IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR

IBU PENGGANTI UNTUK SI KEMBAR
73. Tujuh Tahun Kemudian


__ADS_3

Setelah resmi menjadi seorang dokter bedah yang berpengalaman mengabdi di rumah sakit di California Amerika, si kembar sekarang kembali kembali lagi ke Jakarta karena kedua orangtuanya sudah balik lagi ke Indonesia tiga tahun yang lalu karena kondisi kedua orangtuanya Delvin mulai menurun.


Keduanya ingin menghembuskan nafas terakhir mereka di Indonesia.


Karena alasan itu, Delvin menetap lagi rumahnya di Jakarta. Setahun kemudian nyonya Zoya dan suaminya meninggal dalam bulan yang sama.


Rupanya Delvin sudah menyiapkan kejutan untuk istrinya di ulang tahun mereka yang ke sembilan belas tahun.


"Sayang...! Kita mau ke mana, Delvin?"


Tanya Eca yang merasa kesal karena matanya ditutup oleh Delvin. Mereka sudah berjalan selama satu jam tapi, mobil itu belum juga berhenti.


"Tunggu sebentar sayang ...! Dikit lagi nyampe."


Ucap Delvin yang sudah memasuki gerbang utama di mana sudah banyak orang yang sedang menunggu kedatangan mereka.


Tepuk tangan dan sorak serai terdengar riuh membuat Eca tidak sabar membuka penutup matanya.


Eca tertegun melihat bangunan rumah sakit yang bertaraf internasional sudah berdiri dengan megah di hadapannya.


Di situ sudah ada anak sambungnya, Ciky dan Chiko yang memakai jas dokter mereka. Nama Rumah sakit adalah Rumah sakit Ayesha.


Eca berjalan pelan sambil tersenyum dengan air mata yang sudah mengaburkan pandangannya.


"Sayang...! Ini hadiah ulang tahun pernikahan dariku untukmu. Aku ingin kamu memiliki rumah sakit ini dibantu Ciky dan Chiko." Ucap Delvin.


"Apakah aku harus mencium kamu di sini?" Tanya Eca merasa kegirangan.


"Boleh saja sayang ..! Kalau kamu tidak malu." Goda Delvin


"Tidak...sayang! Nanti saja di kamarku. Aku ingin bergulat denganmu semalaman."


Ucap Eca lalu mengambil gunting untuk memotong pita sebagai peresmian rumah sakit itu mulai beroperasi.


Delvin tersenyum melihat tingkah Eca yang masih membangun keharmonisan rumah tangga mereka dengan celetukan-celetukan nakal yang mampu merangsang Delvin untuk selalu bercinta dengan istrinya.


Eca mempersiapkan kata-kata untuk sambutannya pada peresmian rumah sakitnya itu pada ponselnya. Ia mengetik nya dengan cepat sebelum MC acara memanggilnya untuk maju ke atas podium.


Peresmian rumah AYESHA milik Eca, berlangsung meriah. Eca menggunting pita dan melepaskan balon udara yang menandakan operasional rumah sakit mereka yang sudah siap dibuka untuk umum.


Tepuk tangan meriah terdengar di depan halaman rumah sakit itu. Ketampanan Delvin dan kecantikan Eca yang kontras membuat diantara para karyawannya sangat kagum melihat paras dan kekompakan keduanya.


"Pasangan yang serasi bukan?" Keduanya idola aku banget." Ucap salah satu perawat yang berada di deretan paling belakang dengan temannya.


"Dokter Eca ! silahkan memberikan pidato pertama anda! sebagai direktur utama rumah sakit ini dan sekaligus pemilik rumah sakit AYESHA."

__ADS_1


Pinta MC acara tersebut kepada Eca.


Eca melangkah naik ke podium dengan sangat anggun. Ia menatap semua karyawannya dan para tamu undangan lainnya yang sudah hadir hari ini, sebelum melanjutkan sambutannya.


