
Zackly pun terpingkal.
"Hahahaha...hahaha...Kamu benar sekali Carl. Cepatlah kalian pulang, aku ingin menikmati bulan madu dengan Istriku."
"Dasar otak mesum..."
Kata Mona kesal, Alexa pun membela sahabatnya.
"Sepertinya lelaki sama saja, mereka mencintai tubuh kita saja Mona."
"Benar sekali Alexa, Sepertinya kita hanyalah mesin pencetak anak untuk mereka."
Kata Mona kesal.
Sadar kedua Istri kesayangan mereka mulai marah, mereka segera memeluk istri mereka, dan merayunya.
Cukup lama mereka merayu, akhirnya mereka pun tertawa bersama.
Setelah berbincang cukup lama, Alexa dan seluruh keluarga besarnya pun segera pulang, begitupula dengan keluarga besar Mona dan Zackly.
Alexa sekeluarga segera minta pamit kepada mereka juga, keluarga besar Mona dan Zackly.
Ayah dan Ibu Mona, memeluk Alexa dengan erat. Alexa sudah lama bersahabat dengan Mona. Bagi mereka Alexa sudah seperti anak kandung mereka juga.
Alexa pun menyambut pelukan itu dengan sangat erat pula.
Setelah itu Alexa dan keluarga besarnya mulai bersalaman juga, dengan keluarga besar Mona dan Zackly.
__ADS_1
Mereka pun pulang dengan senyum, yang selalu terhias dari wajah mereka.
Keluarga besar Mona dan Zackly pun kembali ke peraduan masing - masing.
Zackly pun membawa Istrinya ke kamar pengantin mereka yang sudah mereka booking, dan sudah di hiasi, dengan perhiasan bunga yang warna - warni dan hiasan lainnya.
Suasana kamar yang sangat indah, dengan nuansa putih dan merah.
Mona pun masuk ke kamar mandi, membersihkan riasan wajahnya.
Zackly pun menyusul Istrinya, dan membersihkan wajahnya juga.
Mona tampak masih malu, dan sedikit ketakutan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai Istri.
Mona adalah gadis perawan, dan dia tahu bahwa dia akan mengalami sakit yang luar biasa, jika Suaminya akan melaksanakan tugasnya sebagai Suami.
Mona terus mencuci ulang wajahnya, dan mulai menggosok giginya.
Zackly datang dan memeluknya dari belakang.
"Malam ini, kamu adalah milikku seutuhnya sayangku..."
Kata Zackly dengan suara berat, mulai terbakar hasrat lelakinya.
Mona tersenyum dan terus menggosok giginya.
Zackly terus memeluk dan mulai mencium bahu istrinya yang terbuka, mulai membuka resleting gaun pengantin bagian belakang Istrinya.
__ADS_1
Hati Mona semakin berdetak kencang.
Zackly terus mencium leher jenjang Istrinya, terus ke bawah mencium punggung Istrinya, yang putih bersih, terus mengecupnya dengan lembut.
Mona hanya bisa pasrah, masih menggosok giginya.
Tubuhnya terasa meriam dan terasa ada aliran listrik menjalar di tubuhnya, berjalan seperti aliran darah dalam tubuhnya.
Gaun nya sudah terlepas dari tubuhnya. Tampaklah tubuh yang sangat putih bersih, ramping dan elok di pandangan mata. Kedua bukit lembut itu masih tertutup dengan pembungkus dada berenda berwarna hitam, senada dengan penutup bawahnya, yang juga berwarna hitam berenda.
Nafas Zackly semakin berat, dia saat ini sudah di ambang gairah memuncak.
Zackly dengan terburu - buru melepaskan stelan jasnya, membuka kancing bajunya, tampak tubuh putih bersih dan atletis dan berkotak seperti roti.
Mona semakin meriam, dan gelisah. Diapun segera berkumur, membersihkan mulut dan giginya.
Mona sangat kaget tiba - tiba penutup dadanya sudah terlepas dari tubuhnya, dan tergantikan dengan remasan kedua tangan Zackly. Belum lepas rasa terkejutnya.
Zackly langsung membalik tubuhnya, dan menyambar bibirnya dengan sangat rakus.
Mona hanya bisa pasrah dan melayani permainan bibir Suaminya, Mona mencoba menyambut setiap tangkapan bibir Suaminya,
Zackly semakin terbakar hasrat, bibirnya begitu liar mencambuk, menghisap dan menyusupkan lidahnya, kedalam rongga mulut Mona, mengabsen di setiap sudut di dalam rongga mulut Mona.
Lidah keduanya saling membelit di sertai kecupan agresif dari bibir keduanya, yang saling bertukar rasa.
Bersambung
__ADS_1