Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
Bab 27. Boy, Aku Sangat Mencintai Momy mu.


__ADS_3

Nico menatap Carl dengan tatapan penuh tanda tanya.


Carl mengusap rambut bocah tampan itu, dengan lembut.


"Nico...wanita yang paman sangat cintai itu adalah....Mama kamu."


Nico tersentak, di dalam hatinya telah banyak opini - opini yang mempengaruhi pikirannya.


"Apakah kasih sayang paman Carl kepadaku hanya lah modus semata dan tidak tulus?.


Apakah mamaku sudah mengetahui, seharusnya aku senang, ? tapi Mengapa saat ini aku merasa ragu ?"


Carl menarik nafas dalam - dalam.


"Paman yakin kamu pasti berpikir paman menyayangi mu, Boy tampan hanyalah pura - pura dan kebohongan. Aku berani bersumpah dengan hidupku Nico, kalau aku sangat mencintai ibumu dan ingin dia menjadi pendamping hidup paman, sampai akhir hayat kami. Aku sungguh mencintainya Boy tampan."


Boy, Aku sangat mencintai Momy mu."


Carl kembali mengulangi kata - katanya, untuk meyakinkan Nico, seorang bocah tampan yang entah kenapa dia begitu menyayanginya.


Mendengar kata - kata Carl, Nico sedikit tenang dan bahagia, Karna Carl juga begitu mirip wajah dan perangainya dengan mendiang Ayahnya.


Nico hanya bisa tersenyum.


"Maaf paman jika masalah bantuan saya, untuk membujuk Momy ku, kayaknya Paman harus berusaha sendiri, saya hanya bisa bantu Paman, jalan bareng seperti ini Paman."


Carl sangat bahagia dan tertawa lepas.

__ADS_1


"Hahaha....haha...Mendengar kata - kata mu, itu sudah membuatku sangat bahagia, Boy tampan, itu sudah tanda lampu hijau tuh namanya."


Mereka pun terpingkal bersama.


"Paman....Momy ku adalah Play Girl, dan cepat bosan dengan pria paman, cintanya tak ada kepastian hanyalah pelarian, semangat berjuang Paman."


Carl memasang wajah khawatir, tapi tetap tersenyum.


"Trima kasih dorongan semangatnya Boy tampan, semoga pelabuhan terakhirnya adalah Paman."


"Paman....turun di sini Paman, sudah dekat rumahku, jangan mengantarku sampai depan rumahku."


Carl segera memarkirkan mobilnya, dan Nico bersiap turun, Carl segera menahan Bocah Tampan itu dan memeluknya dan mencium ubun - ubun Nico.


"Aku sangat suka jalan bareng dengan kamu Boy Tampan, walau aku sudah resmi menjadi kekasih Momy mu, aku akan tetap membagi waktu untukmu Boy."


Carl menatap kepergian Nico, sampai Nico sudah masuk kedalam pelarangan rumahnya, yang di jaga Satpam yang di gaji Momynya.


Carl pun, memutar arah mobilnya, untuk ke Cafe tempat Alexa mau bertemu dengannya.


"Aku jadi sangat merindukannya."


*****


Di tempat lain, Alexa sudah ada di depan Cafe, dan langsung melangkah masuk mencari kursi di pojok.


Alexa segera duduk di bangku paling belakang, untunglah Cafe tidak begitu ramai.

__ADS_1


Alexa duduk dan seorang pelayan Cafe, mendatanginya untuk menerima pesanan, Alexa pun memesan dua minuman.


Setelah mencatat pesanan, Pelayan Cafe pun beranjak pergi, tinggallah Alexa sedang memikirkan Carl dan mulai kesal, karna Carl begitu lama ditunggunya, belum nongol batang hidungnya.


"Mengapa Carl begitu lama, ?


Apa saja sih, yang dilakukannya.?"


Tak lama, wajah tampan Carl, yang sudah mulai mengisi hatinya sudah masuk dan mulai memutar pandangannya, ke segala arah untuk mencarinya. Wajah tampan itu tersenyum lebar, melihat kekasihnya melambaikan tangan.


Carl pun segera berjalan mendekati kesayangannya.


Carl langsung duduk di samping Alexa dan langsung memeluk pinggang Alexa, dan langsung mencium pipinya gemas, berulang kali, bibirnya dia benamkan di pipi Alexa, seperti mencium bayi kecil, yang menggemaskan.


Alexa mulai jengah dan mendorong tubuh Carl.


"Sudah....!!!!, jangan menciumku lagi pria mesum."


Carl menatap dengan tatapan penuh cinta.


"Sayang...panggil aku sayang dong, kayak biasanya. Aku sangat merindukan kata - kata itu sayang."


Alexa mencibirkan bibirnya, Melihat bibir indah itu mengerucut, Carl langsung menarik tubuh Alexa merapat dan menekan kedua sisi kepala Alexa dengan kuat, dan langsung menerkam bibir Alexa dengan satu kali raupan dan mengoles bibir Alexa dengan sapuan lidahnya.


Mendapat ciuman yang sangat liar, Alexa segera mencubit pangkal paha Carl, yang membuat Carl mengadu kecil, dan melepaskan ciumannya dan mengusap Pangkal pahanya yang perih. Sedangkan Alexa tersenyum geli, melihat Carl kesakitan karna cubitannya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2