
Begitupun keluarganya yang ada di luar ruangan, berteriak kegirangan dan saling berbagi pelukan. Karna penerus mereka telah lahir dengan selamat.
Didalam ruangan operasi, Dokter yang langsung menyerahkan ke perawat untuk di bersihkan, setelah mengangkat dan memperlihatkan nya sejenak pada Ayahnya.
Andre tertawa bahagia, melihat bayi nya yang berjenis kelamin pria, begitu tampan dan berkulit putih bersih seperti mereka berdua. Tapi tetap tidak meninggalkan Istrinya, tetap memegang jemari Istrinya.
Andre pun mencium kening Istrinya, dengan air mata yang telah banjir membasahi kedua Pipinya.
Istrinya masih belum sadar, karena masih dalam pengaruh bius oleh Dokter.
Dokter pun, mulai menutup luka, dengan memberikan beberapa jahitan di bagian jalan keluar bayi Ae Ri.
Satu jam berlalu dengan perasaan yang campur aduk, antara bahagia, resah, khawatir dan sedih yang dialami Andre, telah berhasil terlewati.
Ae Ri pun sudah selesai di tangani oleh Dokter Cantik yang melakukan operasi Caesar pada Ae Ri.
Perawat pun mendorong ranjang troli yang ditempati Ae Ri berbaring, membawanya keluar ke arah kamar yang sudah di pesan Andre. Ruangan VIP, di rumah sakit tersebut
Semua keluarga pun mengikutinya.
Ae Ri masih tertidur dalam pengaruh bius.
Semua keluarga sudah berkumpul di dalam kamar VIP yang cukup luas. Ada kursi sofa di dalam ruangan tersebut, kulkas besar dan televisi yang besar.
Ada kedua Kakek mereka, Ayah dan Ibu Andre serta Ayah Dan Ibu Ae Ri, semua tampak sangat bahagia. Setelah melihat Ae Ri dan memberinya ciuman di keningnya, merekapun keluar ruangan untuk melihat penerus mereka, di ruang perawatan bayi.
Andre tetap menemani Istrinya dan selalu mencium tangan dan keningnya.
Ae Ri mulai mengerjabkan kelopak matanya perlahan, Andre sangat bahagia.
__ADS_1
Ae Ri yang sudah dipasangkan selang infus di tangannya, menatap Suaminya dengan senyuman.
Andre pun mengecup tangan Istrinya.
"Sayang...Putra kita sangat tampan dan sehat sayang."
Ae Ri tersenyum bahagia, mendengar kalau anaknya baik - baik saja dan sehat.
"Alhamdulillah sayang...aku sangat bersyukur mendengarnya, Kemana semua orang sayang..?"
"Bersabarlah sayang, sekarang posisi kita sudah tergantikan oleh bayi tampan kita sayang, semua keluarga tidak akan melihat kalau kita ada juga di sini, semua mata dan perhatian mereka hanya pada bayi kita saja sayang. Saat ini sayang...belajarnya hidup dengan saingan sayang."
Ae Ri tersenyum geli, Kata - kata Suaminya sungguh menggelikan.
Andre pun tertawa dan memberi kecupan beberapa kali di bibir istrinya, dengan lembut dan mesra.
Tampak kedua Kakek berdebat.
"Bukankah dia mirip sekali denganku..."
Kata Kakek Andre.
"Enak saja kamu, mata mu itu rabun, jelas - jelas wajahnya mirip denganku...!"
Kata Kakek Ae Ri tak mau kalah.
"Aku lebih tampan darimu, tidakkah kamu lihat wajahnya sangat tampan."
Kata Kakek Andre lebih sengit lagi, mempertahankan kalau Cucunya sangat mirip dengannya.
__ADS_1
"Apa kamu bilang, ? Apa mata mu masih kurang jelas, bukankah wajahnya begitu manis, semanis wajahku."
Kedua anak mereka pun langsung datang menengahi perdebatan sengit mereka, yang kekeh dengan pendapat masing - masing.
"Ayah...coba perhatikan Cucu ku Ayah, bukankah dia sangat tampan dan manis."
Kata Ayah Andre memuji ketampanan Cucunya
"Iya Ayah, benar kata Ayah Andre. penerus kita memiliki wajah setampan dan semanis kedua Kakeknya."
Semuanya pun akhirnya terpingkal dan terbahak bersama.
"Hahahaha....."
Pecahlah tawa mereka semua.
Semua pun tertawa bahagia melihat calon penerus mereka yang sangat tampan.
Mereka sangat lama memperhatikan penerus mereka, dan akhirnya mengingat Ae Ri. Mereka pun meninggalkan tempat cucu mereka dan berjalan bersama ke ruangan VIP Ae Ri.
Sesampai disana merekapun sangat bahagia karna Ae Ri juga tampak sehat dan bahagia.
Malamnya di kamar Ae Ri, perawat datang membawakan bayi mereka.
Semua bahagia bisa bersentuhan langsung dengan bayi tampan Andre dan Ae Ri.
Bayi mulai marah dan menangis kencang karena di ganggu dan merasa sangat kehausan.
Bersambung.
__ADS_1