IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
70. Prestasi Si Kembar


__ADS_3

Pasangan Delvin dan Eca di karuniai bayi kembar berjenis kelamin perempuan. Delvin mengumandangkan adzan pada dua gadisnya dikuti Iqamah.


Kedua mertuanya Eca menggendong cucu mereka dengan penuh haru. Kini mereka sudah memiliki lima orang cucu. Tiga perempuan dan dua orang laki-laki.


"Ayah...! Kita beri nama adik bayi siapa?" Tanya Ciky.


"Caca dan Cika." Ujar Delvin.


"Keren. Berarti aku sudah punya tiga saudara perempuan dan lima saudara laki-laki." Ucap Ciky.


"Berarti keseluruhannya jumlah kami sembilan orang. Kalau kami besar, kami tidak merasa kesepian lagi seperti ayah dan bunda. Kamu akan saling tolong menolong satu sama lain." Ucap Ciky.


"Bunda harap kalau kalian sudah besar, jangan membeda-bedakan saudara tiri kalian. Tetap hormat pada papa Haidar dan bunda sebagai orangtua sambung kalian." Ucap Eca menasehati si kembar.


"Insya Allah bunda. Kami adalah kakak tertua dari ketujuh saudara kami. Chiko akan menjaga hubungan persaudaraan kami akan selalu akur sampai kami tua nanti." Ucap Chiko.


"Ayah dan bunda, tidak selamanya menemani kalian di dunia ini. Pesan bunda, jangan pernah saling membenci atau berkecil hati jika ada saudara kalian yang lebih hebat dari kalian secara finansial." Ucap Eca.


Delvin menatap istrinya. Ia tidak mengerti mengapa Eca membicarakan hal-hal yang masih terlalu jauh." Kata Delvin sedih.


"Aku hanya ingin menyampaikan apa yang sedang aku pikirkan saat ini sebelum ajal ku menjemput.


Dulu kedua orangtuaku pergi begitu saja tanpa ada pesan seperti ini pada kami hingga kakakku tidak pernah peduli dengan hidupku hingga aku merasa tidak punya saudara kandung di dunia ini."


Ucap Eca sedih mengenang kehidupannya yang penuh perjuangan.


"Bukan kakakmu meninggalkanmu, tapi takdir yang menginginkan kamu tumbuh dan mandiri seperti itu agar kamu kuat dan tidak mudah cengeng saat ditempa masalah silih berganti.


Tuhan tidak pernah keliru saat memberikan setiap ujian pada hambaNya yang ia didik sendiri agar bisa mengembangkan tugas yang lebih besar dariNya agar menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya.


Jika kamu tidak di uji sedemikian rupa, bagaimana kamu berusaha belajar keras untuk menjadi seorang mahasiswa kedokteran dan menjadi dokter hebat dan tidak mungkin Allah memilihmu untuk merawat si kembar dan mengirimmu padaku melalui anak kandungku sendiri.


Cobalah merenung dari sisi kebaikan bagaimana Allah menjadikanmu sebagai wanita hebat, sayang bukan sebagai wanita malang yang menyedihkan. Apakah kamu tidak bersyukur atas semua itu?" Ucap Delvin panjang lebar menasehati istrinya.


Ucapan Delvin mampu membuat istrinya ini terbuka mata batinnya. Ia lupa akan kebaikan Allah kepadanya setelah melalui semua ujian hingga Allah memberikan dia seorang suami yang setia dan penyayang, tampan dan kaya raya dan sekarang memiliki putra putri yang tampan dan cantik.


"Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau kufur kan." Imbuh Delvin membuat mata Eca akhirnya terasa panas.


"Maafkan aku Delvin! Aku lupa dengan kebesaran Allah yang memberikan aku banyak kenikmatan setelah melewati banyak kesedihan." Timpal Eca.

__ADS_1


"Begitulah kehidupan manusia di bumi ini sayang. Jika diberikan ujian kesulitan, dia akan menghitungnya lebih banyak sebagai penderitaannya yang ia rasakan.


Tapi ketika di berikan setiap kenikmatan duniawi, ia cenderung lupa menghitung karunia Allah itu tanpa ada rasa syukur karena ia berpikir apa yang ia hasilkan itu adalah bagian dari kerja kerasnya,


Bukan sebagai anugerah Allah yang telah membuat dirinya menjadi hebat.


Makanya Allah itu maha baik, memberikan karunia-Nya pada semua ummat manusia di bumi ini tanpa kenal siapa makhlukNya." Ucap Delvin.


"Terimakasih kasih sayang...! Aku senang bisa berbagi denganmu dalam segala hal." Ucap Eca.


"Kalau begitu, hiduplah sampai menua bersamaku hingga kita bisa melihat cucu-cucu kita nanti." Pinta Delvin.


Tidak lama, si kembar Caca dan Cika sudah diantar suster untuk menyusu pada bundanya.


Eca menatap wajah cantik putrinya yang sangat mirip dengannya.


