Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
Bab 52. Apa Sudah Cukup Pembayarannya Nona Muda.


__ADS_3

Andre menatap Ae Ri dengan tatapan sendu.


"Mengapa kamu begitu menginginkan aku untuk mencium bibir kamu..?"


"Maaf....., aku hanya ingin mendapatkan sedikit bayaran kecil, Karna telah mengandung anak kamu..."


Andre tersenyum kecil, kemudian banyak dan terpingkal, kata - kata Ae Ri sungguh sangat menggelikan di telinganya.


"Hahaha...haha...kamu sangat menggemaskan Ae Ri, kamu benar kamu harus mendapatkan bayaran kecil untuk itu."


"Ae Ri tersipu malu, dia tidak menyangka kata - kata nya yang memalukan itu, membuat Andre tertawa lepas."


Ae Ri pun memberanikan diri memanyungkan


bibirnya.


"Cepatlah melakukan pembayaran anda Tuan Besar..."


Andre terpingkal dan memajukan wajahnya dan mengecup ringan bibir Ae Ri, Tapi itu cukup membuat dada Ae Ri, berdebar kencang.


"Apa sudah cukup pembayarannya Nona Muda"


Kata Andre yang merasa gemas melihat tingkah Ae Ri yang menggelikan dan entah mengapa dia melihat wajah Ae Ri, semakin cantik dan menggemaskan di matanya, setiap harinya.


"Kayaknya sangat sedikit pembayarannya Tuan Muda..."


Andre tersenyum dan duduk di samping Ae Ri, dan menopang leher belakang Ae Ri, dengan telapak tangannya. Mulai mendekati bibir Ae Ri dengan bibirnya, mulai mengecup


bibir Ae Ri lembut dan bibir Andre mulai menyentuh bibir Ae Ri kembali dan menghisap bibir atas Ae Ri, kemudian berganti menghisap bibir bawah Ae Ri dengan lembut, Andre pun tak bisa menutupi


perasaannya jika saat ini, hatinya pun berdenyut indah.


Ae Ri pun tak menyiakan setiap tangkapan bibir Andre yang memabukkan jiwanya, di bibirnya.


Ae Ri pun menyambut hisapan bibir Andre dengan membalas menghisap bibir Andre dengan lembut. Mereka saling menghisap dengan lembut.


Andre tidak bisa membohongi dirinya, dia mulai menyukai ciuman itu, rasa mencium itu, sudah seperti rasa jika dia berciuman dengan Alexa. Terasa nyaman dan menyejukkan hatinya. Andre tak mau menyukai Ae Ri, hatinya akan tetap mencintai Alexa, dan akhirnya dia tersadar dan menghentikan ciumannya.


"Aku...mau tidur dulu yah, aku sangat lelah..."


Mereka berdua menjadi canggung, Ae Ri hanya bisa tersenyum malu dan mengangguk.

__ADS_1


Andre pun berbaring dan Ae Ri memperbaiki selimut Andre, dan berjalan keluar kamar


mereka.


Ae Ri tersenyum dan berjalan keluar kamar itu, dan mulai jingkrak kesenangan sambil menutup mulutnya agar tidak terdengar suara riangnya, mendapatkan ciuman yang sangat membahagiakan baginya.


"Aaaahhh....akhirnya dia menciumku...Aaaahhh...semoga aku dan Andre juga bisa mengulang hubungan satu malam kami yang membuatnya menikahi ku, akan terulang lagi....Aaaahhh....Ae Ri...kamu sungguh mesum...Aaaahhh....!!!"


Ae Ri terus berjingkrak kegirangan.


Sedangkan Andre tidak bisa tidur, mendengar suara pintu kamar nya tertutup. Dia membuka matanya, dan menoleh ke arah pintu. Ae Ri sudah tidak terlihat, menghilang di balik pintu.


Andre mengusap bibirnya dengan lembut, bayangan berciuman dengan Ae Ri mulai berputar ulang di benaknya. Wajah tampan itu kemudian tersenyum dan tersipu malu.


"Mengapa aku bertingkah seperti bocah yang baru jatuh cinta.!!


"Apakah aku sudah mencintainya dan mulai melupakan Alexa ..?


"Tapi aku masih sangat mencintai Alexa, tapi Ae Ri adalah ibu dari anakku..."


Andre pun berbalik dan menutup kepalanya memakai bantal, dan mulai depresi.


Kata Andre dengan nada pelan.


Sementara di luar sana, Ae Ri masih seperti orang tidak waras. Tertawa dan tersipu malu, menutup wajahnya.


Tiba - tiba telponnya berdering.


Ae Ri mengambil ponselnya, dan melihat nama kakek nya di ponselnya.


Ae Ri pun berjalan menjauh dari kamar pribadi mereka.


Ae Ri mengangkatnya.


Ae Ri


"Halo kakek...Apa anda sehat kakek..."


Kakek Ae Ri


"Iya cucuku sayang ..bagaimana kabar Andre, apakah dia sudah melirik mu sebagai wanita cantik di hatinya sayangku..?"

__ADS_1


Ae Ri


" Aaahhh...Kakekku sangat bawel..."


Jawab Ae Ri manja.


Kakek Ae Ri


"Sayang...kamu harus cepat mendapatkan hatinya, kami sungguh tidak sabar menunggu cucu darimu sayang..."


Ae Ri


Ae Ri menjadi terharu, matanya mulai berkaca - kaca.


"Andai kalian tahu, kalian sudah tidak akan lama menimang cucu dari kami, kalian pasti senang ..tapi kakek... kelahiran cucu mu ini, akan membuat kami berpisah kakek...."


Ae Ri hanya bisa meratap pedih dalam hati.


"Sudah yah kakek...aku mau meeting..."


Ae Ri segera menutup sambungan ponselnya, air matanya tidak dapat terbendung lagi, diapun masuk ke kamar lain, dan menguncinya dan menangis sepuasnya.


"Bagaimana nasib anakku nanti, ? walau Andre tetap memberi kuasa penuh untuk aku untuk membesarkan anak ini kelak, dan mendapat tunjangan perhatian darinya, dan materi dari Andre, tapi melihatnya di miliki orang lain, rasanya aku mau bunuh diri saja."


Ae Ri mulai menangis sesenggukan.


"Hik..hik..hik..hik...Mengapa nasibku begitu malang...?"


"Aku benar - benar akan kehilangan kamu Andre...hik..hik..hik..hik..."


Ae Ri terus menangis, kebahagian nya yang tadi dia rasakan setelah mendapat ciuman Andre, walau bukan yang pertama kalinya, Karna malam itu, Andre telah memberikan ciuman yang sangat banyak untuknya, sewaktu Andre merenggut mahkotanya, karna berpikir dia adalah Alexa. Tiba - tiba kebahagiaan itu, telah sirna dan berganti kepedihan. yang sangat mendalam.


Ae Ri terus menangis pilu, dan memuaskan dirinya menangis karna kamar itu kedap suara, takkan ada yang mendengarnya.


Ae Ri hanya bisa duduk di lantai, bersandar di pintu dan terus menangis sepuasnya.


Cukup lama dia dalam keadaan itu, Ae Ri terus menangis.


Ae Ri tersadar dia tidak boleh terlalu lama menangis, karna matanya akan bengkak. Diapun masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2