
Mona mencoba menengahi
"Sayang...anggaplah ini bantuan kemanusiaan, walau pun mereka nantinya terbukti bukan kakek dan Nenek kamu, setidaknya sebagai sesama manusia seharusnya kita saling tolong menolong."
Nico akhirnya menurut dan mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa.
Mereka pun bertiga segera pergi ke Rumah Sakit.
Sesampainya disana, Ayah Carl langsung memeluk Nico dan membawa Nico memegang tangan istrinya.
Tampak keadaan Momy Carl semakin drop, denyut nadinya semakin melemah. Dokter dan perawat sedang sibuk memeriksanya.
Mona memberi kode pada Carl agar jangan dulu mendekati Nico. Carl pun mengangguk lemah. Dia sangat khawatir dengan keadaan ibunya yang semakin drop, begitu juga dengan Joy dan Dady nya. Mereka telah banjir air mata. Alexa memeluk kekasihnya memberinya kekuatan.
Nico pun duduk di samping pembaringan Momy Carl, Sudah ada kursi di samping pembaringan Momy Carl, Nico pun duduk di kursi itu, mulai memegang tangan Momy Carl.
__ADS_1
Perasaan Nico terasa lain memegang tangan itu, entahlah dia merasa ada rasa sayang yang besar di dalam hatinya, yang tumbuh tiba - tiba menyeruak dalam sukmanya.
Tampa disadarinya dia pun berkata, yang kata - katanya membuat seisi ruangan itu bertambah banjir air mata.
"Nenek...Bangunlah...ini ada Nico cucumu...Cepatlah bangun nenek...aku begitu merindukanmu...Nenek bangunlah nenek...segera peluklah aku...cucumu nenek...Nico janji akan sayang padamu nenek...cepatlah buka matamu nenek...!!"
Nico menangis, Dady Carl menangis sangat tersentuh dengan kata - kata Nico. Tak henti di ciumnya ubun rambut Nico. Perasaannya pada anak itu, begitu teramat sayang sekali seolah memang Nico adalah cucunya.
Alexa pun menangis pilu dan Carl memeluknya erat, diapun menangis pilu.
Begitu mengharukan apa yang mereka lihat saat ini.
Keadaan Momy Nico semakin drop, bahkan alat pendeteksi jantung berhenti. Semua panik. Dokter mulai menyalakan alat setrum jantung. Dokter menyuruh Nico mundur dan Dady Carl dan mulai menekan dada Momy Carl dengan Alat setrum jantung. Tubuh itu terangkat tapi tak bereaksi. Semua panik dengan kesedihan yang luar biasa.
Dady Carl berpelukan dengan Nico sambil menangis. Nico pun menangis pilu. Alexa, Carl dan Joy berjalan memeluk mereka. Saat ini mereka semua berpelukan dengan banjir air mata.
__ADS_1
Di bawah alam sadarnya. Momy Carl sedang berada di Padang yang luas, dipenuhi bunga - bunga, dia melihat di depannya banyak anak - anak yang berpakaian bagus, sedang berlari lari berkejaran dengan tawa yang sangat riang.
Hatinya bergerak ingin maju berjalan berbaur dengan anak - anak itu, tapi sebuah suara mengejutkannya. Diapun menoleh tampak ada anak lelaki sedang menangis melambai dan memanggilnya dengan sebutan nenek.
Wajah itu begitu di kenalnya, wajah itu adalah anak nya yang sudah lama di carinya. Diapun menangis dan berbalik dan berlari kencang mendekati anak laki - laki yang menangis memanggilnya dengan sebutan nenek. Anak itu juga berlari ke arahnya dengan dua tangan terbentang terbuka lebar, dengan tawa yang lebar.
Kembali ke ruangan perawatan Momy Carl yang saat ini, sangat diliputi kesedihan yang luar biasa.
Alat pendeteksi jantung kembali membuat garis ada gerakan detak jantung, semuanya berpelukan dengan penuh kebahagiaan. Rasa haru dan bahagia berbaur jadi satu. Bahkan tangan Momy Carl tampak bergerak. Dokter sangat bahagia melihat sebuah Mukjizat yang jarang di temukan nya.
Dokter pun menyuruh semua keluarga keluar dari ruangan, karna pasien perlu penanganan yang lebih baik.
Semua keluarga berjalan berjejer rapi di penuhi rona wajah bahagia, keluar dari ruangan Momy Carl. Duka di wajah mereka langsung raib begitu saja.
Bersambung
__ADS_1