Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
Bab 67. Diaaaaaa....Anaaaaakkuuu.


__ADS_3

Kakek Nico sejenak menarik nafas panjang.


Diapun melanjutkan perkataannya kembali.


Kamipun masuk ke dalam ruangan yang terdapat puluhan anak - anak disana, dengan tatapan pengharapan akan di bawa menjadi anak adopsi.


Pak Kepala Panti Asuhan mulai memperkenalkan kami pada anak - anak itu.


Setelah perkenalan dengan satu persatu anak - anak Panti Asuhan mulai menyalami tangan kami.


Mereka berjejer dan berbaris rapi sambil berjalan, untuk sekedar memperkenalkan nama mereka satu persatu, dengan membentuk barisan panjang. Termasuk bocah tampan bermata indah itu.


Setelah pertemuan itu, kami memutuskan untuk mengadopsi Bocah tampan yang berusia sepuluh tahun. Menurut cerita dari Kepala Panti Asuhan itu kalau anak itu, punya riwayat kehilangan memori nya, dan tidak mengingat asal usulnya, karna telah kecelakaan, dan mengalami geger otak, dia tak sadar selama satu Minggu. Setelah sadar dia tidak ingat siapa dirinya dan asal usulnya, yang menurut istilah kedokteran adalah penyakit Amnesia.


Kebetulan ada pegawai Rumah Sakit yang membawa dia ke Pantai Asuhan kami, dan dia sudah berada disini lebih dua tahun.


Kami sudah mencoba melaporkan ke polisi tapi belum ada juga yang mencarinya.


Momy Carl sudah berurai air mata, membayangkan kalau anaknya mengalami hal buruk itu, sangat menyakitkan. Dia yang hidup di dalam kemewahan sedangkan anaknya hidup dalam penderitaan. Diapun menangis pilu, badannya berguncang hebat Karna tangisannya yang berusaha di tahannya agar tidak histeris.


Suaminya dengan cepat merangkulnya, sedangkan diapun sangat sedih dan telah berurai air mata, begitu juga dengan Carl. Dia tak menyangka jika pria itu benar kakaknya sungguh kakaknya sangat menderita. Nasibnya sungguh menyedihkan.


"Hik...hik...hik...Maafkan Momy sayang...aku yakin kamu adalah anakku, kamu mirip sekali Dady mu sewaktu masih muda sayang...Hik..hik...hik...Momy sudah berusaha mencari kamu seperti orang gila nak, Momy sungguh sangat berusaha mencari kamu sayang. Semua upaya Momy lakukan...Hik..hik..hik..."


Momy Carl terus menangis.

__ADS_1


"Apakah anda tinggal di Kota Prancis.?"


Tanya Kakek Nico.


"Iya...anda benar..."


Jawab Dady Carl.


Panti Asuhan Nico ratusan kilo dari kota anda, dan disana adalah kota kecil jadi mungkin itulah yang membuat anda susah menemukannya.


Dady Carl pun mengangguk sedih.


"Apa anda membawa foto sewaktu dia masih kecil."


Iya saya sudah mengambil foto nya di Panti Asuhannya. Kami juga bawa foto sewaktu Dady Nico masih dalam pengasuhan kami. sewaktu kecilnya. Untunglah aku masih menemukannya di gudang kami. Dan kami jarang berfoto jadi tidak banyak album kenangan kami.


Kakek Nico membuka tasnya dan memberikan foto - foto itu ke tangan Dady Carl.


Tangan Dady Carl bergetar hebat melihat foto itu, kesedihannya sudah di puncaknya, begitupun dengan Momy Carl. Mereka pun menangis histeris dan memperhatikan foto itu dengan berurai air mata. Air mata kepedihan yang luar biasa, karna telah menemukan anak mereka yang hilang.


"Diiiiiiaaaaa.......anakkuuuu.....Diaaaaaa.....


Charlykuuuu.....Huhuhu..huhuhu....Maafkan Momy naaaakkkk....!!!"


"Aaaanaaaakkuu...maaaafkaaan Dady naaak...!! Maafkan Dady sayaaaang....!!"

__ADS_1


Carl segera memeluk Orang Tuanya, mereka pun bertangisan dengan suara tangisan sangat memilukan. Mereka sungguh sangat bersedih melihat anak mereka yang kenyataannya hidup dalam penderitaan dan tak mengingat mereka sebagai keluarga yang begitu mencintainya, karna penyakit Amnesia yang di deritanya. Membayangkan anaknya di rumah sakit dirawat tampa keluarga, membayangkan anaknya tinggal di Panti Asuhan dengan kebingungan yang tak mengenal keluarganya. Membayangkan anaknya sudah meninggal dan belum sempat menemukan Orang Tuanya. Bukankah ini pukulan yang sangat berat bagi Orang Tua yang hampir gila mencari keberadaan Putra mereka yang hilang.


Dady Carl, Momy Carl terus menangis Pilu. Momy Carl terus memukul dadanya, begitu pula Dady Carl.


Carl memeluk Dady nya, menahan pukulan yang selalu ditujukan di dadanya, memeluk nya dengan sangat erat. Yang sedang memberontak dalam kesedihan yang sangat dalam.


"Maafkan Dady Naaakkk....Dady..sungguh tak berguna...Huhuhu...huhu...!!"


Begitupun dengan Momy Carl yang terus histeris dalam pelukan Joy. Memberontak dalam kesedihan yang luar biasa.


"Apa yang harus aku lakukan Aaaaahhhh.....!! Aaahhhh.....!!! ....huu.huu...Anakku telah tiada...Huhuhu....hu..hu..Bagaimana. aku harus meminta maaf...huhuhu....huhu...ini sungguh menyakitkan sekali...huhu..huhu..Lepaskan aku Jooooy...!!!, biarkan aku memukuli diriku...aku orang tua yang tak berguna...hik..hik..hik...!!!"


Carl dan Joy yang sudah di banjiri air mata pun terus memeluk Orang Tua mereka, yang terus histeris, dan berontak dalam pelukan mereka.


Nico pun menangis pilu dalam pelukan Momynya yang juga menangis pilu. Kedua tubuh itu berguncang dengan sangat hebatnya, melawan kesedihan yang memuncak.


Ayah mertuanya pun datang memeluk Nico dan membelai bahu Alexa mencoba menenangkannya.


Saat itu mereka hanya bisa terus menangis dan mengingat kenangan indah Almarhum Suaminya yang begitu baik dan sangat mencintainya dengan Nico.


Begitupun Nico, kenangan dengan Dady nya sewaktu masih hidup kini berkeliaran bebas di pikirannya. Dia saat ini sungguh sangat merindukan Dady nya, begitupun Alexa sangat merindukan Almarhum Suaminya.


Saat ini yang mereka lakukan hanya bisa menangis dan terus menangis. Dan semoga hanya itu yang bisa mereka lakukan, untuk menenangkan hati yang saat ini sangat berduka.


Bersambung.

__ADS_1


.


__ADS_2