IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
56. Menuntut Keadilan


__ADS_3

Tembakan itu meleset. Alin yang benar-benar menyimpan bara dendam yang selama ini ia pendam akhirnya ingin membakar wanita di depannya ini hidup-hidup.


"Oh... Rupanya kau jalan**g! Aku kira kau sudah mati di makan cacing tanah. Kamu berhasil membuat hidupku hancur karena ingin merebut calon tunanganku, dan sekarang kamu datang untuk menuntut keadilan. Siapa yang ingin kamu tuntut Else...?"


Bentak Alin dengan wajah murka sambil melangkah mendekati Else yang tetap mengarahkan pistolnya ke arah mereka berdua.


"Kau..! kau hanya perempuan murahan yang menyerahkan tubuhmu pada laki-laki lain hingga kamu hamil anaknya tapi kasihan sekali anakmu sekarang entah ke mana." Ledek Else dengan wajah licik.


"Aku justru bersyukur hasil perbuatanku hingga melahirkan anak kembar yang sangat berkualitas dan aku telah menemukan mereka dan keduanya berada ditangan ayah kandung mereka sendiri. Sekarang apa yang sedang kamu tuntut Else?"


Tawa Alin menyeringai licik menatap wajah Else yang sudah tak terurus.


"Suamimu! Dia telah menjualku dan hidupku hancur dengan laki-laki maniak yang telah menjadikan tubuhku hanya sebagai budak se**snya.


Akhirnya aku berhasil kabur dari hidupnya dan ingin menuntut tanggung jawab suamimu itu." Teriak Else dengan tampang menyeramkan.


"Bagaimana dengan kesalahanmu padaku? Aku juga bisa menuntut mu dengan bukti yang sudah suamiku dapatkan dari pengakuanmu sendiri, bagaimana kamu telah menaburkan obat di minuman sialan itu padaku.


Aku sangat berterimakasih kepada suamiku karena telah membalaskan dendam ku kepadamu. Bagaimana hidupmu berakhir mengerikan seperti itu. Lihatlah dirimu! Kau seperti tengkorak hidup lalu di campakkan lelaki maniak itu.


Sementara aku kembali lagi bersama dengan pria pujaan hatiku dan kebahagiaan kami saat ini tidak bisa terhalangi lagi oleh siapapun. Sementara Kau hanya perempuan malang yang terjebak dalam alur kejahatan yang kamu mainkan sendiri."


"Bukankah kamu menikmatinya, setelah meneguk minuman itu dan bercinta dengan pria pujaan mu itu?" Sinis Else tertawa jahat memancing Emosi lawan bicaranya.


Haidar terus menjaga keseimbangan istrinya yang ia tahu merupakan gadis pemberani.


Tidak ingin di rendahkan lagi kehormatannya oleh Else Alin menyerang gadis itu dengan spontan membuat Else tersentak.


"Kau hanya wanita sialan...hiaaaty! Alin memutar tubuhnya dengan menendang pipi Else dengan sepatu hills miliknya.


Alin sengaja mengajak Else bicara untuk mengalihkan perhatian perempuan iblis ini.


Tubuh Else terpental jauh dengan pistol terlepas dari tangannya. Haidar buru-buru mengambil pistol itu


Dua sekuriti langsung mengamankan Else dan menyerahkan gadis itu kepada polisi yang baru datang langsung memborgol pergelangan tangan Else.


Eca dan Delvin yang baru keluar dari ruang pesta terkejut dengan banyak polisi yang sudah mengamankan tempat itu.


Mereka tidak mendengar sama sekali ada tembakan karena pistol Else itu memiliki peredam suara. Haidar memeluk istrinya dengan penuh kekaguman karena Alin terlihat begitu keren saat menendang Else dalam keadaan mengenakan gaun pengantin yang pinggirannya terbelah hingga setengah pahanya.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak apa-apa sayang?" Tanya Haidar memastikan tubuh Alin tidak terluka.


Delvin dan Eca penasaran dengan apa yang terjadi. Beruntunglah saat kejadian tidak ada tamu hotel maupun tamu undangan yang melihat pertengkaran Else dan pasangan pengantin baru ini.


Pihak keamanan hotel sangat berhati-hati menangani Else karena mereka tidak ingin membuat panik Else agar gadis ini tidak melepaskan tembakannya membabi-buta. Apa lagi sampai melukai sang pengantin.


Haidar menjelaskan secara singkat kejadian barusan pada Delvin dan Eca. Delvin tampak malu pada istrinya saat mendengar cerita Haidar.


Begitu pula dengan wajah gugup Alin yang tidak berani menatap wajah Delvin ketika membayangi lagi malam panas mereka hingga menghasilkan si kembar.


Niat Haidar hanya meluruskan masalah masalalu Alin dan Delvin. Tapi Eca terlihat tidak nyaman mendengar cerita itu.


