Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
Bab 44..Apa Boleh Buat Jika Ae RI Hamil.


__ADS_3

Andre terus mondar - mandir di dalam ruangannya, dan akhirnya duduk memijit dahinya yang mulai pening.


"Mana hari ini, banyak jadwal ketemu klien penting, dan Ae Ri tidak datang, kalau datang pun aku tidak tahu mau berkata apa. Aku sudah merenggut kehormatannya, aku sangat menikmati tubuhnya, karna aku pikir Alexa. Mana bodohnya aku... benihku sengaja kusimpan di rahimnya, agar jika dia hamil dia tidak akan menolak ku. Tapi ternyata asistenku yang aku hamili. Dasar bodoh..tolol...kamu Andre. Asal usul


Ae Ri saja, aku belum terlalu mengenalnya, belum lagi menghadapi kemarahan kakek dan orang tuaku...oooohhh..kepalaku kenapa jadi sakit begini...Aaaahhhh...!!"


Andre terus mengomel dan memijit kepalanya.


Jarak Apartemen Ae Ri tidak begitu jauh dari kantor Andre.


Ae Ri sudah mulai masuk ke dalam kantor, dan semua mata karyawan tertuju padanya, semua terpana dan terkesima dengan kecantikan Ae RI, yang hampir mereka tidak mengenalinya.


Sangat banyak yang berguncing jika Ae Ri sangat cantik, dan memiliki wajah yang mirip artis cantik Bae Suzy. Bahkan banyak mendoakan pak direktur dan Ae Ri, bisa menjadi pasangan sah, Suami Istri.


Ae Ri hanya menebarkan senyuman ramahnya seperti biasa.


Ae Ri sudah sampai di depan pintu ruangan Andre, berapa kali dia menarik nafas panjang, dan memegang gagang pintu, tapi mengurungkan lagi niatnya.


Tapi karna ada karyawan yang lewat, terpaksa dia mengetuk, dan langsung membuka gagang pintunya.


Pintu terbuka, empat pasang mata saling bertemu, keduanya menjadi sangat kikuk..

__ADS_1


Ae Ri buru - buru masuk. Dia hanya bisa menunduk dan memberi salam.


"Siang Pak..Maaf terlambat datang.."


Andre juga sangat kikuk dan menjawab terbata.


"Iiiiiyaa..Tidak apa....."


Mata saling berpandangan kembali, mereka berdua menjadi kikuk kembali dan sangat grogi. Sakit kepala Andre langsung hilang seketika, dia pun berdiri dan mendekati Ae Ri. Kedua jantung mereka saat ini, berdebar sangat kencang.


Ae Ri membungkukkan badannya kembali, dan meminta maaf kembali.


"Maaaaf....pak Direktur...saya baru masuk..."


Dengan dada yang terasa mau runtuh, karna debaran jantung yang semakin kencang. Ae Ri melangkah mengikuti langkah kaki Andre, yang saat ini dadanya pun mau runtuh, karna debaran jantungnya, dengan rasa bersalah yang sangat besar, telah bertamu paksa di dalam rumah Ae Ri, dan menyimpan benih lagi di dalam sana tampa seizin empunya rumah.


Andre duduk di susul Ae Ri di sampingnya.


Andre menggaruk kepalanya, dan terus menggaruknya, dia bingung memulai dari awalan apa kata - katanya.


"Aaaaa.....eeeee....."

__ADS_1


Ae Ri tahu Andre pasti sangat gugup, dan pasti akan mau menolaknya secara halus.


"Ini akan sangat menyakitkan bagiku, lebih baik aku yang bicara dahulu."


Kata hati Ae Ri mulai depresi akan mendapatkan penolakan dari orang yang melecehkan tubuhnya, yang bisa saja dia tuntut untuk menikahinya. Tapi dia bukan gadis murahan dan memiliki harga diri. Dia harus tampak kuat di depan Andre.


"Maaf...pak direktur, jika anda mau membahas tentang kita...tentang..maalaamm itu.."


Ae Ri mulai gugup tapi melanjutkan kembali kata - katanya.


"Aku takkan mempermasalahkannya, kecuali aku hamil...Pak Direktur harus menikahi saya, tapi bapak jangan khawatir, jika aku sudah melahirkan kita bisa bercerai kok pak, saya tahu bapak mencintai orang lain. Tapi semoga aku tidak hamil Pak Direktur."


Baru Andre mau bicara, Ae Ri merasa mual dan kepalanya sakit.


"Oooaaaakk...oooaaakk..."


Ae Ri langsung berlari masuk ke kamar mandi di dalam ruangan Andre. Dan naluri Andre menyuruh mengejar Ae Ri, bahkan membantu memijit leher Ae Ri, yang benar - benar muntah. Bahkan membantu mengusap bibir Ae Ri memakai tissu.


Rasa sayang Andre tiba - tiba muncul, dia mengambil tissu dan menyeka keringat Ae Ri, di dahi dan lehernya juga bibirnya. Merangkul bahu Ae Ri, membawanya duduk kembali di sofa. Andre mengelus bahu Ae Ri penuh sayang, penuh ke khawatiran. Masalah mau menikah tidak di pikirnya lagi.


"Apa boleh buat, jika Ae Ri hamil, aku harus bertanggung jawab, Khan bisa kami cerai jika anak itu lahir, tapi selama Ae Ri hamil, aku akan menjaganya."

__ADS_1


Kata Andre dalam hati.


Bersambung


__ADS_2