
Kehadiran Erland cukup membuat Ciky salah tingkah dan juga masih menyimpan amarah.
Selama Erland di rawat satu Minggu di rumah sakit, Ciky tidak ingin menemui Erland karena melihat seorang wanita cantik dan seksi datang menemui Erland dan langsung masuk dalam pelukannya Erland.
Erland masih berdiri mematung di tempatnya sambil menatap punggung Ciky, walaupun gadis itu enggan melihat dirinya.
Eca menyikut Delvin untuk mengingatkan ayah dari lima anak ini menyambut kedatangan tamu spesial mereka malam ini.
"Silahkan duduk nak Erland...!" Titah Delvin sambil berdiri menyambut Erland untuk duduk di sebelah Chiko menghadap ke arah Ciky.
"Kami sengaja belum makan malam untuk menunggu anda Erland."
Ucap Eca sambil memberi isyarat pada pelayannya untuk menghidangkan makan malam untuk mereka.
Masakan chef Yana yang akan memanjakan lidah mereka malam ini dengan hidangannya yang terkenal nikmat di keluarga besar Delvin.
Keluarga itu satu persatu mengenalkan diri selain Ciky yang sudah berkenalan dengan Erland.
Acara perkenalan secara formal membuat Erland merasa dirinya akan di terima dengan baik di keluarganya Ciky.
"Ayo, silahkan di nikmati hidangannya Erland."
Ucap Eca antusias bakal mendapatkan menantu setampan Erland yang berbicara lugas dan tegas seperti suaminya.
Beberapa orang anak buahnya Erland ikut menikmati makan malam mereka di pos satpam atas permintaan Eca.
Erland sangat menyayangkan sikap Ciky yang menjadi kaku dan dingin padanya. Padahal sebelumnya, gadis ini terlihat banyak bicara dan sangat hangat tanpa menjaga jarak antara mereka. Kadang tatapan mereka beradu dan Ciky selalu kembali menatap piringnya.
"Jadi, Ciky dan Chiko adalah saudara kembar, Bu dokter..?" Tanya Erland saat menutupi makan malam mereka dengan hidangan penutup.
"Iya Erland. Keduanya menempuh pendidikan yang sama dan tergolong mahasiswa jenius. Keduanya sudah membaca buku kedokteran saat usia mereka masih tiga tahun."
Ucap Eca menceritakan bagaimana tumbuh kembangnya si kembar.
"Silahkan pindah ke ruang santai...!" Titah Delvin pada semuanya.
Mereka duduk di ruang santai di tepi kolam, di mana sofa panjang berwarna biru laut dengan meja panjang yang sudah tersedia cemilan dan minuman untuk mereka.
Ciky yang terlihat gugup berjalan cepat menuju ruang santai hingga tidak hati-hati membuat gadis itu hampir jatuh dengan sepatu high heels miliknya.
Beruntunglah Erland sigap menangkap tubuh rampingnya yang mengenakan dress hitam berlengan pendek yang membuat penampilannya malam ini terlihat anggun dan menawan.
Ciky menepis tangan Erland dari pinggangnya karena begitu takut dengan ayahnya Delvin.
"Cie ...cie ...cie ..! Wajah kakak Ciky makin imut dan merah padam lho..!" Goda Caca lalu di hentikan oleh Chiko.
Semuanya mengambil tempat mereka masing-masing di ruang santai itu.
__ADS_1
Delvin mempersilahkan Erland untuk menyampaikan kepentingannya secara formal pada mereka.
"Begini om, Tante..! Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas sambutan hangatnya dan hidangan makan malamnya yang sangat nikmat yang membuat saya merasa diperlakukan sangat istimewa di keluarga ini.
Untuk itu saya datang dengan niat tulus saya penuh kerendahan hati dan tidak mengurangi rasa hormat saya pada om Delvin dan Tante Eca.
Saya Erland Hadi Billy Purwanto melamar secara resmi putri anda Ciky untuk menjadi pendamping hidup saya baik suka maupun duka. Mohon diterima pinangan saya dengan segala kekurangan saya."
Ucap Erland sambil mengeluarkan kotak cincin berlian untuk gadisnya.
Delvin dan Eca menatap sikap canggung Ciky yang terlihat murung dan tak begitu respon dengan kehadiran Erland.
"Terimakasih sebelumnya nak Erland. Om sangat bahagia ada pemuda gagah, baik dan hebat seperti kamu menyempatkan diri untuk melamar putri pertamaku.
Om sebagai ayah kandungnya Ciky siap merima kamu sebagai calon menantu kami, tapi keputusan kembali kepada Ciky, apakah ia mau menerima kamu atau tidak."
Ucap Delvin sambil menatap putrinya yang sedari tadi bungkam.
"Maaf ayah...! Ciky tidak mau."
Ucap Ciky siap mengambil langkah seribu meninggalkan Erland dan keluarganya masuk ke kamarnya.
