
Bulir salju dengan tekstur yang berbeda nampak terus menyirami atap maupun jendela kamar balkon yang tidak bisa lagi dipakai penghuni hotel semenjak salju itu menapaki bumi.
Bahkan udara yang membawa angin kencang pasti disertai butiran salju hingga menghalangi pandangan mata manusia. Jika sudah seperti ini jangan harap untuk bisa menatap bintang di malam hari.
Sepasang anak manusia di dalam sana menjadi patung hidup dengan pemikiran mereka masing-masing. Satu sama lain tidak ingin mengalah entah apa yang membuat hati mereka terlalu beku sebeku es yang terbuat dari salju di luar sana.
Sebenarnya Delvin tidak tega mendiamkan istrinya terlalu lama. Namun sikap Eca yang terlalu berlebihan membuatnya kudu tega kali ini.
Walaupun begitu, hatinya juga tidak tega pada istrinya yang saat ini sedang hamil muda. Iapun tidak bisa tidur dan berulang kali menarik nafas berat.
"Eca..!" Panggil Delvin dengan suara yang sedikit keras. Namun yang punya nama rupanya sudah terlelap karena bosan dicuekin suami.
Delvin bangkit mendekati istrinya karena posisi tidur mereka terhalangi oleh baby Adam yang tidur di antara mereka.
Delvin mengecup bibir Eca yang tidur dalam posisi miring. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali seakan ia ingin membangun istrinya dengan ciuman.
Merasa tidak bangun juga, Delvin memagut bibir itu membuat Eca akhirnya membuka matanya. Ia ingin menjauhkan tubuh kekar itu dari bibirnya, namun Delvin makin menekannya.
Akhirnya Eca pasrah dan membiarkan Delvin melakukannya. "Aku tidak bisa tidur. Aku ingin kita bercinta sayang." Ucap Delvin sebagai bentuk permintaan maafnya.
Akhirnya Eca tersentuh karena sifat Delvin yang tidak ingin bermusuhan dengan istrinya, walaupun ia tahu Eca yang salah dalam hal ini.
"Aku tidak mau bercinta denganmu kalau kamu memberikan si kembar pada mantanmu itu." Kata Eca dengan raut wajah cemberut.
"Aku hanya tidak ingin kamu terus cemburu pada mamanya si kembar. Dengan mengembalikan mereka aku merasa bebas dari setiap tuduhan mu itu." Ucap Delvin tegas.
"Aku janji tidak akan cemburu lagi pada Alin, tapi aku mau pulang bersama dua anakku itu atau besok kamu akan temukan aku sudah tak bernyawa!" Ancam Eca menakuti suaminya.
"Ko Ancamannya seram banget. Emangnya nggak ada ancaman yang lebih ringan selain kematian?" Tanya Delvin.
"Puasa bercinta denganku sampai melahirkan baby kembar."
"Itu malah terdengar sangat kejam dan menakutkan. Cari lagi yang lain!" Pinta Delvin.
"Mencari suami baru." Kata Eca acuh.
"Aku akan membunuh lelaki itu!" Ancam Delvin.
__ADS_1
"Cih..! Apa lagi hukumannya?"
Eca kehabisan akal.
"Bagaimana kalau hukumannya yang lebih asyik sayang. Misalnya Setiap waktu istirahat aku pulang makan di rumah lalu kita bercinta." Timpal Delvin.
"Itu bukan hukuman tapi itu adalah permintaan. Mana ada hukuman enak-enak begitu." Ucap Eca yang sudah lupa dengan ngambeknya.
Delvin merasa kali ini ia berhasil bisa menjebak Eca dengan mengobrol hal yang nggak berguna seperti ini agar hubungan mereka kembali harmonis.
Dengan berbesar hati Eca akhirnya menyadari kesalahannya dan ia pun meminta maaf kepada suaminya.
"Delvin...!"
"Hmm!"
"Aku minta maaf, Delvin ! Maafkan aku, sayang! Maafkan atas sikap kekanak-kanakan ku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Eca penuh penyesalan.
Air mata penyesalan itu akhirnya luruh. Mata indah itu terlihat merah seakan sudah memendamnya sejak tiba di hotel.
Hanya saja gengsinya terlalu tinggi membuat ia urung melakukannya. Delvin menyeka air mata itu dan membawa tubuh istrinya dalam pelukannya.
"Kamu adalah dokter cintaku. Kamu adalah hasratku. Kamu adalah gairahku. Kamu segalanya bagiku. Tidak ada tempat wanita lain di hati maupun di benakku kecuali kau ada di dalamnya.
