
Mereka masih terus berpelukan dan tenggelam dalam kesedihan yang tak berujung.
Alexa melepaskan pelukan ke tubuh Andre, menatap intens ke wajah pria yang sesungguhnya sangat tampan itu, yang membuat Alexa pertama melihatnya langsung tertarik dan mau menjadikannya pacarnya, walau semakin dia jalani rasa menyukai itu menjadi hambar dan tidak berkesan lagi di hatinya, dan ingin segera memutuskan hubungan cintanya dengan Andre, tapi rasa tidak teganya membuat hal ini berlarut dan tambah menyakiti Andre.
"Mona benar, aku wanita Playgirl."
Alexa merutuk dalam hati.
Andre menatap Alexa.
"Alexa...Apakah tak ada kesempatan untuk kita memperbaiki hubungan kita lagi sayang..?"
Andre mencoba mengucapkan kata - kata itu lagi, walau sudah yakin kalau Alexa akan menolaknya lagi. Rona wajah tampan itu, begitu sendu.
Alexa menatap intens wajah tampan Andre, dia tidak boleh melunak saat ini, dia harus melepaskan diri dari cinta palsunya kepada Pria tampan yang sangat baik ini, sudah cukup dia membuat Andre berharap lebih kepadanya.
"Andre....Maafkan aku....Tolong lupakan aku...sungguh aku tak bisa melanjutkannya."
__ADS_1
Menunduk sedih dan bulir - bulir air matanya pun mulai membanjiri ke dua pipi nya, yang putih bersih itu.
Andre tak kuasa menahan bulir - bulir air matanya.
"Mengapa dulu aku begitu mempercayai mu?dan mencintai mu sebesar ini...seharusnya aku menyimpan separuh hatiku untuk menerima kenyataan pahit ini...bagaimana aku bisa hidup sekarang...dengan cinta yang sebesar ini...., dengan cinta yang hanya sepihak ini."
Andre tertunduk sedih, raut wajah tampan itu sungguh sangat sendu dan terluka.
Andre mengusap wajahnya dan memakai kacamata hitamnya, dan berdiri melangkah gontai keluar dari ruangan Alexa. Dia tidak memperdulikan lagi panggilan Alexa.
Alexa terus memanggil Andre, yang tidak mau memperdulikan dia lagi. Alexa pun menangis sejadi - jadinya.
Cukup lama mereka tenggelam dalam kesedihan mereka. Sedangkan tampak di sebuah cafe, seorang gadis berkacamata sedang duduk mengobrol dengan seorang pria tampan balzteran. Wanita itupun juga berwajah blazteran. Mereka ternyata Zackly dan Monalisa.
"Zackly...apa aku panggil Alexa...agar kemari nongkrong dengan kita seperti biasa."
"Tidak usah...kamu khan sahabatku juga, kita sangat jarang berdua."
__ADS_1
"Apakah kamu masih mencintaiku...gadis bodoh..."
Mona terpingkal, Zackly pun tertawa, sambil mengusap rambut Mona yang tak pernah menyerah mencintainya. tapi tetap mau menjadi sahabat baiknya, sungguh gadis yang sangat baik, Zackly sangat kagum dengan pribadi Mona yang berhati malaikat.
"Betapa bodohnya aku yah, Mona....menyia - nyiakan cinta seorang gadis berhati malaikat seperti kamu dan sungguh kamu juga sangat cantik. Ha ha ha...."
"Iya Zackly aku memang sangat bodoh sekali, sakit juga sih...melihatmu tak pernah menyerah mencintai gadis play girl itu...hihihi....Sungguh kita berdua sangat bodoh yah..."
Mereka pun terpingkal bersama.
"Hahaha...haha..."
"Apakah suatu hari nanti, kamu akan menyerah Mona menyukai ku.."
"Iya...Zackly...Aku akan menyerah jika kamu bisa menjadikan Alexa sebagai istrimu...dan mencoba melupakanmu, atau mencintaimu seumur hidupku, menyimpan mu jauh di lubuk hatiku yang sangat dalam. Entahlah apa aku bisa menemukan cinta yang lain,? Aku berharap selalu ingin membuka hati untuk banyak pria yang lain. Kamu tahu aku selalu berpenampilan cupu begini...aku tahu aku ini cantik dan aku tidak mau banyak penggemar...hihihi...., tapi mengapa kamu begitu berharga di hatiku ? Padahal kamu itu Pria yang sangat menyebalkan dan bodoh, mengejar cinta Alexa yang sebenarnya, menjadi wanita Playgirl Karna mau melupakan sakit hatinya di tinggal Suaminya, dan mengorbankan hati banyak pria tampan yang sudah di jadikan pacarnya dan pusing sendiri untuk memutuskan hubungan itu lagi, dasar gadis konyol dan menyebalkan."
Zackly tersenyum tipis, dia bisa melihat wajah gadis cantik di hadapannya ini, menyimpan sejuta luka untuk terus bertahan menunggu cintanya, dia menyadari Monalisa terlalu spesial dan cantik dan tak seharusnya mencintainya sebesar itu.
__ADS_1
Mereka duduk di sofa panjang berdampingan. Zackly merapatkan duduknya, berbalik menatap Mona, kedua tangannya di angkatnya dan mengelus kedua pipi Mona, membuka kacamatanya dan menyimpannya di atas meja.
Bersambung