Sesaat ia mengendalikan perasaannya yang sempat gugup dengan menarik nafasnya dengan halus. Semua menantikan pidato pertama dari wanita cantik ini dengan menatap wajahnya dengan perasaan kagum di hati mereka masing-masing.


Eca memakai blazer marun dipadukan stelan celana kulot warna senada. Bentuk tubuh ideal yang tetap terlihat seperti model membuat para perawat dan dokter lainnya merasa potongan Eca bukanlah seorang dokter melainkan seorang model papan atas.


Eca mulai membuka sambutannya dengan bacaan basmalah dan memberikan salam pembuka dan memperkenalkan dirinya kepada para tamu istimewanya hari ini.


"Assalamualaikum Wt. Wb.


Selamat pagi dan selamat sejahtera untuk kita semua.


Perkembangan meningkatnya kebutuhan pelayanan dunia kesehatan yang semakin berkualitas, cepat, tepat, dan akurat.


Mendorong institusi kesehatan untuk berbenah diri terutama meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan keberadaan alat-alat medis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan fasilitas pelayanan yang baik, sehingga kenyamanan terhadap pasien semakin terjaga.


Rumah Sakit yang diberi nama AYESHA nama dari saya sendiri sebagai hadiah dari suami saya tercinta yaitu tuan Delvin di pusat Kota Jakarta yang baru awal, di mulai hari ini akan menemani masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya dalam memberikan pelayanan di bidang kesehatan dan juga dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat diluar kota Jakarta yang beredar di perbatasan dengan kota ini.


Komitmen RS ini yaitu RS. AYESHA kota Jakarta untuk selalu meningkatkan pelayanan dari waktu ke waktu akan terus ditingkatkan, sehingga memuaskan masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan rumah sakit pusat bedah ini.


Karena bagaimanapun rumah sakit dan masyarakat adalah dua sisi mata uang yang selalu menyatu satu sama lain.


Ini merupakan komitmen pokok yang kami pegang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga  kepuasan pasien semakin meningkat yang bermuara pada meningkatnya kepercayaan masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya terhadap Rumah Sakit AYESHA Jakarta pusat ini.


Kami berterima kasih atas kepercayaan Anda yang akan menggunakan jasa pelayanan Rumah Sakit pusat bedah ini mulai hari ini akan beroperasi.


Bagi teman-teman sejawat saya agar tetap mengutamakan kepentingan pasien dalam pelayanan dan mengesampingkan kepentingan pribadi jika ada keluhan maupun umpatan yang bila mana dalam tugasnya akan mendapat serangan yang akan ditimpakan pada kita dari keluarga pasien dikemudian hari nanti sejalannya waktu.


Tetap semangat dan optimis dalam membangun rumah sakit ini. Mohon kerjasamanya dan selalu tetap berdoa setiap mengawali tugas anda karena kemampuan kita yang terbatas ini, akan dimudahkan oleh Allah ketika menjalani tugas mulia ini.


Kritik dan saran anda untuk perbaikan pelayanan rumah sakit ke depan sangat dibutuhkan.


Semoga profil singkat ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat, khususnya yang menggunakan jasa pelayanan Rumah Sakit AYESHA ini karena “Kami Melayani Dengan Hati”. Terima kasih.


Wassalamu’alaikum. Wr. Wb."


Tepuk tangan kembali terdengar ketika Eca menyelesaikan pidatonya yang begitu hebat.


Delvin melihat dan mendengar pidato Eca begitu kagum karena istrinya ini mampu menghipnotis dirinya dan para karyawan serta tamu undangan, yang memperhatikan gaya bicara dan gestur tubuhnya yang mempesona, membuat suasana sebelumnya tampak hening dan khusu saat mendengar Eca berpidato untuk pertama kalinya yang di dengar oleh suaminya.


Pidato pertamanya, bukanlah hal yang sulit untuk Eca karena dirinya sudah sering melakukan itu di setiap Iven di setiap acara yang diadakan di kampusnya.


