
Ae Ri memeluk tubuh Andre dan menyimpan telinganya di dada Andre.
Andre tersenyum.
Ae Ri mengangkat kepalanya dan memandang Suaminya.
"Apakah ini mimpi, Aaaahhh....tolong jangan membangunkan aku...!!"
Andre terkekeh geli, dia sudah tahu banyak sifat Ae Ri yang polos, blak - blak kan dan lumayan narsis. Tapi memiliki hati baik, penyayang dan romantis. Ae Ri hampir sempurna menjadi istri baginya.
"Semoga aku benar - benar bisa mencintai nya dan melupakan Alexa.
Desahnya dalam hati.
Andre mulai iseng mengganggunya.
Andre membuka bajunya, Ae Ri tersipu malu.
Tubuh Andre begitu putih, Atletis dan berkotak.
"Aku harus menghukum kamu...!!"
Ae Ri tersentak dan wajahnya berubah pucat.
"Maafkan aku...Andre..."
Andre tersenyum.
"Aku ingin kamu mencium aku, sebagai hukuman kamu, menghilangkan selera menciumku."
__ADS_1
Wajah Ae Ri, terasa panas, dia sangat malu.
Andre sangat gemas melihat pipi istrinya yang merona, Ae Ri terlihat sangat cantik dimatanya.
Dia pun mengangkat kepalanya, dan langsung mengecup bibir Ae Ri.
"Ae Ri bertambah malu, dia sungguh sangat bahagia sekali."
Andre menaikkan alisnya sebagai kode dan memanyungkan bibirnya, sebagai kode agar Ae Ri menciumnya.
Ae Ri tak menyiakan kesempatan itu, dan langsung mengecup bibir Andre.
Andre setiap Ae Ri mencium bibirnya, dia terus memanyungkan bibirnya dan Ae Ri pun terus menciumnya.
Andre mulai terbakar gairah, dia menarik gaun istrinya, melepaskan nya dari tubuh istrinya.
Ae Ri membantu Andre membukanya, dan duduk di atas Abang Beo yang sudah mulai menegang. Tubuh Ae Ri yang sangat putih, ramping dan ideal begitu sempurna di mata Andre.
Ae Ri pun membuka pengait tali bra nya.
Andre menelan Saliva, saat ini dia sudah mulai terbakar hasrat.
Andre terus mengelusnya dan memainkan kedua pucuknya, memutarnya lembut memakai jepitan kedua jarinya.
******* Ae Ri begitu membakar hasrat lelakinya.
Andre tak tahan lagi, dia langsung bangun dan menindih Ae Ri.
"Aku sangat menginginkanmu sekarang sayang."
__ADS_1
Kata Andre dengan nada berat dipenuhi hasrat bercinta, dia sudah tak mampu mengendalikan hasrat lelakinya.
Andre membuka celana luarnya, Abang Beo sudah hampir tidak muat di dalam pembungkusnya. Sangat jelas tercetak ukuran nya, Ae Ri tersipu malu melihatnya.
walau sudah pernah melihatnya dan merasakan langsung, tapi ini berbeda alur ceritanya.
Andre langsung menindih Ae Ri, mencium dengan agresif, Bibir Ae Ri di kunyahnya gemas seperti memakan permen karet. Setelah puas mencium dengan liarnya, Andre mulai turun mencium dan memberikan Ae Ri banyak tanda merah di lehernya, lidahnya pun, menyusuri leher jenjang itu, dan menciumnya terus kebawah.
Tangan Andre mulai nakal meremas kedua bukit lembut itu, sambil mencium tubuh Ae Ri, menyusuri memakai lidahnya. Dan langsung menyusu dengan agresif.
Kedua bukit lembut itupun bergantian dia nikmati, dan tangannya yang nakal bergantian mempermainkan salah satu pucuk yang tidak didalam mulutnya.
Ae Ri semakin resah dan meremas rambut Andre.
Racauan nikmat dari bibir Ae Ri benar - benar membuat Andre semakin terbakar hasratnya.
Andre mulai memberi tanda kepemilikan di tubuh Ae Ri.
Tangan Andre mulai nakal, menyusuri lekuk tubuh Ae Ri kebawah, jemari nya mulai memasuki pembungkus area rawan Ae Ri.
Ae Ri semakin membiarkan suaranya mendayu lembut di telinga Andre, memacu Andre melakukan hal lebih pada tubuhnya.
Jemari Andre sudah bermain di dalam celah yang lembut yang mulai basah. Dia terus memainkan jemarinya keluar masuk di dalam Area lembab itu.
Mulutnya masih tak bosan menikmati kedua bukit lembut milik Ae Ri, secara bergantian.
Ae Ri mendapatkan penuntasannya, tubuhnya menegang, mulutnya meracau nikmat dan langsung di bungkam rakus oleh bibir Andre, yang langsung menciumnya dengan agresif, dan semakin mempercepat ritme jemarinya keluar masuk di **** ***** Istrinya.
Setelah mendengar suara lembut istrinya tak terdengar lagi.
__ADS_1
Andre pun segera membuka pembungkus terakhir di tubuh nya dengan Ae Ri.
Bersambung.