Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
Bab 54. Kamu Tidak Bermimpi Sayang


__ADS_3

Andre berdiri dan menarik Ae Ri mengikutinya.


"Ayo kita ke kamar sayang."


Ae Ri sedikit bingung, Andre begitu berubah setelah dia mengucapkan kata - kata yang memalukan itu.


Ae Ri hanya pasrah dan mengikuti langkah Suaminya.


Mereka sudah sampai di kamar mereka. Andre menutup dan mengunci pintu kamar mereka.


Selama ini Andre tidak pernah melakukannya, hanya Ae Ri yang biasa menguncinya. Jika Suaminya sudah tertidur. Dia hanya bisa menikmati wajah tampan Suaminya dengan tatapan matanya.


Suaminya begitu sangat tampan, jika sedang tertidur.


Andre membawa Istrinya untuk duduk di pinggir ranjang mereka. Saat ini mereka duduk saling berhadapan.


Andre mengusap rambut Ae Ri, memperbaiki poni Ae Ri, yang menutupi dahinya.


Andre mulai menatap wajah istrinya, memperhatikan baik - baik wajah istrinya.


"Ae Ri sangat cantik, dia sangat manis, betapa bodohnya aku yang selama ini, tidak memperhatikan dirinya. Membiarkannya menangis sendiri, dan terus menyakiti hatinya."


Andre terus berkata dalam hati, terus memuji Ae Ri


Sedangkan Ae Ri semakin panas dingin, hatinya sangat bahagia, karna tidak pernah Andre memperlakukan nya selembut itu, dan tatapan Andre kepadanya membuat Angannya mulai melambung tinggi.


"Mengapa sepertinya dia menatapku, seperti menyukai aku...Aaaahh...aku sungguh besar kepala, dan terlalu berkhayal tinggi, tapi tatapannya seperti orang yang sedang jatuh cinta. Aduuuh...Ae Ri bangunlah dari mimpi kamu..."


Tak jauh beda dengan Ae Ri, saat ini diapun berperang dengan hatinya di dalam dunia halu nya.

__ADS_1


Ae Ri sangat kaget, tiba - tiba Andre merapatkan wajahnya, dan mencium bibirnya dengan agresif.


Ae Ri hanya melongo seakan tidak percaya, bahkan dia masih sempat mencubit tangannya, kemudian mencubitnya lebih keras dan membuatnya berteriak.


"Aduuuh .sakiiit...."


Andre menghentikan ciumannya.


"Ada apa Ae Ri....Apa yang sakit...?"


Memeriksa tangan Ae Ri.


"Mengapa tangan ini merah Ae Ri, ? Seperti sudah ada yang mencubitnya, siapa pelakunya."


Ae Ri menatap Andre dengan tatapan malu, dan menjawabnya dengan tersipu malu.


Andre kebingungan.


"Mengapa kamu melakukannya...?"


Tanya Andre kembali, dengan tatapan bingung.


"A...ku...pikir, aku sedang bermimpi...kamu mencium aku...."


Andre pun tertawa dan mencubit kedua pipi Ae Ri.


"Kamu tidak bermimpi sayang, kamu sendiri khan tadi meminta aku, untuk memberikan kamu tubuh dan hatiku, selama anak kita masih dalam kandungan kamu. Jadi mari kita lakukan...."


Tubuh Ae Ri semakin panas dingin, dia langsung merasakan demam di tubuhnya. Rasa malu yang sangat besar, mulai menggerogoti jantungnya dan hatinya, dan dia masih bertanya dengan oonnya.

__ADS_1


"Apa yang akan kita lakukan...."


Andre menjadi sangat gemas, dengan tingkah Ae Ri, yang mendadak polos, dan lambat loading. Andre langsung berdiri dan membaringkan Ae RI.


Andre langsung menindih Istrinya, dan kembali mencium bibirnya. Namun istrinya masih tidak merespon ciumannya. Hisapan bibirnya di bibir atas dan bibir bawah Ae Ri, membuat istrinya hanya melongo dan membiarkan bibirnya terbuka dan terus memandang wajah Suaminya, dengan tatapan seolah belum mempercayai, Apa yang di lakukan Andre kepada bibirnya.?.


Andre mengguling tubuhnya ke bawah, dan mengangkat Ae RI, di atas tubuhnya.


Andre berkata dengan nada kesal.


"Tatapan kamu itu, mengurangi seleraku mencium kamu...sepertinya kamu harus dapat hukuman karena mengecewakanku."


Kata Andre kesal.


Ae Ri pun terbangun dari dunia mimpi halu nya.


Diapun serius menatap wajah tampan, yang sudah ditindih oleh tubuhnya.


Andre dengan santainya membawa kedua telapak tangannya, dia kaitkan dan menyimpannya di belakang kepalanya, sebagai pengganti dari bantalnya.


Dia memandang Ae Ri .seolah marah padanya.


"Coba lihat aku baik - baik, ini sangat nyata Khan."


Ae Ri masih membawa jarinya ke pipi Andre dan mulai merasakan kalau yang dia pegang adalah benar - benar Andre Suaminya.


Ae Ri pun langsung tersenyum, tertawa dan akhirnya terpingkal, Karna dia baru merasakan satu hal, bahwa dirinya sama sekali tidak bermimpi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2