Jangan pernah meragukan cintaku. Hanya satu kesalahanku padamu yaitu menghadirkan si kembar untuk menyusahkan mu." Ucap Delvin yang ikut menangis.
"Aku kadang berkata apapun yang ada dipikiran, walaupun pada akhirnya aku sangat menyesalkan perkataan ku itu." Ucap Eca sedih.
"Tidak apa sayang. Setiap Rumah tangga yang terlalu tenang juga terasa hambar dan terkesan membosankan, jika tidak ada pertengkaran kecil atau selisih paham diantara mereka.
Justru adanya kerikil permasalahan diantara kita akan terasa nikmat sebagai bumbu penyedap dalam rumah tangga. Kita jadi tahu seberapa besar cinta yang kita miliki untuk kita berdua. " Ucap Delvin penuh kelembutan.
"Iya sayang! Kadang ada yang rumah tangganya terlihat baik-baik saja dihadapan orang lain, tapi tahu-tahu terdengar mereka sudah bercerai karena perselingkuhan.
Kadang kita bingung saat melihat mereka yang awalnya sangat romantis sebelumnya dan harus berakhir dengan perceraian." Lanjut Eca.
"Itu karena pasangan mereka saling mendiamkan satu sama lain dan menciptakan suasana seperti terlihat baik-baik saja, padahal mereka sedang menyimpan bara dalam sekam.
__ADS_1
Sekali ada yang memicunya, maka akan langsung meledak. Di saat itu mereka tidak bisa lagi memperbaikinya karena luka yang ditorehkan oleh pasangan mereka sudah terlalu dalam." Ucap Delvin.
"Apakah karena mereka saling menyalahkan satu sama lain, hingga tidak lagi melihat kebaikan dari pasangan mereka?" Tanya Eca.
"Iya sayang. Kadang kejenuhan saat diabaikan ketika pasangannya ingin didengarkan namun, salah satunya sibuk dengan dunia mereka sendiri.
Akhirnya pasangan mereka lebih memilih curhat pada pihak ke tiga dan pihak ketiga itulah yang menjadi setannya untuk memanasi keadaan hingga perceraian itu akhirnya terjadi." Lanjut Delvin.
"Yah kadang pihak ketiga itu entah sahabat atau keluarga sendiri yang jadi pemicunya perceraian pasangan." Lanjut Eca.
"Semoga Allah melindungi keluarga kita dari yang demikian." ucap Delvin
"Aaamiin...!"
Permintaan maaf itu berakhir dengan percintaan panas bahkan terdengar begitu menggairahkan.
...----------------...
Dua Minggu berlibur di Roterdam Belanda dengan musim salju, membuat si kembar lebih senang menghabiskan waktu mereka di rumah bersama adik bayi mereka.
Malam terakhir untuk liburan mereka kali ini dirayakan dengan pesta barbeque. Karena anggota keluarga itu tidak bisa melakukan apapun, membuat pelayan yang turun tangan untuk memasak segala sesuatunya.
Makanan yang mereka buat tidak lain mendekati masakan Indonesia. Ayam bakar madu, Ikan bakar sambal dabu-dabu dan sate ayam serta sate daging maranggi.
Dalam sekejap keluarga itu langsung menikmati hidangan itu. Haidar yang pintar main gitar mengiringi si kembar menyanyikan lagu-lagu kekinian.
Sementara Delvin sibuk menyuapkan Eca makan karena baby Adam lagi ingin tidur dipangkuan bundanya.
Baby Adam tiba-tiba berubah rewel semenjak tahu bundanya hamil lagi. Dokter Gaes yang sudah pulang duluan ke Jakarta tidak bisa cuti lama karena rumah sakitnya sedang membutuhkannya.
"Mama ..! Mungkin dua tahun sekali kami akan mengunjungi mama karena sekarang kami mempersiapkan diri untuk masuk SMP walaupun usia kami masih muda." Ucap Chiko.
"Iya mama, kami sudah mengikuti beberapa tes untuk soal-soal tingkat SMP dan nilai kami sempurna." Imbuh Ciky.
"Wah..! Anak-anak mama sangat hebat. Kalian harus bersyukur dibesarkan oleh bunda Eca yang sangat jenius.
Apapun yang bunda Eca katakan, kalian harus nurut karena itu untuk kebaikan kalian.
__ADS_1
Nah ingat jika ada yang berani iseng pada kalian, lawanlah kalau kalian merasa terdesak. Ilmu bela diri kalian sudah bagus.
Tapi jangan pamer atau unjuk gigi pada mereka kecuali kalian benar-benar terancam." Ucap Alin.