
Momy dan Dady Carl terus memandang Nico dari kejauhan.
"Sayang, memang waktu anak kita hilang masih berumur delapan tahun, sedangkan anak itu sudah remaja. Tapi mengapa wajah mereka masih begitu mirip sayang. "
"Iya sayang...kamu benar...Melihatnya dari samping dia sangat mirip Charly kita."
Kata Dady Carl membenarkan kata - kata Istrinya.
Mereka terus memperhatikan, sampai Nico meninggalkan tempat itu.
"Ayo sayang kita tunggu kabar dari pengawal kita."
Dengan berat hati mereka pun meninggalkan tempat itu.
*****
Malam harinya, Pengawal itu membawa Tuan dan Nyonya nya, ke alamat Anak yang mirip anak mereka yang hilang.
Saat ini mereka sudah ada diluar pagar rumah Nico.
"Sayang...Ayo kita masuk kedalam."
"Baiklah sayang...Mari kita coba."
Mereka pun turun dan mencoba berbicara dengan satpam Nico. Satpam tampak masuk
memberitahu majikannya. Tapi pagar belum di bukanya.
Setelah cukup lama menunggu, Tampak wanita cantik berjalan keluar. Siapa lagi kalau bukan Alexa.
Mereka pun saling memandang dari balik pagar.
__ADS_1
"Maaf yah, Bapak dan Ibu. Ada keperluan apa yah, ? maaf saya tidak mengenal anda."
Orang Tua Carl yang mengerti sedikit bahasa Indonesia pun berkata.
Berikan kami kesempatan untuk masuk dan bertanya. Kami ada hal pribadi kami mau tanyakan.
Melihat penampilan mereka berdua seperti dari golongan kalangan atas dan berwajah indo serta pengawal yang berpakaian stelan jas yang rapi dengan mobil mewah yang mereka tumpangi. Sepertinya mereka benar - benar orang baik.
"Baiklah Pak dan Ibu, silahkan masuk."
Alexa mempersilahkan mereka berdua masuk, Pak Security Alexa pun membuka pintu gerbang.
Mereka pun masuk kedalam rumah Alexa.
Momy Carl membisik Suaminya.
"Wanita yang sangat cantik yah sayang, kalau dia belum punya Suami kita jodohkan saja dengan Carl kita."
Dady Carl hanya tersenyum lebar.
Momy Carl mencoba mencari Foto yang di pajang di ruangan itu, tapi tak menemukannya.
Diapun fokus memandang wajah cantik Alexa.
Momy Carl pun mulai bercerita.
"Maafkan kami nak, mungkin menganggu. Dengan ejaan bahasa Indonesia yang lambat dan terbata, karna memang belum fasih."
Momy Carl menarik nafas panjang dan mulai bercerita kembali.
"Kami punya anak kembar laki - laki, waktu itu kami pergi berlibur di Prancis. Waktu itu anak kami berumur delapan tahun. Kami selalu bersama sampai pada akhirnya kami....hik..hik...hik..hik...Momy Carl tidak bisa melanjutkan kata - katanya. "
__ADS_1
Dady Carl memeluk Istrinya dan mengelus bahunya penuh sayang. Cukup lama wanita setengah baya itu menangis.
Alexa menatap mereka dengan kebingungan dan juga sedih juga melihat wanita itu, sepertinya ada hal yang membuatnya sangat terluka. Di usia nya yang tidak muda lagi, dia tampak masih sangat cantik. Begitupun Suaminya yang entah mengapa dia melihatnya ada kemiripan dengan Carl.
"Apakah karna aku sedang merindukannya.."
Alexa mendesah dalam hati.
Setelah cukup lama menangis dan bisa menguasai kesedihannya. Momy Carl pun bercerita kembali.
"Salah satu anak kembar kami hilang, sampai saat ini. Sudah lebih dua puluh tahun kami belum menemukannya, Aku sangat merindukannya dan tidak pernah berhenti merasa bersalah, karna tidak menjaganya dengan baik."
Momy Carl kembali menangis dan memeluk Suaminya.
Alexa sangat sedih, sungguh sangat menyedihkan terpisah dari anak yang sangat kita cintai, dan bahkan tidak mengetahui bagaimana keadaannya. Apakah hidup juga lebih baik ? atau menderita. Itu adalah perasaan yang sangat menyakitkan. Juga rasa bersalah tidak menjaga nya dengan baik, itu adalah penyesalan yang sangat menyedihkan. Tak terasa dua bulir air bening menetes di kedua pelupuk matanya.
"Sabar Bu, Saya berdoa kita akan segera menemukannya. Tapi aku masih bingung ibu dengan kedatangan Bapak dan Ibu di rumah saya."
Dady Carl pun melanjutkan cerita Istrinya, yang masih menangis.
"Apa boleh kami bertanya...?"
Alisa memandang Pria setengah baya itu, yang memang mirip dengan Carl.
Diapun mencoba fokus.
"Iya Pak...Silahkan, jika saya bisa tahu jawabannya, saya akan memberitahu."
"Begini nak, Maafkan kami lancang. Kami tadi ke Taman Hiburan Kota dan kami bertemu anak lelaki remaja bernama Nico. Dan maaf sekali lagi kami mengikutinya, karna kami mau melihat dimana dia tinggal."
Dady Carl cukup fasih bahasa Indonesia. Padahal Alexa sangat fasih bahasa Inggris, mungkin Dady Carl sudah terlanjur memakai bahasa Indonesia, dan sedikit banyaknya tahu bahasanya, jadi dia pun memakai bahasa Indonesia sebagai bentuk penghargaannya pada negara yang ramah ini.
__ADS_1
Alexa semakin kebingungan.
Bersambung.