
Carl selalu tersenyum, mengenal Alexa membuat hatinya begitu berbunga.
Beberapa hari kemudian, Carl menelpon anak Alexa untuk bertemu. Mereka pun janjian ketemu habis sekolah.
Nico terpaksa membohongi Momynya, karna jika berterus terang, dia tidak akan mendapatkan ijin.
Carl tampak menunggu Nico di luar sekolahnya, entahlah Carl merasa memiliki rasa sayang dengan anak Alexa, terasa ada kontak batin yang tak bisa di urai dengan kata - kata.
Dia pun melihat sosok bocah tampan Nico dari kejauhan.
Carl melambaikan tangannya.
"Haii...Boy..."
Nico mendekati dengan senyumnya yang merekah.
"Masuk Boy..."
Nico pun masuk ke mobil mewah itu, yang terbuka sendiri pintunya. Dan memasang sabuk pengaman.
__ADS_1
Tampak pandangan kagum dari teman - teman sekolahnya. Mulai berguncing.
Mobil yang berwarna biru itupun, mulai melaju meninggalkan Sekolah Nico.
Carl terus melajukan mobilnya, sambil bercanda dengan Nico.
Carl sama sekali tidak membahas ibunya, mereka berbicara tentang hobby Nico.
Nico yang cuek entah mengapa, memiliki rasa sayang kepada Carl seperti seorang Ayah baginya.
Tak terasa Carl sudah memasuki rumah mewahnya dan mengajak Nico masuk ke dalam rumahnya lebih kedalam lagi dan sampailah mereka di depan sebuah pintu ruangan yang tertutup tapi memiliki dua daun pintu.
Merekapun mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang tadi mereka beli di Toko pakaian khusus pakaian dan alat olahraga. Yakni baju putih satu pasang bermodel kimono yang memiliki celana yang lebar agar bebas bergerak dengan tali pengikat di perutnya. Memang baju yang biasa di pakai pemain silat.
Carl mulai memperagakan gerakan pemanasan seperti senam biasa untuk melonggarkan otot tubuhnya, setelah itu, Carl mulai memperlihatkan pukulan dasar untuk Nico, Carl pun mulai meninju dan menangkis, kemudian menendang dengan lurus ke depan dan ke samping dan mulai memberi tendangan sambil berputar. Carl memperagakannya dengan gerakan lambat, sedang, bahkan gerakan yang sangat cepat. Nico sungguh sangat kagum, sampai mulutnya terbuka, gerakan Carl begitu halus dan lincah dan gesit dan penuh kekuatan. Nico seperti melihat adegan biasa di lihatnya di film laga. Tubuh Carl begitu ringan dan sangat halus gerakannya, tapi sungguh mematikan. Tinjunya sangat cepat dan saling berganti dengan cepatnya, sungguh pemain silat yang mungkin sudah level tertinggi. Guru silatnya saja tidak ada apa - apanya dengan paman bernama Carl ini. Sungguh Nico sangat kagum dan selalu bertepuk tangan.
"Prokk...prokk....waaah...hebat..."
Nico terus bertepuk tangan dan memberi pujian pada Carl.
__ADS_1
Carl sudah mulai berkeringat dan mulai mendekati Nico dan mengajarinya cara senam pemanasan dulu, dengan gerakan ringan melonggarkan sendi seperti olahraga senam seperti biasanya, jika seseorang atlit ingin berlatih pasti akan pemanasan dulu, kemudian setelah itu, melakukan ritual silat seperti, meninju dan cara menangkis serta tendangan lurus.
Cukup lama mereka latihan dan beberapa kali istirahat.
Nico begitu menyukainya, Karna Carl mengajarkan dia dengan tutur kata yang lembut dan penuh support dan membantu Nico dengan langsung memegang dan mengarahkannya.
"Ayo...Boy..
Waah kamu hebat boy ! Aku menyukaimu Boy..
Yaah .seperti itu Boy...Kamu sungguh jago Boy..I am very like you Boy..
Terus Boy...!! kamu pasti bisa...
Oooh Boy...kamu Bocah tertampan dan terhebat yang pernah kutemui, jika aku wanita muda, kupastikan aku akan mengejar mu Boy..!!"
Nico pun akhirnya tertawa, Carl sungguh pandai membuat hatinya bahagia.
Bersambung
__ADS_1