IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
42. Kecerobohan Alin!


__ADS_3

Istana besar milik keluarga dokter Gaes menjadi lebih sibuk dari biasanya. Nyonya Arini mempersiapkan semua makanan kesukaan cucunya, buku bacaan tentang kedokteran dan hidangan penutup mulut yang biasa di makan oleh si kembar kalau di lihat dari Chanel YouTube chef Yana.


Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan termasuk Alin yang paling bahagia diantara semuanya.


Ada Alea dan suaminya Jordi dan nyonya Arini serta dokter Gaes. Alin ingin melayani anak kembarnya dan nyonya Arini tidak ingin menghalangi putrinya yang ingin memanjakan cucunya.


Alin yang terlihat kaku menanyakan hidangan apa saja yang diinginkan si kembar.


"Maaf Tante Alin! Bunda kami selalu mengambil lauk untuk kami tanpa kebanyakan bertanya." Ucap Chiko sopan.


"Kalau kebanyakan tanya kapan makannya Tante Alin. Nasinya sudah keburu dingin dan kami tidak suka makan nasi dingin." Protes Ciky.


"Sayang! Tante Alin belum mengetahui kebiasaan kalian saat makan, jadi Tante Alin butuh waktu untuk belajar memahami apa saja makanan yang kalian suka dengan banyak bertanya."


Ucap Alea memberi pengertian pada keponakannya.


Si kembar hanya saling menatap dan menarik nafas mereka sambil menikmati makan malam mereka.


"Apakah kalian baru pertama kali menginap di rumah orang lain tanpa didampingi orangtua kalian sayang?" Tanya nyonya Arini.


"Kami tidak ingin menginap ke rumah keluarga siapapun karena tidak ingin berjauhan dengan ayah dan bunda." Ketus Chiko.


"Bagaimana dengan kakek dan nenek kalian?" Pancing Alin.


"Kami tidak menyukai mereka. Kami tidak akan pernah dekat dengan orang yang membenci bunda kami walaupun diantara mereka punya hubungan dekat dengan kami." Sahut Ciky.


"Intinya siapa yang memusuhi kedua orangtua kami, kami juga akan memusuhinya. Apa lagi mereka dengan sengaja melakukan kejahatan kepada orangtua kami, dia akan mendapatkan kebencian dari kami.


Semoga orang yang mencelakai ayahku akan mendapatkan balasan setimpal dari Allah." Balas Chiko.


Degggg ...


"Mungkin orang itu mengira dia akan bebas dari hukuman dunia walaupun saat ini polisi masih menyelidiki kasus tabrakan ayah.


Ciky memastikan orang itu akan mendapatkan hukuman dari Allah."


Geram Ciky sambil memakan kentang gorengnya tanpa ingin berhenti seakan kentang itu adalah orang yang sudah membuat ayahnya terluka.


Alin terlihat syok. Wajah si kembar berubah kelam dan itu sangat tidak enak di pandang. Dokter Gaes memecahkan suasana mencekam dengan mengajak si kembar ke ruang perpustakaan untuk melihat buku yang mereka sukai..

__ADS_1


"Habiskan makan malam kalian, om sudah menyiapkan buku-buku tentang kedokteran yang kalian sukai."


"Sebentar om dokter! Tante Alin dan Tante Alea adalah saudara kembar sama seperti kami. Tapi dari keluarga ayah bunda kami tidak memiliki keturunan kembar.


Dan kami sudah memastikan itu. Apakah orang yang tidak memiliki riwayat keturunan kembar bisa punya anak kembar, om dokter?" Tanya Ciky.


"Itu bisa saja terjadi atas kehendak Allah." Ucap nyonya Arini.


"Tidak. Kalian adalah anak...?"


"Diaaam Alin!"


Bentak dokter Gaes kepada adiknya yang terlihat sembrono.


Semuanya tersentak mendengar suara menggelegar dokter Gaes membuat Alin naik pitam.


"Aku jelas adalah ibunya me...!"


Plakkkkk..!


Tamparan keras dihadiahkan oleh nyonya Arini yang tidak tahan dengan putrinya yang selalu berbuat semaunya.


"Apa yang sedang kalian tutupi? Apakah aku tidak boleh mengakuinya? Tanya Alin sambil mengusap pipinya yang terasa sangat panas.


"Alea bawa si kembar ke ruang perpustakaan!"


