
Baby Adam mengajak bundanya jalan-jalan di taman bersamanya. Dengan langkah tertatih-tatih yang belum begitu kuat menopang tubuhnya yang montok, ia berpegangan pada dua jari bundanya sambil berceloteh.
Sepertinya tingkah baby Adam mengikuti gaya ayahnya yang selalu mengajak Eca pagi-pagi jalan-jalan mengitari taman mansion sambil bercerita.
Entah apa yang diucapkan anak itu dengan bahasa yang terdengar aneh dan terkesan cadel.
Sekarang ia mengajak bundanya duduk di bangku taman. Lagi-lagi aksinya ini membuat Eca menahan tawa karena ia duduk bersandar pada bangku dengan kaki dilipat sementara satu tangan memeluk pinggang Eca.
Eca yang baru mengerti kalau saat ini, putranya sedang berperan sebagai ayahnya, membuat ia harus serius mengikuti gaya putranya.
Adam lalu mengambil jemari ibunya dan memainkan di atas pahanya. Itu persis yang dilakukan oleh Delvin pada Eca.
"Unda..! Kita makan yuk..!"
"Ok baby...!" Keduanya kembali ke dalam mansion menuju meja makan.
Baby Adam naik di kursi yang biasa di pakai ayahnya untuk duduk di sana. Ia meminta ibunya melayani dia seperti melayani ayahnya.
"Unda..Mam..!"
"Baby mau mam apa .?"
"Asi goyeng...pakai teloy omet..!"
"Ko baby minta makannya sama seperti ayah..?" Tanya Eca menahan tawanya.
"Baby Adam...ayah ..unda..!"
"Oh sekarang baby Adam mau jadi ayah..?" Tanya Eca dengan wajah serius.
"Hmm!"
Tanpa di sadari keduanya, adegan lucu itu direkam oleh chef Yana.
Pelayan hanya cekikikan melihat tingkah Adam. Mereka mengambil nasi goreng yang masih sisa tadi sarapan pagi dan buru-buru membuat omlet untuk Adam.
"Baby Adam ..benaran mau jadi ayah ...?" Tanya Eca sambil mengambil nasi goreng untuk putranya dengan piring yang sama seperti milik Delvin.
"Hmm...!"
"Ok ..ini nasi gorengnya baby..dan omlet nya. Apakah mau pakai saus sambal sayang..?"
Tanya Eca seolah sedang melayani Delvin.
"No..unda..anti baby sakit perut...itu pedassss..!" Ucapnya penuh penekanan pada kalimatnya.
"Tapi ayah Delvin makan pedas lho, baby..!" Ucap Eca sedikit menggoda.
"Baby Adam..adi ayah kecil ....unda..!" Kata baby Adam merayu bundanya dengan dalih jadi ayah kecil.
"Oh ... jadi, kalau jadi ayah kecil nggak mau makan pedas...?" Tanya Eca lagi.
__ADS_1
"He...he...! Iya cantik..!" Puji baby Adam meniru gaya ayahnya sambil memonyongkan bibirnya untuk dikecup bunda Eca.
Eca menyambut ciuman putranya yang penuh dengan liur.
"Astaga..! Baby..! Kamu makin buat bunda gemas deh." Tawa Eca.
Baby Adam terkekeh sendiri lalu mengerlingkan matanya pada bundanya.
Ia mulai menyicipi nasi goreng tanpa ingin disuapi Bundanya. Makannya cuma sedikit dan semuanya terlihat berantakan.
Nasi goreng itu terasa sedikit pedas menurutnya. Ia beberapa kali meneguk air, lalu menangis. Eca malah meledeknya saat ia menangis.
"Ko ayah nangis...?" Ledek Eca.
"Hiks..mhiks..Ndak mau jadi ayah agi unda. . hiks...hiks . .!"
Tangisnya makin kencang.
"Jadi, baby mau jadi apa sekarang?" Tanya Eca menggendong putranya.
"Jadi, anak unda aja..hiks .. hiks...!"
Pelayan datang memberikannya susu botolnya. Dengan cepat ia mengisap susunya dengan air mata yang masih mengembang di kelopak matanya.
Eca menidurkan putranya di kamarnya. Lama kelamaan, baby Adam akhirnya tertidur juga. Eca masih saja cekikikan mengingat adegan ia dan putranya barusan.
Sementara itu, chef Yana mengirim rekaman video itu ke Delvin. Delvin yang baru tiba di perusahaannya membuka video rekaman itu.
Delvin segera menghubungi Eca sambil mengusap air matanya saking geli nya melihat adegan lucu itu.
Eca berjingkrak mengambil ponselnya yang sedari tadi bergetar di atas meja yang ada di kamarnya.
