
Persiapan pernikahan Ciky dan Erland sudah matang. Erland yang tidak ingin melibatkan keluarga besarnya untuk pernikahannya itu, kecuali ibu kandungnya yang menjadi prioritasnya di acara sakralnya tersebut.
Keluarga besar dokter Gaes hadir dalam acara tersebut, karena dokter Gaes menjadi wali nikah Ciky.
Pernikahan itu berlangsung tertutup karena status Ciky adalah putri adopsi Delvin dan Eca walaupun secara biologis, Ciky putri kandungnya Delvin.
Hanya karena Alin hamil Ciky dan Chiko di luar nikah, maka otomatis hak wali nikah jatuh di tangan dokter Gaes sebagai paman kandungnya Ciky.
Karena sudah banyak yang tahu siapa Chiko dan Chiko di keluarga besar Alin dan Delvin, mereka tidak begitu peduli lagi dengan kisah dramatis itu.
Saat ini, hari kebahagiaan Ciky dan Erland menjadi lebih penting.
Eca dan Alin menemani Ciky saat Ciky di dandani oleh MUA.
Ciky nampak cantik mengenakan kebaya pengantin modern berwarna putih.
Alin dan Eca menatap wajah cantik Ciky sambil berurai air mata. Kedua wanita ini saling berpegangan tangan.
"Terimakasih Eca....! Sudah membesarkan putriku hingga mengantarkan nya ke jenjang pernikahan.
Aku tidak salah memilihmu untuk membesarkan putra putriku." Ucap Alin.
"Terimakasih juga Alin. Karena dua malaikat kecil itu, hidupku menjadi bermakna.
Aku tidak pernah sedikitpun menyesali diriku karena merawat dan membesarkan mereka, hingga Allah memberikan kepercayaan kepadaku untuk memiliki anak sendiri.
Tapi si kembar sangat puas mendapatkan kasih sayang dariku." ucap Eca.
"Ayo bunda...! Penghulunya sudah datang." Panggil Adam.
Kedua ibunya Ciky ini keluar untuk duduk bersama kerabat lainnya. Caca dan Cika mendampingi kakak mereka menuju penghulu.
Erland nampak terkesima saat melihat Ciky turun dari tangga menghampirinya. Tatapan itu tidak terlepas dari sang bidadari yang sesaat lagi menjadi istrinya.
Sudah duduk penghulu dan dokter Gaes yang akan menjadi wali nikah Ciky. Delvin hanya bisa pasrah saat melihat hari bersejarah putrinya, tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk putrinya.
Sudah menjadi resiko bagi dirinya karena berzina.
__ADS_1
"Maafkan aku putriku...!" Batin Delvin sambil menarik nafas.
Eca menautkan tangannya pada sang suami agar tidak terlalu sedih.
"Tidak ada yang perlu kamu sesali karena semuanya sudah menjadi bagian dari takdir. Putrimu tidak menyalahkan mu. Mereka sangat bangga memilikimu." Hibur Eca pada suaminya.
Ijab qobul di baca dengan fasih oleh Erland dalam satu tarikan nafas. Kedua saksi menyatakan sah dan doa pak penghulu dipanjatkan dengan penuh khidmat untuk keberkahan kedua mempelai.
Acara sungkeman yang terlihat sangat menyentuh hati kedua orangtua mempelai. Ciky memeluk ayahnya membuat hati Delvin begitu sesak.
"Terimakasih banyak untuk cinta pertamaku dan pahlawan hidupku, terimakasih telah mencintaiku dengan penuh ketulusan dan membesarkan aku sepenuh hati.
Apapun yang terjadi pada ayah, aku tetap menghormatimu sampai akhir hayat ku." Ucap Ciky dengan lirih.
"Sayang... putriku!"
Delvin tidak mampu lagi berkata-kata. Hatinya benar-benar perih mendengarkan tiap kalimat cinta yang disampaikan putrinya.
Kini giliran Eca yang menerima sungkeman dari putri sambungnya.
"Bunda...! Memilikimu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Cinta yang kau punya untukku tidak mampu aku balas.
Menjagaku saat aku sakit tanpa mau mengeluh, mengajarkanku tentang apa saja tanpa ada bantahan.
Duhai bundaku masih terasa pelukan hangat mu yang mempu menggoyahkan kemarahan ku saat aku disakiti orang lain, belain kasihmu seperti jimat yang mampu menenangkan ku.
Mungkin cintaku tidak sebanyak yang engkau punya untukku, namun aku mencintaimu sebesar sakit yang kau derita saat membesarkan ku sampai saat ini.