Eca yang pernah menjadi ketua BEM di kampusnya merasa hal itu sudah biasa baginya berbicara di depan podium.

__ADS_1


Decak kagum dari mereka masih terdengar kala Eca menghampiri lagi tempat duduknya dan duduk di sebelah suami tercinta.


Mungkin sebagian orang tidak menyangka bahwa Eca adalah mantan dokter terkenal di rumah sakit milik dokter Gaes.


Karena nama yang disandangnya saat ini sudah ada dua gelar di antara nama itu, mau tidak mau mereka menerima bahwa kecerdasan Eca sudah banyak menyelamatkan nyawa banyak orang.


Acara peresmian rumah sakitnya hari ini berjalan dengan lancar. Eca menyapa satu persatu karyawannya terutama para dokter yang bertugas mendampinginya.


"Perkenalkan saya dokter Brenda." Ucap dokter cantik itu pada Eca yang kebetulan satu alumni dengan Eca.


"Mohon kerjasamanya dokter." Ucap Eca menyalami satu persatu diantara para dokter spesialis di bidangnya masing-masing.


Acara ditutup dengan makan bersama


"Sayang kamu sangat hebat hari ini, jiwa kepemimpinan mu terlihat jelas olehku baru hari ini. Aku tadi hampir tidak percaya bahwa kamu adalah istriku Eca.


Saat kamu bicara dengan anggun dan lugas ditunjang dengan berpenampilan begitu memukau hingga semua mata tertuju padamu dan itu membuatku sangat bangga padamu sekaligus sangat bahagia memilikimu, sayang."


Delvin mengecup bibir istrinya yang sedari tadi membuatnya sangat rindu.


"Sayang, itu bukan hal yang baru buatku." Ucap Eca tetap merendah di depan suaminya.


"Aku kan baru melihatnya, sayang kalau penampilan pertamamu hari ini sangat membuatku terkesan. Jadi, buat aku itu sangat amazing sayang."


Delvin melingkarkan tangannya ke pinggang Eca.


"Walaupun sudah terbiasa, tapi hari ini adrenalin ku cukup terpacu ketika bicara di depan para pejabat tinggi.


Di tambah lagi dengan rektor dan wakil rektor kampus aku yang di undang olehmu juga hari ini, hampir membuatku mati berdiri di atas podium tadi."


Eca mengeluhkan momen pentingnya hari ini pada suaminya.


"Apakah kamu tidak gugup bicara di depan banyak orang seperti ini tanpa ada persiapan sebelumnya karena ini adalah surprise untuk mu." Ucap Delvin.


"Aku sempat down tadi tapi aku tidak ingin mengecewakan mu. sebenarnya tujuan utamanya sih, menjaga nama baik kamu sayang karena peran penting kamu dalam kesuksesan acara di peresmian rumah sakit kita hari ini." Ucap Eca.


"Alhamdulillah terimakasih sayang, kamu sudah melakukan hal yang terbaik untukku hari ini." Keduanya saling berciuman di ruang kerjanya Eca sebagai CEO rumah sakit itu.


"Terimakasih suamiku untuk segalanya yang kamu lakukan untukku hari ini.


Tanpamu aku tidak bisa apa-apa. Hanya saja ada yang kurang hari ini karena ketidak kehadiran orangtuamu hari ini menjadi kesedihan besar bagiku.


Mereka lebih dulu meninggalkan kita sebelum melihat keberhasilan menantunya." Ucap Eca sedih.


"Kita cukup mendoakan yang terbaik untuk keduanya. Aku sangat lega akhirnya kamu dan anak pertama kita bisa berkerjasama menyelamatkan para jiwa yang saat ini membutuhkan uluran tangan kita membuka rumah sakit ini dengan harga terjangkau bagi kalangan kaum papah." Ucap Delvin.

__ADS_1


__ADS_2