
Cukup lama Ae Ri menenangkan diri di kamar itu, setelah mencuci wajahnya diapun berbaring di kasur itu dan tertidur.
Sore merangkak terus menjadi malam, Suara ketukan pintu membangunkan Ae Ri.
Ae Ri terbangun dan segera berjalan membuka pintu kamar dan melihat wajah tampan Suaminya tersenyum.
"Mengapa tidak tidur bersamaku sayang..?"
Ae Ri tersenyum.
"Kamu kelihatan lelah jadi aku tidak ingin mengganggu kamu sayang..."
"Aku lapar sayang...temani aku makan..."
Andre mulai bucin dan mengelus perut Ae Ri.
"Temani papa makan juga yah sayang..."
Ae Ri hanya tersenyum.
Andre merangkul pinggang istrinya dan melangkah ke ruang makan.
Sesampai di ruang makan Ae Ri pun sibuk mulai mengambil piring, dan mengambilkan makanan Suaminya seperti biasanya, dia sangat telaten mengurus Andre.
Mereka pun makan dan saling melempar senyuman.
Pelayan pun datang membereskan dan membersihkan meja makan.
Setelah makan mereka pun berjalan ke ruang keluarga untuk menonton TV seperti biasanya.
Mereka pun duduk berdampingan Ae Ri memberanikan diri, menyandarkan kepalanya di bahu Andre.
Andre membawa tangannya merangkul Ae Ri dan memperbaiki posisi kepala Ae Ri bersandar di dadanya.
Ae Ri pun memeluk perut Andre.
Andre sesekali mengecup ubun - ubun Ae Ri, dan jika Ae Ri mendongakkan kepalanya, Andre pun mengecup keningnya.
Mereka seperti terlihat sebagai pasangan Suami Istri yang saling mencintai. Walau Andre selalu menjauhkan perasaan untuk menyukai Ae Ri, tampa dia sadari kalau cinta selalu akan datang tiba - tiba tampa permisi, dia tidak menyadari kalau benih cinta itu, sudah tertanam di hatinya, sisa menunggu
benih itu tumbuh semakin besar di hatinya.
Andre mengelus bahu Ae Ri.
__ADS_1
"Ae Ri... Maaf jika suatu saat nanti kita benar - benar bercerai. Aku janji kita akan tetap jadi sahabat yang baik, untuk membesarkan anak kita, dia tidak akan kehilangan kasih sayangku."
"Andre...bisakah aku meminta tolong kepada kamu ?"
Ae Ri menatap Andre dengan mata yang berkaca - kaca.
Andre tersentak dan mencium kening Ae Ri.
"Maafkan aku sayang, jika aku menyakiti hati kamu, aku cuma tidak ingin kamu membenciku suatu hari nanti, karna meninggalkan kamu sayang."
"Aku sudah sangat menghafal dialog itu Andre, setiap kali kamu mengatakannya, kamu membuatku sangat sedih, air mataku sudah sangat banyak yang tumpah, karna kata - kata itu.
Cinta tak semudah itu, bisa kita hilangkan Andre, sebagaimana pun yang kita cintai menyakiti hati kita."
Ae Ri tidak mampu lagi menahan tangisnya, dia menangis sesegukan.
"Hik..hik..hik....."
Andre merasa sangat bersalah dan memeluk Ae Ri.
Andre terus mengelus bahu Ae Ri, dan terus mencium keningnya.
Ae Ri menangis sepuasnya menumpahkan kesedihan hatinya.
Setelah kesedihannya sedikit mereda, Ae Ri melanjutkan kata - katanya.
"Andre aku tahu kamu juga akan menceraikan aku, tapi tak bisakah kamu memberiku kenangan indah selama anak ini masih di dalam kandunganku, jika aku harus terluka jika anak ini nanti lahir dan kamu menceraikan aku, setidaknya aku bisa melanjutkan hidup dengan kenangan indah sewaktu kita bersama. Itu adalah bayaran yang setimpal untukku.