"Apakah kamu pernah menyakiti saudara kembar ku?" tanya Chiko yang terlihat heran dengan sikap Ciky yang awalnya tergila-gila pada Erland dan sekarang berubah sinis.
"Sepertinya Ciky salah paham kepadaku om, Tante. Aku ingin menjelaskan kesalahpahaman ini agar kemarahan Ciky padaku tidak berlarut-larut."
"Apa maksudmu dengan kesalahpahaman putriku Erland...?" Tanya Delvin penasaran.
Erland menjelaskan di mana hari pertama ia dirawat, Reva datang tiba-tiba memeluknya yang membuat Ciky seketika meninggalkan mereka dengan wajah kecewa.
"Apakah kamu yakin kalau hubungan ini tidak bermasalah ke depannya bila urusan perjodohan keluargamu malah membuat hidup putriku menjadi berantakan?" Tanya Eca cemas.
"Tidak ada komitmen apapun antara saya dan Reva karena kami belum bertunangan karena saya tidak mau.
Ancaman kakek yang terus memeras saya untuk menikahi Reva agar perusahaan itu akan diberikan kepada saya dan jika saya menolaknya, maka konsekuensinya, saya akan di tendang menjadi ahli waris atas kekayaan dan perusahaan kakek jika tidak menikahi cucu dari sahabatnya itu."
Ucap Erland menyebutkan kendala terbesarnya yaitu selama ini di ancam kakeknya.
"Bagaimana sikapmu kalau ancaman kakekmu itu adalah kebenaran?" Tanya Delvin.
"Aku tidak peduli dengan harta kekayaan kakekku, om, Tante. Aku masih bisa bekerja di tempat lain karena aku juga memiliki ijasah dan skill yang baik.
Aku rela meninggalkan segalanya asal bisa hidup bahagia dengan gadis yang aku cintai dan gadis yang membuat aku jatuh cinta hanyalah putri kalian berdua." Imbuh Erland.
"Aku senang dengan prinsip hidupmu Erland. Itu baru seorang laki-laki yang ingin mempertahankan cintanya dan rela melepaskan diri dari kekayaan keluarganya.
Aku harap kamu tidak menyesal dengan keputusanmu dan lagi-lagi, aku tidak bisa memutuskan apapun hubungan ini kecuali kamu meminta sendiri pada pemilik hati yang akan menghabiskan hidupnya bersama denganmu nanti.
__ADS_1
Silahkan temui Ciky dan sampaikan dengan baik atas kesalahpahaman antara kalian!" Ucap Delvin.
"Terimakasih om Tante...!" Ucap Erland bahagia.
"Silahkan ikuti saya Erland...!"
Ucap Chiko yang ingin mengantar Erland ke kamar Ciky dan ingin menyampaikan sesuatu kepada Erland.
Erland mengimbangi langkah Chiko saat menuju ke kamar Ciky.
Mansion yang sangat luas itu, sebesar mansion milik keluarga Erland.
Hanya saja Erland memilih tinggal di apartemen miliknya karena ia tidak ingin bergabung dengan ibu tirinya dan juga saudara tirinya yang sangat jahat padanya.
"Erland...! Baru kali ini saudara kembarku Ciky berhubungan dengan seorang pria.
Bisa di bilang, ia baru menyukai seorang pria dan itu adalah kamu.
Selama ini, hidup kami hanya berkutat dengan buku dan kekasih kami adalah ilmu pengetahuan kami.
Ia sebenarnya sudah jatuh cinta padamu. Hanya saja saat ini ia sangat marah karena ketidaktahuannya atas hubungan kamu dan jodoh pilihan kakekmu itu.
Aku doakan semoga kamu berhasil meyakinkan Ciky karena saudaraku itu sangat keras kepala kalau sudah sakit hati." Ucap Chiko.
Erland hanya menarik nafas berat karena ia butuh sedikit pengorbanan untuk meluluhkan kerasnya hati Ciky.
"Baca doa dulu.. kalau mau bicara dengan gadis keras kepala seperti Ciky! Biar di mudahkan ikhtiar mu karena ini menyangkut masa depanmu.
Jangan terlalu mengandalkan kekuatan rayuan mu. Karena berhadapan dengan Ciky tidak semudah kamu merayu cewek di luar sana dengan kekayaan.
Jadi andalkan kekuatan Allah dengan doa semoga kamu di terima.
Dan satu lagi, jangan macam-macam pada saudara kembar ku itu...! Ciky bisa menendang mu keluar dari balkon kamarnya....!"
Ucap Chiko memperingatkan Erland yang lagi-lagi ciut juga nyalinya karena ilmu bela diri Ciky yang sudah ia lihat sendiri.
"Astaga.... belum apa-apain saudaranya, peringatannya sudah mencapai dua lembar pasal untuk terdakwa kasus pemerkosaan." Gumam Erland membatin.
Wajah tercengangnya terlihat jelas di mata Chiko saat keduanya berdiri di depan kamar Ciky.
Tok....tok...tok..
Cek....lek...
.....
Mohon like dan vote cinta...
__ADS_1