
Carl kembali ke perusahaan Ayahnya.
Sementara Momy dan Dady nya sudah di dalam pesawat, menikmati penerbangan mereka.
Joy sudah menunggu kedatangannya di bandara.
Beberapa jam kemudian pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat di tanah air.
Penumpang sudah bersiap turun dari pesawat. Setelah pintu pesawat di buka. Satu persatu penumpang pesawat keluar dari pesawat berjalan teratur, turun di tangga pesawat.
Penumpang turun dan memasuki ruangan bandara, dan terus berjalan keluar untuk menemui penjemput mereka.
Begitupun Momy dan Dady Carl, yang sudah melihat Joy asisten Carl, yang sudah seperti anak kandung sendiri.
Joy mendapat pelukan hangat dari kedua orang tua Carl, yang tampak sangat menyayangi Joy seperti anak kandung sendiri.
Tak lupa Joy mengecup kening Momy Carl, begitupun Momy yang mencium kening, dan kedua pipi Carl, penuh sayang.
Mereka pun masuk ke mobil dan melaju ke rumah kediaman Carl.
Tak terasa sudah seminggu Dady dan Momy Carl mengunjungi semua tempat, yang indah.
Mereka sangat bahagia menikmati liburan itu. Pasangan ini tidak muda lagi, tapi mereka masih sangat romantis dan bahagia. Mereka tampak begitu saling mencintai satu sama lain.
Hari itu. Dady dan Momy Carl ingin berkunjung di taman hiburan. Mereka pun diantar supir pribadi mereka.
Dady dan Momy Carl tampak keluar dari mobil dan berjalan keluar, dan mulai masuk ke taman bermain.
Sebuah mobil pun, berwarna putih sedang parkir di belakang mobil mereka. Tampak bocah yang sangat tampan keluar dari dalam mobil putih itu.
Bocah tampan itupun terus berjalan di belakang Dady dan Momy Carl.
Momy Carl merasa kakinya pegal. Diapun singgah memijatnya.
__ADS_1
Bocah tampan itu melalui mereka, dan tersenyum melihat Dady dan Momy Carl yang terlihat sangat kaget melihat wajah bocah tampan itu.
Momy berteriak.
"Tunggu...!!!"
Bocah tampan itu cukup kaget, dan berbalik.
Momy Carl mendekati bocah tampan itu, langsung mengusap kedua pipi itu, dan kelopak matanya sudah mulai beriak.
"Mengapa wajah ini begitu mirip dengan Charly ku. ?
Bocah tampan itu semakin bingung.
"Siapa nama kamu nak...?
Bocah tampan itu menjawab dengan nada gugup dan bingung.
"Kamu di mana tinggal nak, boleh Momy ke rumah kamu nak."
"Maaf yah ibu aku tak mengenal Anda, Permisi."
Nico bergegas pergi.
Momy ingin mengejar tapi di tahan Suaminya.
"Sudahlah sayang, kita ikuti dia saja dari jarak jauh. Papa akan panggil Yogi Supir kita, untuk mengikuti dia, tampa anak itu tahu dan memberitahu nanti kita alamat rumahnya."
Momy menangis. Semoga dia cucuku sayang...Wajahnya begitu mirip Charly kita.
Hik...hik...hik..."
"Sayang...dia tidak mengenal kita sayang, jangan membuat anak itu ketakutan. Semoga anak itu benar - benar cucu kita. "
__ADS_1
Nico tampak termenung di setiap tempat permainan, tapi tak ada dia coba satupun permainan itu. Dia hanya melihat bayangan Carl dan kenangan dia bersama Carl. Kedua pelupuk mata itupun, mulai berair namun cepat di usapnya.
Nico mencari bangku kosong dan termenung.
Dady dan Momy Carl memperhatikan dari jauh gerak gerik Nico.
Yogi sudah ada di tengah mereka, dan Dady Carl menjelaskan apa yang harus dia lakukan.
Diapun terus mengangguk tanda mengerti.
Momy Carl terus memperhatikan Nico.
"Sayang...anak itu tampak sedang bersedih, wajahnya terlihat murung dan sangat sedih. Entah siapa yang melukai hatinya.
Dady hanya mengangguk.
"Ayolah sayang, kita mencoba permainan di taman ini."
"Dady aku mau di sini melihat anak itu, dia begitu mirip dengan Charly anakku, Hik..hik..hik...hik..."
Dady hanya bisa diam dan duduk di samping Istrinya.
Dia mulai menatap anak itu dari kejauhan, yang sama sekali Nico tidak menyadarinya.
Dady Carl menarik nafas panjang.
"Kamu benar sayang, dia mirip Charly kita,
wajah mereka begitu mirip."
Kata Dady Carl dengan tatapan sendu, dan memandang anak itu dari kejauhan.
Bersambung
__ADS_1