Eca menyusui bayi kembarnya dalam keadaan duduk dan keduanya seperti sedang berlomba untuk mendapatkan makanan terbanyak yang bisa mereka sedot dari dada bundanya.


...----------------...


Seiring waktu, si kembar Ciky dan Chiko kini sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi kedokteran di Amerika ketika menginjak usia dua belas tahun.


Sementara Alin dan Haidar hanya bisa menunggu di luar gedung sambil menonton layar televisi yang di siapkan di luar gedung untuk tamu yang tidak bisa masuk ke dalam gedung karena undangan terbatas.


Saat membacakan prestasi untuk siswa terbaik dengan nilai mutlak seratus dari empat mata pelajaran jatuh pada Ciky dan Chiko membuat Alin berteriak histeris.


"Alhamdulillah... terimakasih ya Allah. Ternyata anak kembarku yang mendapatkan penghargaan terbaik dalam pendidikannya."


Tangis Alin pecah ketika melihat wajah si kembar di layar itu.


"Untuk menerima penghargaan ini, kami meminta kedua orangtuanya si kembar untuk mendampingi putra putri mereka karena gubenur DKI Jakarta yang akan menyerahkan langsung penghargaan untuk Chiko dan Ciky. Kepada wali dari Chiko dan Ciky di persilahkan naik ke atas panggung...!"


Ucap MC membuat tubuh Alin seketika menegang.


Wajah bahagia Delvin dan Eca menemani si kembar di atas panggung sana membuat hati Alin seakan teriris.


Walau bagaimanapun juga, ia ingin sekali mendapatkan kesempatan itu untuk bisa mengatakan kepada dunia bahwa dirinyalah ibu kandungnya si kembar, Chiko dan Ciky.


"Harusnya, akulah yang berdiri di sisi mereka, bukan Eca. Tapi aku hanya punya rahim untuk menampung Ciky dan Chiko sedangkan Eca punya tangan untuk membesarkan si kembar dengan hati dan jiwanya. Takdir memang kejam. Ia tak dapat merasakan bagaimana hatiku sangat sedih saat ini." Batin Alin.

__ADS_1


Haidar yang melihat istrinya hanya menatap nanar pada adegan penerimaan penghargaan, yang diberikan oleh gubernur DKI Jakarta pada si kembar, hanya bisa menarik nafas panjang.


"Sayang, aku haus. Maukah kamu menemani aku makan es campur di sebrang jalan sana."


Ajak Haidar agar Alin tidak lagi berulah karena dibakar api cemburu pada Eca.


Walaupun sebenarnya Alin sudah banyak berubah dan legowo menerima takdirnya, namun Haidar tetap kuatir dengan sikap istrinya yang mudah labil.


Alin mengikuti ajakan suaminya sambil menunggu acara itu bubar.


Setelah menunggu acara wisuda itu selesai Alin buru-buru menghampiri si kembar untuk mengucapkan selamat kepada si kembar dan ingin foto bersama dengan anak kembarnya.


"Chiko, Ciky...!" Panggil Alin ketika putra-putrinya berjalan menuju tempat parkir.


"Mama Alinnnn....!" Pekik keduanya lalu memeluk Alin dan mengecup pipi ibu kandungnya.


"Selamat atas keberhasilan kalian berdua, sayang. Mama sangat bangga pada kalian berdua."


Ucap Alin sambil memeluk tubuh si kembar secara bergantian.


"Terimakasih mama Alin. Keberhasilan kami tidak terlepas dari doa mama Alin juga." Ucap Chiko lalu mengecup kening ibunya.


Keluarga itu foto bersama setelah Alin foto bertiga dengan si kembar dan foto bersama dengan Haidar dan si kembar. Baru foto bersama dengan Delvin dan Eca.


Tidak lama datang teman-teman si kembar yang langsung menanyakan Alin pada si kembar.


"Chiky, itu ibu kandungnya kalian ya?"


Tanya Kayla sambil menunjuk ke Alin yang sedang ngobrol dengan Eca.


Degggg....


"Maaf Kayla..! Apakah kamu tidak pernah dengar bagaimana kehidupan anak-anak seperti kami yang mengalami perceraian orangtua kami ketika kami masih kecil. Dan Alhamdulillah, kedua keluarga kami masih hidup rukun satu sama lain walaupun keduanya sudah bercerai." Ucap Ciky bijak.


"Maafkan saya Ciky...! Kalau di jelaskan begini saya lebih paham hubungan orangtuamu." Ucap Kayla.


"Semoga kamu tidak begitu kepo dengan urusan dalam negeri orang lain. Karena orang yang terlalu sok ingin tahu hidup orang lain akan berimbas pada dirinya dan itu sangat tidak menyenangkan karena belum tentu kamu akan mendapatkan orangtua sambung yang sangat baik seperti keluargaku."


Ucap Ciky lalu meninggalkan Kayla yang lebih tua darinya lima tahun ini.

__ADS_1


__ADS_2