IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
59. Baby kuartet


__ADS_3

Wajah si kembar nampak murung memasuki rumah mereka. Eca dan Delvin yang sedang bermain dengan baby Adam beralih menghampiri si kembar.


Eca cukup mengerti suasana hati si kembar saat ini. Ia memeluk kedua buah hatinya itu. Tangisan keduanya langsung pecah.


"Bunda... kenapa rasanya sangat sakit saat melepaskan kepergian mama Alin..? Padahal sebelumnya kami sangat membencinya." Ucap Ciky.


"Karena saat ini, kalian hanya punya cinta untuk mama Alin. Jadi kalian mulai merasa kehilangan. Bunda sudah bilang, penyesalan itu selalu datang terlambat, saat orang yang kita abaikan sebelumnya mulai menjauh dari hidup kita."


"Bunda..! Apakah kami sudah durhaka kepada mama Alin?"


"Hussst...! Jangan berkata seperti itu! Kadang setiap orang di hadapkan pada situasi yang sulit untuk menentukan sikapnya karena hatinya dikuasai rasa amarah dan dendam. Dan semua orang mengalaminya.


Ada yang menyikapinya dengan bijak dan tidak sedikit dari mereka yang mengutamakan perasaannya daripada logikanya. Dan Itu hal yang wajar sayang.


Yang penting, kalian sudah berani untuk menunjukkan bakti kalian pada mama Alin bahwa kalian adalah anak kembar yang manis yang pernah mama Alin miliki."


Ucap menghibur hati kedua anak sambungnya.


"Nanti kalau masuk liburan kita akan berkunjung mama Alin dan papa Haidar ke Belanda, bagaimana sayang?"


Tanya Delvin Delvin membuat si kembar kembali ceria.


"Terimakasih ayah!" si kembar mengecup pipi ayah dan bundanya lalu ke kamar mereka masing-masing.


Sementara itu di pesawat, Alin membuka kado dari Chiko dan melihat sebuah album foto pertumbuhan mereka dari usia nol sampai mereka terakhir di malam pengantin Alin, rupanya kedua anak ini membuat foto kolase di mana mereka mendampingi Alin dan Haidar di pelaminan.


Walaupun hanya settingan dengan wajah mereka di ganti, tapi buat Alin inilah hadiah terindah dari anak kembarnya.


Album yang cukup tebal itu mengobati rasa sakit hati karena perpisahannya.


Lagi-lagi Alin hanya bisa menangis. Haidar membuka kotak kecil yang berisi dua liontin perak dengan bandulan hati dan di dalamnya ada foto si kembar.


Haidar mengenakan di leher istrinya dan juga dirinya.


"Aku akan memakai ini selalu. Ini hadiah tebaik yang pernah aku miliki, Alin." Ucap Haidar membuat Alin terenyuh.


Keduanya melihat foto-foto pertumbuhan si kembar bersama sambil menikmati perjalanan mereka menuju Roterdam Belanda.


Setibanya di Belanda, Alin melakukan video call dengan si kembar. Wajah Ciky dan Chiko sumringah melihat keadaan mamanya yang terlihat segar.


"Hai sayang! Kalian sedang apa?"


"Lagi bermain sama baby Adam."


"Apakah mama sudah tiba di rumah?"


"Belum sayang! Ini lagi mampir di restoran bandara, mau makan dulu."

__ADS_1


"Apakah hadiah kami berkesan untuk mama dan papa?"


"Tentu saja, itu adalah hadiah terindah yang pernah mama miliki selain kalian."


Ucap Alin sambil mencium bandulan liontin nya.


"Semoga mama segera mendapatkan momongan agar tidak terlalu merindukan kami." Ucap Ciky.


"Kalian punya tempat tersendiri di hati mama dan mama tidak akan berhenti merindukan kalian walaupun nanti mama dianugerahi lagi momongan."


Ucap Alin menguatkan cintanya pada si kembar.


Alin bercerita apa saja kepada si kembar hingga keduanya mengakhiri sambungan telepon mereka.


"Titip ciuman mama untuk baby Adam." Ucap Alin kemudian.


"Bye mam!" Si kembar memberikan kiss bye kepada Alin.


...----------------...


Tiga bulan kemudian, Alin yang saat itu bekerja di perusahaan suaminya sedang mempersiapkan presentasi untuk Haidar yang akan melaunching produk baru mereka yaitu parfum


Ketika hampir selesai dengan power poin nya, Alin merasa pandangannya tiba-tiba kabur.