"Hai sayang...!" Sapa Eca.
"Hallo sayang...! Apakah Delvin junior ada ..?"
"Maksudnya baby Adam...?" tanya Eca memastikan pertanyaan suaminya.
"Iya sayang. Aku sudah mendapatkan rekaman drama romantis antara junior Delvin dengan istriku Eca." Ucap Delvin sambil tertawa kecil..
"Rekaman...?"
"Iya sayang...! Chef Yana sengaja merekam adegan romantis kalian tadi pagi." ucap Delvin.
"Astaga...! Jadi adegan mesra kami di rekam sama chef Yana?"
"Iya sayang. Aku dari tadi tidak bisa berhenti tertawa melihat rekaman itu. Aku sudah menggugah di Instagram milikku. Coba nanti kamu lihat...!" Ucap Delvin.
"Sekarang kamu harus berhati-hati karena putramu sedang meniru semua gaya keseharian kamu.
Mungkin kamu hanya melihat adegan itu di meja makan, tapi sebelumnya dia sudah bermesraan denganku di taman.
__ADS_1
Dia mengajak aku jalan-jalan di taman mansion sambil berceloteh apa saja yang tidak begitu aku mengerti. Ia sedang meniru gayamu.
Ia mengajak aku duduk di bangku taman sambil melipat kakinya dan merengkuh pinggang ku. Di situ aku baru mengerti putraku sedang meniru tingkah suami ku." Ucap Eca sambil tertawa.
Pasutri ini tertawa sepanjang perbincangan mereka tentang putra mereka baby Adam.
Rupanya Instagram milik Delvin , di tonton oleh kedua orangtuanya yang sudah lama tidak pernah berkunjung ke rumah putranya itu karena belum bisa menerima Eca
sebagai menantu mereka.
Kebaikan apapun yang dilakukan Eca, tidak menyentuh hati mereka sama sekali. Hanya perbedaan kasta membuat mereka sulit menerima Eca yang awalnya mereka tidak suka Eca seorang janda anak dua namun waktu yang menjelaskan apa peran Eca untuk si kembar yang merupakan cucu kandung mereka sendiri.
Sekarang melihat cucu mereka yang sedang lucu-lucunya, hati mereka mulai tergerak untuk menemui putra dan menantu mereka.
Sebenarnya Delvin begitu sakit hati dengan kedua orangtuanya yang tidak pernah mengunjungi Eca saat Eca melahirkan dan sempat koma di rumah sakit.
Padahal nyonya Arini yang bukan siapa-siapanya Eca malah sangat menyayangi Eca. Entah apa yang masih mengganjal di hati suami istri ini.
"Oh, cucuku. Kamu sudah besar sayang..? Kamu sangat mirip dengan ayahmu bahkan seperti foto copy ayahmu."
Ucap nyonya Zoya merasa sangat terharu melihat video yang berdurasi sepuluh menit itu.
Ia pun memberi tahu suaminya dan memperlihatkan cucu kesayangan mereka yang sudah bisa berceloteh.
Rasa kesepian mereka di usia tua dengan gengsi yang begitu tinggi pada sang menantu yang nggak sederajat dengan mereka.
Melihat aksi si cucu mendorong mereka membuat keduanya segera ingin bertemu dengan baby Adam. Apa lagi sekarang mereka tahu kalau si kembar adalah cucu kandung mereka sendiri.
Saat tiba makan siang, Delvin sudah pulang ke rumahnya.
Awalnya dia ingin bercinta dengan istrinya sesuai dengan perjanjian mereka tadi pagi, namun batal dilakukan karena ada baby Adam yang sudah bangun.
Delvin yang sengaja menggoda putranya berusaha menganggu Eca.
"Assalamualaikum sayang..!" Sapa Delvin pada Eca dari kejauhan.
Baby Adam yang sedang duduk dipangkuan Eca sambil menonton film kartun kesayangannya langsung melompat dari pangkuan Bundanya untuk menghadang ayahnya.
"Angan dekat bunda akuhh...!" Pekik Adam sambil merentangkan kedua tangannya menghalangi ayahnya.
"Lho itu kan istri ayah. Kenapa tidak boleh dekat?" Tanya Delvin dengan mimik serius.
"Nda boleh ..entar ayah akalin unda..!" Unda sini..angun...diri di belakang Adam...!"
Ucap Adam menarik tangan bundanya untuk berdiri di belakangnya.
"Kenapa nggak boleh ayah dekat bunda..?"
"No....no..!" Entar ayah culik unda dari Adam.!" Ucap Adam membuat kedua orangtuanya cekikikan. .
"Astaga baby! Sekarang jadi posesif sama bunda." Ucap Eca gemas.
__ADS_1