagut bibir Eca secara kasar dengan tangan yang sudah menyusup di area sempit milik istrinya.


Malam ini Delvin benar-benar buas menjamah tubuh istrinya persis yang ia lakukan pada Alin delapan tahun yang lalu.

__ADS_1


Eca makin kewalahan menerima permainan panas itu. Ia seakan tidak di ijinkan untuk bernafas kalau bukan Delvin yang memberi


nya kesempatan. Walaupun begitu ia merasa lebih bergairah saat suaminya memperlakukannya seperti pelacur murahan.


Setiap jengkal tubuh Eca sudah ada karya terindah dari sang suami dengan bekas gigitan dan hisapan. Tubuhnya lebih mirip dengan macan tutul saat ini.


Bahkan permainan ini lebih hebat yang ia lakukan pada Alin. Kaki Eca seakan tidak bisa lagi merapat kala wajah suaminya begitu lama terbenam di lembah basah itu.


Sudah berulang kali Eca melepaskan cairan kenikmatannya namun Delvin terus menyedotnya dengan kencang.


"Delvin.. Sudah sayang! Aku nggak kuat lagi."


Keluh Eca kala Delvin tidak ingin mengangkat wajahnya dari lembah surgawi miliknya.


Nafas Eca memburu sambil mengacak rambut Delvin agar menjauhi pangkal pahanya.


Delvin mengangkat kepalanya menatap wajah cantik istrinya yang terlihat puas dengan pemanasan yang diberikannya.


"Aku hanya mengabulkan apa yang kamu pinta sayang. Sekarang bersiaplah. Kau tidak akan kubiarkan tidur sampai pagi karena aku melakukan pada Alin seperti itu."


Eca menyentuh dada bidang itu mengusapnya lembut lalu beralih menangkap benda keras itu yang membuatnya ingin memberikan belaian penuh kasih sayang.


Tangan lembut Eca mulai memilin nakal benda keras itu hingga jiwa Delvin terbang.


"Delviin..!" Serak Eca merengek manja seakan meminta benda itu segera memuaskannya malam ini.


Panggilan Eca yang lembut dengan wajah nakal bak gadis penggoda hingga membuat Delvin sangat-sangat melemah malam ini.


Merasa tidak kuat lagi belaian lembut tangan istrinya kini saatnya Delvin ingin bertamu memasuki ruang sempit itu yang sudah makin berkedut.


Delvin sengaja menekan-nekan permukaan pintu surgawi itu dengan ketukan merangsang jiwa kerinduan istrinya hingga perasaan Eca meletup-letup seperti apa saat ini. Delvin sengaja mempermainkan Eca yang tidak kuat lagi menginginkan Delvin memasuki dirinya.


Dengan spontan Delvin mendorong dengan kuat dan terlihat kasar mengaduk lembut namun sesekali kasar dengan ritme yang tidak beraturan dan itu sudah mampu membuat jiwa Eca melayang.


Saat Eca melakukan pelepasan pertamanya Delvin kembali membenamkan wajahnya di lembah surgawi itu untuk mengisap madu manis yang keluar dari tubuh Eca.

__ADS_1


Dan kembali' menggasak tempat sempit itu dengan pusaka kokoh miliknya hingga membuat Eca melolong panjang karena perlakuan Delvin yang membuatnya makin mabuk malam ini.


Delvin terus bergantian memasukkan dan mengisap menyiksa istrinya dengan kenikmatan, hingga ia sendiri melepaskan lahar panas itu ke dalam rahim sang istri.


Delvin menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Eca yang sudah bermandikan peluh dan liur suaminya yang menjilat dan menggigit tubuhnya seperti kucing.


Pelepasan terakhir Eca bersamaan dengan cairan kenikmatan suaminya hingga ia tidak mampu lagi mengeluh.


"Delviin...! Ini sangat luar biasa sayang. Kamu terlihat lebih keren dari pada sebelumnya.


"Aku mencintaimu Eca..! Tolong jangan mengingatkanku lagi pada malam perburuan liar itu. Kau adalah di atas segala-galanya."


Ucap Delvin lalu mengeluarkan pusaka itu dari sarung sempit milik Eca yang sudah tidak lagi berkedut.


Walaupun Delvin sudah melepaskan laharnya Eca bangkit untuk memanjakan lagi milik suaminya dengan mulutnya.


Delvin begitu kaget bercampur senang melihat Eca melakukan itu karena selama ini Eca tidak pernah melakukannya karena merasa jijik. Eca berpikir jika suaminya saja tidak jijik kepadanya kenapa ia tidak melakukan hal yang sama karena cerita dari Delvin yang mengatakan apa yang dilakukan Alin pada dirinya.


"Delviin...! Kau milikku sayang. Tak akan kubiarkan kau menikmati tubuh wanita lain selain diriku. Aku tidak rela tidak akan pernah rela, bahkan aku rela membunuh mereka jika ada yang menggoda mu seperti Alin.


Dan Kau Alin, aku akan membuat suamiku melupakan percintaan panas kalian malam itu karena aku lebih mampu menaklukkan suamiku." Gumam Eca membatin.


Sekitar beberapa menit kemudian seakan sedang membangunkan macan tidur, Delvin kembali beraksi. Kali ini lebih lembut tidak segarang tadi. Tapi buat Eca lebih terpuaskan adegan panas yang pertama daripada babak kedua ini.


"Lakukan seperti tadi Delvin..!


Buat aku seperti pelacur mu! Pinta Eca manja seperti wanita murahan dan itu membuat adrenalin Delvin tertantang dan sangat menggairahkan mendengar permintaan nakal istrinya.


"Apakah kamu tidak apa sayang! Aku berlaku kasar padamu."


Ucap Delvin seperti pria hidung belang.


"Bukankah menjadi pelacur di hadapan suami sendiri lebih berpahala dari pada menggasak tubuh wanita lain walaupun perawan tapi tidak akan bisa memuaskan dahaga gairah mu." Sindir Eca membuat Delvin terbakar.


"Bersiaplah sayang. Aku mau lihat seberapa hebatnya kamu bertahan dengan kekasaran ku padamu." Ucap Delvin meremehkan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2