"Ada apa denganku? Haidarrrrr....!" Teriak Alin membuat Haidar tersentak.


"Sayang...?" Kenapa...-"


Haidar mendapati istrinya sudah pingsan di lantai. Ia begitu panik dan menggendong tubuh Alin membawanya ke sofa panjang.


Haidar meminta sekertaris istrinya untuk menghubungi dokter karena tubuh Alin berkeringat dingin dengan wajah pucat seperti kapas.


Tidak berselang lama dokter sudah memeriksa keadaan Alin.


"Istri anda sedang hamil, Tuan!" Ucap dokter Louis.


Haidar terlihat berbinar. Rupanya usahanya tanpa kenal lelah itu akhirnya membuahkan hasil.


"Sebaiknya silahkan bawa istri anda ke dokter kandungan! Karena kalian akan mendapatkan banyak petunjuk dari dokter terkait. Apakah ini anak pertama kalian?"


"Ini anak kedua kami dokter!" Ucap Haidar buru-buru.


Dokter Louis segera pamit kembali ke klinining yang tidak jauh dari perusahaan milik Haidar.


Tanpa menunda waktu, Haidar sudah membawa istrinya ke dokter kandungan. Keduanya sangat penasaran seberapa besar janin yang sudah menghuni rahimnya.


Dokter melakukan USG dan dokter mengernyitkan dahinya. Alin yang melihat ekspresi wajah dokter dengan jantung yang langsung berdegup kencang.

__ADS_1


"Ada apa dokter? Apakah ada masalah?"


"Bukan suatu hal yang buruk. Hanya kaget saja kalian di karuniai anak kembar empat."


"Masya Allah!" Haidar begitu takjub dan Alin merasa terharu.


"Jagalah kandungan anda baik-baik nona. Bayi kembar empat sangat rawan terhadap goncangan apapun.


"Kurangi aktivitas anda karena usia mereka baru enam Minggu."


"Baik dokter! Terimakasih..!"


"Dengan senang hati. Selamat untuk kalian berdua. Selama aku menjadi dokter kandungan, baru kali ini aku mempunyai pasien seorang ibu dengan kehamilan kembar empat." Ucap dokter Gabriel.


"Sebelumnya kami sudah dianugerahi anak sepasang kembar. Dan usia mereka sudah mencapai tujuh tahun. Dan ini kehamilan kedua istriku." Ucap Haidar.


"Berarti keluarga kalian langsung ramai dengan hadirnya enam anak. Anda harus bekerja keras Tuan untuk menghidupi keenam anakmu." Canda dokter Gabriel.


"Itu sudah pasti dokter." Timpal Haidar.


Usai menyelesaikan urusan di rumah sakit itu, keduanya mencari restoran untuk makan siang.


Alin senyum-senyum sendiri sepanjang jalan. Ia tidak menyangka Allah memberinya hadiah bertubi-tubi. Dari mendapatkan Haidar, cinta si kembar dan sekarang dianugerahi


anak kembar empat.


"Ternyata benihku lebih unggul. Sekali tanam hasilnya langsung banyak." Ucap Haidar sambil mengelus paha mulus Alin.


"Sayang! Kamu lagi bawa kendaraan. Jangan iseng seperti ini! Apa salahnya menunggu tiba di rumah.


Haidar mencari tempat yang sepi untuk memarkirkan mobilnya. Ia tidak sabar ingin bertemu dengan anak-anaknya. Tubuh Alin diangkatnya ke dalam pangkuannya. Keduanya saling berciuman.


"Aku ingin melakukannya di mobil. " Pinta Haidar nakal.


"Tapi nanti ketahuan sama orang dan mereka akan mengintip." Ucap Alin cemas.


"Kaca mobil ini tidak tembus pandang dari luar. Ayolah sayang."


Ucap Haidar yang sudah membuka blazer milik Alin.


Keduanya saling berciuman dan mulai melakukan aksi panas di dalam mobil itu. Karena udara Belanda sangat dingin, mendukung aksi nekat pasangan ini.


Percintaan itu berlangsung sengit dengan tubuh keduanya setengah polos. Hingga akhirnya keduanya melepaskan cairan kenikmatan mereka masing-masing. Nafas keduanya tersengal dengan senyum mengembang pertanda mencapai kepuasan.


"Kalau di Indonesia, kita sudah di tangkap oleh Satpol-PP, sayang!" Ucap Alin.


Haidar terkekeh mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2