Terimakasih bundaku dan aku akan mengatakan hal yang sama seperti aku mengatakan kepada ayah bahwa aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu bundaku, penyejuk jiwaku, penguat hidupku.
Aku bersyukur kepada Allah karena telah menitipkan aku menjadi putri sambung mu. Terimakasih bunda, maafkan aku untuk segala perbuatanku yang telah membuatmu terluka.
Hanya doaku untukmu agar Allah memberikan kesehatan agar menemaniku sampai ajal memisahkan kita. " Ucap Ciky sambil terisak.
Eca tidak sanggup lagi menahan perasaannya, hatinya seperti tercabik-cabik oleh panah cinta yang ditancapkan putri sambungnya itu yang sungguh menyentuh kalbunya.
Memiliki si kembar selama ini tidak pernah menyusahkan diri nya. Dipeluknya putrinya ini, menyalurkan semua kekuatan kasih untuk putri pertamanya, begitu pula dengan Ciky yang menghamburkan pelukan pada bundanya.
__ADS_1
Delvin menghampiri istri dan putrinya, lalu ketiganya berpelukan, tangis haru para tamu undangan kala itu menjadi lautan air mata menyaksikan potongan episode dramatis keluarga Delvin.
Kini Ciky beralih ke ibu kandungnya Alin. Ciky menatap wajah wanita yang melahirkannya sesaat. Alin menahan tangisnya agar bisa mendengar ucapan Ciky untuknya.
"Mama, terimakasih sudah menampungku dalam rahimmu, menjagaku dgn segenap jiwa ragamu, menungguku dengan sabar sampai aku hadir ke dunia ini dan mau melahirkan ku penuh keberanian adalah tekad mu.
Walaupun engkau tidak membesarkan aku, tapi sedikitpun aku tidak pernah membencimu." Ucap Ciky.
"Baby....! Maafkan mama..! Semoga rumah tanggamu sakinah, mawadah warahmah...! Patuhi suamimu dan tidak perlu mengeluh keadaan rumah tangga kalian jika bisa menyelesaikannya. " Alin menasehati putrinya.
Delvin menasehati Erland secara terpisah dari putrinya.
"Erland...! Tugasku sebagai ayah kandungnya Ciky telah selesai. Aku berharap dia tidak akan membandingkan cinta dan sayangku padanya dengan cinta dan sayang yang akan kamu curahkan kepadanya.
Jika suatu saat nanti putriku mengecewakan dirimu, jangan pernah ucapkan kata-kata kasar padanya. Kalau kamu tidak mencintainya lagi. Beritahukan saja kalimat menyakitkan itu padaku, cukup aku saja yang merasakannya." Ucap Delvin.
"Insya Allah ayah ..aku tidak akan mengembalikan Ciky pada ayah. Karena dia sudah menjadi milikku untuk selamanya. Aku adalah cinta terakhirnya." Ucap Erland.
Usai melakukan ritual pernikahan. Kedua mempelai langsung menuju hotel milik papa Haidar untuk merayakan resepsi pernikahan mereka.
Acara pernikahan itu di batasi waktunya hanya dua jam. Namun Erland yang sudah tidak sabar menikmati tubuh istrinya, menggendong Ciky membuat para tamu menggoda mereka.
"Sayang pestanya belum usai. Kenapa kita meninggalkan pelaminan?" Tanya Ciky.
"Memang pestanya belum usai sayang. Tapi sudah selesai untuk kita." Ucap Erland.
"Tapi, bukankah kita mau bulan madu ke Bali?"
"Bulan madunya besok saja. Aku mau menuntaskan hasratku malam ini di hotel ini." Ucap Erland.
"Astaga.... kenapa kamu tidak sabaran sekali sayang. Padahal kita bisa melakukan bulan madunya di dalam pesawat." Goda Ciky.
"Keadaan cuaca suka nggak kompromi di atas sana. Itu akan menganggu kita. Lebih baik di sini saja." Ucap Erland.
Setibanya di kamar, Erland melepaskan semua pernak pernik apa saja yang menempel ditubuh istrinya.
Ciuman panas keduanya tidak bisa lagi terbendung. Bagaikan singa kelaparan, Erland melahap puncak kembar Ciky secara bergantian. Ciky merasakan setiap sentuhan suaminya yang akan membuat dirinya menjadi wanita dewasa yang memasuki status istrinya Erland yang siap melayani suaminya mulai detik ini.
__ADS_1
Tubuh jenjang nan mulus bak porselin itu sudah berada dibawah kungkungan nya.
"Sayang ...!" Bersiaplah aku akan masuk dengan perlahan...!" Ucap Erland.