
Alexa begitu terpukul dia terus menangis, badannya terguncang, dia sangat sedih dan sudah sangat mencintai Carl
"Bagaimana aku harus menjauhinya."
Mona datang dan duduk di samping sahabatnya. Dengan berlinangan air mata Alexa memeluk Mona.
"Mona..Apa yang harus aku lakukan, huhuhu...huhu...aku sudah sangat mencintai Carl, tapi kamu tahu, Nico juga segalanya bagiku. Huhuhu....huhu..."
"Sabar Alexa, jika Carl memang jodohmu kalian pasti akan bersatu nantinya, hindari dulu Carl, jika dia memang sangat mencintai kamu, dia pasti berjuang untuk kamu dan Nico."
Alexa hanya bisa terus menangis.
Mona membawanya ke kamar, dia menyuruh Alexa berbaring. Ponselnya berdering, di layarnya ada panggilan dari Carl. Alexa tidak memperdulikannya, dia hanya bisa terus menangis.
***
Di tempat lain, Carl jadi sangat khawatir, kekasihnya tidak mau mengangkat ponselnya bahkan chat nya pun tak di balasnya. Setiap jam Carl menelpon dan dia pun sangat khawatir, bahkan Nico pun, tidak mengangkat panggilannya dan membalas chatnya. Carl semakin khawatir.
"Apa yang terjadi dengan kesayangan ku, aku harus kerumahnya."
Setelah mandi dan berpakaian rapi, Carl pun keluar ke bagasi mobilnya dan segera naik dan melajukan nya, ke arah rumah Alexa.
Beberapa puluh menit kemudian Carl sudah memasuki parkiran mobil Alexa dan segera masuk dan memencet bel. Seorang pelayan separuh umur membukakan pintu. Dan cukup kaget melihat wajah pria itu yang sangat mirip dengan Almarhum Tuannya, Almarhum Suami Nyonya Alexa.
Carl menanyakan tuan nya kepada pelayan itu.
"Apa Nyonya kalian ada di rumah."
Pelayan membungkuk hormat.
"Ada tuan.. di kamarnya."
"Tolong sampaikan padanya kalau Pak Carl sedang ingin bertemu dengannya."
__ADS_1
"Baik Tuan...silahkan masuk."
Pelayan itupun masuk dan Carl duduk di ruang tamu.
Pelayan itu sampai di juga di depan kamar nyonya dan langsung mengetuk daun pintu Alexa, tak lama datang Mona membukakan.
"Ada apa Bibi...."
"Anu...Nona...ada pria yang mirip Almarhum Suami Nyonya Alexa di ruang tamu."
Mona berbalik dan langsung berpandangan dengan Alexa, dan Alexa pun memberi kode Mona agar dia saja yang menemui Carl.
Mona menarik nafas panjang dan keluar dari kamar Alexa, menuju ruang tamu.
Mona melihat seorang pria yang sangat tampan, sedang duduk dengan raut wajah khawatir.
Carl menoleh dan mereka saling berpandangan.
"Apakah mereka saudara kembar'...?"
Hati Mona gelisah, shock dan bimbang.
Carl berdiri dan mulai menyapa.
"Nona...Apa Nona Alexa, baik - baik saja Nona, bisa aku bertemu dengannya."
Mona datang mendekati Carl, dan duduk di sampingnya. Carl semakin kebingungan dan menjadi sangat khawatir, melihat Rona wajah gadis cantik itu, kelihatan begitu sedih.
"Ada apa dengan kesayangan ku, aku jadi sangat khawatir."
Hati Carl semakin gelisah dan bertanya - tanya.
"Nona...tolong jelaskan padaku, apa yang terjadi pada Nona Alexa.."
__ADS_1
Mona memandang Carl intens.
"Aku ingin bicara, tapi di luar saja. Ada yang sangat penting ingin aku bahas dengan kamu."
"Maaf aku bingung.."
Kata Carl sangat kebingungan.
Mona berdiri.
"Ayo ikutlah dengan aku. Semua akan ku jelaskan disana. Kita ke Cafe yang terdekat dengan tempat ini."
Mona melangkah keluar, Carl hanya bisa melongo kebingungan.
Mona berbalik.
"Tidak usah bingung, nanti aku jelaskan di sana."
Carl dengan wajah sangat kebingungan, mengikuti Mona keluar dari rumah Alexa.
Mona berdiri di samping mobil Carl.
"Aku naik di mobil kamu saja yah."
Carl pun langsung membuka pintu mobil nya di sebelah nya. Mona langsung masuk duduk dan Carl pun menyusul masuk duduk dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia sangat bingung dan sangat penasaran, dan juga sangat khawatir pada kekasihnya.
"Apa yang sedang terjadi sayang, ?
Mengapa hati aku sangat sedih saat ini ?
Carl pun sangat murung, dan mulai melajukan mobilnya ke arah Cafe yang tidak jauh dari kompleks rumah Alexa.
Bersambung
__ADS_1