"Baik mami."


"Ayo anak-anak kita ke perpustakaan!"


"Tante Alea! ada apa dengan Tante Alin. Kenapa Tante Alin selalu buat masalah?"


"Tante Alin telah kehilangan anak kembarnya. Dia sedang terobsesi pada kalian berdua. Itulah sebabnya Tante Alin terlihat sedikit tidak waras. Tolong maklumi sikap Tante Alin!"


Ucap Alea dengan wajah sendu.


"Kasihan Tante Alin. Pantas saja dia selalu menghampiri kami dan membuat keonaran di mana saja tiap kali bertemu dengan ayah dan bunda." Sahut Chiko.


"Mulai sekarang, apapun yang diucapkan oleh Tante Alin pada kalian, tolong jangan di masukkan ke dalam hati. Tante Alin sedang setress. Ucapannya kadang memicu orang salah paham dan terdengar menjengkelkan."

__ADS_1


"Kalau memang Tante Alin sedang sedih karena kehilangan anak kembarnya, mengapa Oma dan om dokter sangat kasar padanya? Harusnya lebih care dengan Tante Alin bukan menghujatnya. Apakah kekerasan bisa menghibur Tante Alin?" Ucap Ciky sedih.


"Hei! Kenapa kalian terlihat sedih, hmm?"


"Tidak tahu Tante Alea. Hati Ciky sangat sedih tapi tidak bisa dijabarkan sakitnya seperti apa saat melihat Tante Alin yang menyimpan duka di matanya.


"Tidak usah kalian memikirkan Tante Alin. Kalian di sini untuk bersenang-senang. Lihatlah! Buku-buku milik Oma dan om dokter banyak sekali. Oma dan kedua tua Oma berprofesi sebagai dokter bedah. Jadi mereka punya banyak buku yang membahas dunia kedokteran."


"Wah... Ciky mau punya perpustakaan seperti ini."


Ucap Ciky sambil membuka setiap lembar buku yang menjelaskan setiap organ tubuh manusia dengan penyakit di dalamnya dan cara penanganannya.


Begitu pula yang dilakukan oleh Chiko yang lebih tertarik membuka file dokumen yang ada di dalam komputer yang membahas ilmu patologi yang menjadi sumber di temukan segala jenis penyakit dalam setiap departemen di rumah sakit milik keluarga besar nyonya Arini.


Sementara di luar sana, Alin masih berdebat dengan ibu dan abangnya mengenai si kembar.


"Anak kembarku sudah berada di sini, sangat dekat dengan kita. Tidak ada lagi yang menghalangi aku untuk bisa mengatakan kepada mereka kalau aku adalah ibu yang telah melahirkan mereka bukan Eca." Ucap Alin sengit.


"Apakah dengan kamu mengakui siapa dirimu pada si kembar, mereka akan langsung mencintaimu? Apakah dengan cara itu kamu bisa mendapatkan cinta si kembar?" Tanya dokter Gaes.


"Aku tidak tahu tanggapan mereka seperti apa nantinya. Setidaknya aku ingin mereka tahu aku adalah ibu kandung mereka." Kekeh Alin keras kepala.


"Kamu bisa mengakuinya statusmu itu saat mereka sudah bisa diajak berpikir. Nalar mereka cukup dewasa untuk menerima


mu sebagai ibu kandungnya meraka tapi bukan di saat seperti ini, Alin.


Gunakan akal sehatmu dan juga nurani mu. Sekarang apakah kamu bisa mengatakan sejujurnya pada mereka kalau kamu telah meninggalkan mereka pada Eca pasca melahirkan?"


Deggggg..


"Jangan naif Alin. Jika ingin mendapatkan cinta anak kembarmu, dekati mereka dengan cinta bukan dengan ambisi mu untuk memiliki mereka dengan cinta bodohmu itu."


Ucap dokter Gaes menasehati adiknya yang keras kepala itu.


Alin termenung sejenak menelaah setiap ucapan abangnya yang cukup masuk akal.


"Apa yang di katakan abang ku ada benarnya juga. Aku harus lebih lembut kepada anak kembar ku.


Lebih baik mendapatkan cinta mereka daripada membuat mereka membenciku. Strategi cinta yang sangat bijak."

__ADS_1


Gumam Alin lirih sambil melangkah ke ruang perpustakaan.


__ADS_2