
Hari berganti hari, Alexa tidak ingin berbulan madu kemanapun, hanya di rumah saja. kehidupannya begitu terasa lengkap dan sempurna, Ada keluarga barunya yang begitu mencintainya dengan tulus.
Ibu Alexa sudah lama meninggal dunia. Sewaktu masih di bangku SMA. Alexa
masih memiliki Ayahnya, tapi Ayahnya sudah menikah tapi hubungan dengan Ayahnya tidak begitu harmonis, karna Ayahnya berselingkuh dari Ibunya.
Istri Ayahnya seorang wanita kaya, dan Ayahnya tidak bisa meninggalkannya. Karna Ayahnya sudah terbiasa nyaman. Walau Ayahnya masih membiayainya. Sewaktu Sekolah dan Kuliah. Tapi jarang menjenguknya, karna Ibu tirinya tidak menyukainya. Terlebih Alexa yang juga keras
kepala.
Ayahnya kadang menemuinya secara sembunyi, walau Alexa tidak mau bertemu lagi. Tapi ada saja cara Ayahnya menemuinya.
*****
Di sebuah Restoran, Tampak Mona dan Zackly sedang berbincang dengan tawa, dan senyum bahagia tak terlepas dari kedua wajah yang serasi itu.
"Sayang.....Trima kasih mau menerima lamaran ku, semua sudah aku persiapkan sayang. Bulan depan kita akan menikah."
Mengambil jemari Mona dan mengecupnya.
"Iya sayang...aku seperti bermimpi memiliki mu. Kamu tahu sayang...aku benar - benar sangat mencintai kamu sayang. Sang Pencipta sangat baik kepadaku, menyimpan kamu hanya untuk aku sayang..."
Zackly terpingkal.
"Hahahaha...haha...Sayang aku itu sangat geli, jika kamu selalu memujaku. Sebenarnya aku saja yang merasa bodoh sayang...tidak melihat kamu dari dulu. Andai waktu bisa di ubah. Mungkin kita sudah punya anak tiga atau empat orang sayang."
"Hahahaha....haha...Sayang...jangan kan empat anak sayang...satu lusin aku kasih untuk kamu sayang..Apa sih yang tidak untuk kamu..."
__ADS_1
"Aaahhh...sayang, kamu sangat sweet deeh...sueeer..deeh.."
Merapat duduk dan mengecup kening Mona, penuh sayang.
"Sayang....aku juga tak mau satu lusin anak sayang, aku juga butuh kasih sayang kamu..."
Kata Zackly manja.
"Iya deeh ..Terserah kamu saja, sisa kamu minta. Pasti aku kabulkan deeh..."
Kata Mona sambil mengecup pipi Zackly.
Mereka tampak sangat bahagia.
*****
Sementara Andre dan Ae Ri pun semakin mesra setiap harinya, Perut Ae Ri pun sudah masuk bulan ke enam.
"Sayang....cepatlah kita berangkat..."
"Iya sayang...kejutan apa sih sayang...jangan buat aku penasaran doong...kasian baby kita lho. Khan kepo juga."
Membuat bibirnya manyun yang langsung di kecup Andre.
"Hmmmppphhh..!!"
Membunyikan ciumannya gemas.
__ADS_1
"Jangan khawatir sayang...kejutannya pasti sangat menyenangkan, okey...!!"
Segera merangkul bahu Istrinya membawanya ke halaman depan, dan masuk ke mobil sedan mewahnya.
Mereka pun masuk kedalam mobil. Andre tak lupa memasangkan sabuk pengaman mobil di tubuh Istrinya, dan mengecup keningnya penuh sayang.
Mobil Pun melaju membelah jalan kota.
Sampailah mereka di sebuah Hotel yang mewah.
Ae Ri semakin kebingungan.
Andre membantu Istrinya turun, dan terus membawanya masuk ke dalam Hotel Megah itu. Ae Ri selalu mencoba bertanya. Tapi Suaminya hanya tertawa.
Sampailah mereka di depan pintu yang besar.
Andre pun tersenyum dan membuka pintu itu.
Pintu terbuka dan Ae Ri sangat kaget, melihat
pemandangan yang ada di dalam ruangan itu.
Ruangan yang di bentuk seperti pesta dengan tamu undangan yang membuatnya ingin menangis histeris. Rasa haru yang luar. biasa
kini membuncah di dadanya.
Bersambung
__ADS_1
.
.