Mendapatkan hakku selama kamu masih menjadi Suamiku, aku menginginkannya. kamu seharusnya melengkapi hakku secara lahir dan batin. Walau kamu tidak mencintai aku, tapi setidaknya aku pernah memilikimu seutuhnya sebelum kamu meninggalkanku...
Ae Ri kembali menangis.
Hik..hik..hik...aku merasa lebih rendah dari wanita penghibur, mengatakan hal ini. Hik..hik..hik..hik..."
Ae Ri pun kembali menangis, setelah menumpahkan semua hal yang ingin di ungkapkan nya. Dia sangat malu telah mengungkapkannya.
Andre sangat terharu mendengar ungkapan hati Ae Ri.
Diapun mulai berperang dengan dirinya sendiri.
"Apa kekurangan wanita ini.., ? dia sangat baik kepadaku. sangat mencintaiku, sangat menghargai aku, dan dia ibu dari anakku..."
"Mengapa aku harus menyakiti hati wanita yang sangat baik dan lembut ini, dia benar...dia sudah menjadi istriku dan dia berhak mendapatkan mendapatkan diriku lahir dan batin, tapi karna keegoisanku menyakiti hatinya.
__ADS_1
Apa yang aku berikan ? Tak satupun yang aku berikan kecuali keegoisanku saja.
*Apa yang aku harapkan pada Alexa, ? dia sudah menolak ku dan hanya berpura - pura mencintai ku, dan lelah bersandiwara cinta denganku...dan telah mengaku padaku, tapi
Mengapa aku masih mengharapkan nya..?
Sedangkan ada wanita di dekatku, yang selalu setia denganku, tulus mencintai aku, setiap hari dan aku hanya selalu menyakiti hatinya.
"Kurang apa dirinya...? Dia gadis yang begitu cantik, baik hatinya dan mencintaiku,
Mengapa aku begitu bodoh ?mengacuhkannya, bahkan selalu menyakiti hatinya.
Andre pun meneteskan air mata penyesalannya. Andre mendekap tubuh Ae Ri dan mencium ubun - ubun Ae Ri. Mereka berdua pun larut dalam kesedihan masing - masing.
"Maafkan aku Ae Ri, apa yang kamu katakan itu semua nya benar, akulah yang salah...Maafkan aku sayang...mulai sekarang aku akan memberikan hak kamu sebagai istriku mulai hari ini."
Ae Ri tersentak dia berhenti menangis dan menatap wajah Suaminya dengan tatapan kebingungan.
Andre mengusap kedua pipi Istrinya
"Mulai hari ini...aku adalah milikmu seutuhnya...mari kita membuat kenangan indah bersama, sesuai keinginan kamu..."
Air mata Ae Ri Kembali mengucur dengan derasnya.
"Makasih Andre kamu sangat baik kepadaku, aku janji jika anak kita lahir, aku akan ikhlas dan bersedia bercerai dengan kamu, agar kamu bisa kembali pada Alexa yang kamu cintai."
Andre tersenyum.
"Kamu harus berdoa agar aku tak kembali kepadanya, dan mempertahankan aku sekuat tenaga kamu."
Ae Ri bertambah bingung, kata - kata Andre belum bisa dia cerna dengan baik, dia hanya bisa memeluk Andre kembali.
"Apa kamu tidak mengerti dengan apa yang aku katakan.?
Goda Andre.
Ae Ri kembali kebingungan dan melepaskan pelukannya kepada Andre, dan menatap Suaminya dengan tatapan kebingungan.
Andre hanya tertawa dan memeluk Ae Ri kembali.
Didalam hatinya Andre berjanji akan mulai menumbuhkan rasa cintanya pada Ae Ri dan berusaha melupakan Alexa.
Mereka pun kembali menonton Televisi, wajah keduanya tampak sangat bahagia dan sangat ceria, hari esok akan selalu menghias kebahagiaan di wajah mereka berdua, dan segala kesedihan akan hilang dan akan tergantikan dengan kebahagiaan yang akan menghiasi hari hari mereka, menyambut masa depan yang ceria dan gemilang.
__ADS_1
Bersambung.