Pasangan itu akhirnya memilih untuk mengakhiri cerita dan beralih ke cerita yang lain.


"Apakah kalian akan berangkat keluar negeri malam ini, Haidar?"


Tanya Eca.


"Kami masih ingin menginap dulu di hotel dan besok pagi baru berangkat ke Belanda." Ucap Haidar.


"Silahkan! Kami harus pulang sekarang karena si kembar dan baby Adam sedang menunggu." Ucap Eca membuat Delvin tersentak.


"Bukankah tadi sudah janji mau menghabiskan malam panas di hotel ini? Kenapa Eca tiba-tiba berubah pikiran?" Batin Delvin bingung.


"Sayang! Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Delvin terlihat cemas.


"Aku mengantuk. Tolong jangan menggangguku!" Cegah Eca yang langsung menyenderkan kepalanya dan menutup matanya.


"Kalau tadi kamu merasa sangat mengantuk seharusnya kita menginap saja di hotel, kenapa malah pulang?"


"Aku tidak bisa jauh dari baby Adam."


"Tapi ada baby sitter dan juga si kembar yang bisa menjaga baby Adam, sayang."


"Bisakah kamu diam dan membiarkan aku istirahat?"


"Baiklah. Maafkan aku. Apakah kamu mau tidur dalam pelukanku, sayang?"


"Tidak!"

__ADS_1


"Aku ingin begini saja." Ucap Eca singkat dan ketus.


"Apa yang salah dengan diriku?" Delvin merasa tidak beres dengan suasana hati istrinya malam ini.


...----------------...


Haidar memeluk tubuh mulus itu, menghirup aroma tubuh Alin yang merangsang jiwa kelelakiannya, untuk lebih dalam menikmati aroma tubuh itu.


Alin membiarkan suaminya menyentuhnya dan iapun membutuhkan awal permainan mereka dengan sentuhan demi sentuhan yang merangsang birahi keduanya.


Dari kecupan dilehernya hingga tangan Haidar sudah masuk menyentuh dada sekangnya. Alin bergumam lirih memanggil nama suaminya.


"Haidar...!


Akhhhh...uhhkkk..Des*han Alin yang makin membangkitkan gairah Haidar untuk melakukan lebih dahsyat lagi dalam ritual hubungan int*m mereka


Haidar menggendong istrinya untuk ditempatkan di kasur king size tersebut. Ia menanggalkan lengerie marun itu dari tubuh istrinya yang sudah polos tanpa ada pakaian dalam yang menutupi bukit dan lembah yang menjadi tempat yang rawan untuk di sentuhnya sebelum ia sah menjadi suaminya Alin


"Alin kamu sangat cantik sayang dan tubuhmu sangat membuatku terangsang," ucapnya lalu kembali memagut bibir sensual milik Alin.


Alin makin melenguh ketika Haidar sudah memilin ujung coklat yang terdapat di belahan dadanya. Tangannya sudah ikut menjelajah milik suaminya yang mulai mengeras.


Mungkin pengalaman pertamanya dengan Delvin membuat gadis ini sudah mulai ketagihan untuk mendapatkan kenikmatan itu bersama suaminya.


Benda pusaka itu sudah berada di ujung dalam rongga mulutnya. Haidar mengerang nikmat saat Alin makin dalam memanjakan miliknya. Kelopak matanya makin berat menerima setiap rangsangan yang di berikan Alin pada miliknya.


"Ssstt...akhhh...ssttt!" Sayang ini sangat nikmat, kamu sangat hebat melakukannya."


Puji Haidar sambil merapikan rambut Alin yang menutupi wajah cantik itu.


Haidar tidak membiarkan tangannya nganggur begitu saja, iapun menelusuri lembah sempit milik Alin yang juga nampak basah.


Tidak kuat menahan geli yang memancing kenikmatan yang hampir meledak.


Haidar menghempaskan tubuh Alin dengan kasar, membuka paha putih mulus itu lebih lebar dan mulai memasuki lembah kenikmatan milik istrinya.


Hujaman yang memabukkan ketika dua tubuh itu beradu menggapai nikmat. Alin menahan setiap getaran nikmat yang diberikan oleh suaminya hingga keduanya sama-sama mengerang dan melesakkan cairan nikmat milik mereka masing-masing untuk bertemu di rahim milik Alin.


Kelelahan tergantikan dengan senyum kepuasan di wajah keduanya. Haidar mengecup bibir Alin untuk menyampaikan penghargaan pada istrinya yang telah membuatnya menjadi lelaki sejati malam ini.

__ADS_1


"Terimakasih istriku, aku bahagia malam ini," ungkapnya tulus kepada Alin yang masih kelihatan membisu.


Haidar yang tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh istrinya terus saja mengungkapkan perasaan bahagianya, karena telah mendapatkan Alin seorang gadis yang pernah ia cintai dari masa mereka SMA dulu.


__ADS_2