
Mona sangat kaget mendengar kata - kata Zackly.
Matanya yang indah membelalak sempurna.
"Apa kamu lagi sinting yah...habis obat yah..., jangan mengambil keputusan dengan pikiran kacau Zackly....pernikahan itu bukan main - main....sudahlah jalani hidup ini dengan santai....Alexa pasti akan memilih kamu kok juga nantinya ..percayalah padaku..."
Zackly menatap Mona dengan tatapan kagum.
"Mona....kamu sungguh baik...apakah aku bisa mencium kamu lagi...jika aku menginginkannya lagi."
Mona terpingkal.
"Hehehe...mencium itu, ketika kita menyukai seseorang...tapi kamu cuma mencium Karna pelampiasan cintamu yang sepihak itu, dasar pria konyol dan bodoh."
Zackly mengusap bibir Mona, gadis cantik itu merasakan dadanya berdesir lembut, mendapatkan sentuhan lembut di bibirnya kembali.
"Bibir ini...enak juga yah di cium, bentuknya sangat bagus."
Mona segera berdiri dan menarik lengan pria yang sangat di cintainya itu, lama - lama di sana jantungnya bisa bermasalah, dan sangat memalukan memperlihatkan wajah nya yang sangat putih itu merona merah, Karna tersipu dan bahagia.
"Ayuk...kita pulang...aku masih banyak pekerjaan..lain kali kalau kita ketemu nanti ada Alexa...yah..."
Mereka pun akhirnya keluar dari Cafe. Mona mengantar Zackly ke mobilnya dan Mona pun meninggalkan Zackly yang masih terbengong dan melambaikan tangan perpisahan.
Zackly terus memandang Mona yang berjalan membelakang menjauhinya. dan berkata dalam hati.
__ADS_1
"Berbaliklah Mona lihat aku....jika kamu berbalik berarti kamu jodohku....satu....dua....tiga....empat....lima...."
Zackly terus menghitung dan di hitungan ke lima. Mona menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Zackly dan tersenyum manis dan menaikkan alisnya, angin berhembus menerbangkan rambut panjang Mona, yang sudah tak memakai kacamatanya,
Zackly terpukau, Mona begitu sangat cantik di pandangan matanya, dia sungguh terpukau takjub, selama ini baru dia menyadari kalau gadis itu sangat cantik dan mempesona. Mona mengibaskan tangannya dengan tertawa dengan memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih. Mona mengganti tawanya dengan senyumnya yang merekah, menyuruh Zackly pergi.
Tapi Zackly malah berdiri dan keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobilnya, berjalan ke arah Mona yang kebingungan yang menatapnya penuh tanda tanya.
"Ada...apa...Zackly...?"
Yang di tanya hanya langsung memeluknya dengan erat.
"Kamu pergi begitu saja tidak memberiku pelukan...."
Cukup lama mereka dalam posisi tersebut, Mona merasa Zackly tidak mau melepaskan pelukannya. Diapun mendorong kuat Zackly agar melepaskan pelukannya.
"Sudaaaahhhh......Zackly, kita jadi tontonan lho sekarang..."
Memang saat ini, orang yang sedang lalu lalang memperhatikan mereka yang di pandangan orang lain, seperti sepasang kekasih yang di mabuk cinta.
Zackly pun menyadari tatapan orang yang lalu lalang, sedang memperhatikan mereka.
"Okelah kalau begitu....kapan - kapan kita ketemu lagi."
__ADS_1
Mona terkekeh dan menggeleng kepala dan memegang dahi Zackly.
"Sepertinya aku harus membawamu ke psikiater Zackly...sepertinya kamu sudah mulai depresi Karna penolakan Alexa."
Mereka pun terpingkal bersama.
"Hahaha ...haha...."
Mereka pun tertawa bahagia dan saling memegang tangan.
***
Sementara Di tempat lain, Carl sedang menelpon anak semata wayang Alexa.
"Boy....aku merindukanmu...kapan kita bisa bertemu lagi anak tampan.
Boy... Ayo kita ke taman hiburan kota. aku ingin mengajakmu berjalan - jalan dan berenang."
"Baiklah paman....aku akan cari alasan yang tepat, "
"Okey Boy tampan...aku akan menghubungi mu hari Minggu ini, yakni lusa...hari Minggu sangat menyenangkan liburan, karna akan ramai Boy...kamu akan suka dan terhibur. "
"Iya paman...akan aku usahakan..."
Merekapun menutup pembicaraan telepon mereka.
__ADS_1
Bersambung.
..