
Alexa segera menghubungi Mona agar ke rumahnya.
Alexa pun masuk ke kamar mandi, segera mandi setelah itu berganti pakaian.
Tak berselang lama Mona sudah ada di dalam kamarnya. Alexa sudah dandan dan berganti pakaian.
Alexa menceritakan tentang kejadian yang di alaminya. Mona cukup shock mendengarnya.
"Aku tak menyangka. dunia ini hanya sebesar daun kelor. Semoga saja Almarhum Suamimu adalah kakak dari carl."
Nada dering ponsel Alexa berdering, tertera nama Carl.
Carl meminta Nico datang, semoga kedatangannya bisa membuat ibunya sadar dan jangan sampai koma berkepanjangan.
Alexa menceritakan pada Mona, dan Mona berkata.
"Nico belum berangkat sekolah khan, ini masih sangat pagi. Ayuk kita berdua ke kamarnya."
Mona bangun dari duduknya dan berjalan keluar disusul Alexa.
Setelah sampai di depan kamar Nico mereka langsung membukanya.
Nico yang masih bertelanjang dada, dan hanya memakai ****** ***** boxer. Kelihatan marah dan kesal.
Nico segera memakai celana seragam sekolahnya dengan terburu - buru, sambil mengomel.
__ADS_1
"Apa kalian berdua tak punya etika masuk ke kamar orang hah...!!!"
Alexa dan Mona terpingkal dan langsung memeluk Nico, dari depan dan belakang. Mereka bertiga berpelukan erat.
Nico berteriak.
"Menjauh lah... dariku....!!!!, Aaaahhh...!!! kalian menyebalkan "
Alexa yang memeluk di depan mencium kening anaknya dan seluruh wajahnya. Sedangkan Mona mencium bahunya. Nico berontak tapi tak berdaya.
Setelah puas memeluk dan mencium Nico, mereka pun menarik Nico dan mulai berbicara serius.
Alexa mulai bercerita, namun wajah Nico begitu kesal.
"Sayang....sudah doong...kesalnya. kamu sangat menggemaskan sayang...jadi wajarlah kami menggilai kamu sayang...!!"
Nico mulai bawel.
"Sayang hari ini libur...."
"Whatt !!! Ini bukan hari libur Momy..."
"Sudahlah jangan bawel sayang...dengarkan dulu cerita kami."
Alexa mengambil ponselnya dan menelpon Guru Nico kalau hari ini ada kegiatan penting keluarga, jadi ijin dulu Nico tidak ke sekolah.
__ADS_1
Setelah Gurunya memberi ijin, dan Alexa berterima kasih. Alexa pun menutup sambungan teleponnya, mulai berbicara serius dengan Nico.
Alexa mulai bercerita dan Nico mendengar dengan serius.
Nico cukup shock dengan apa yang di katakan Momynya, di bantu sahabat Momynya Mona. Dia tidak menyangka kedua Orang Tua yang di temuinya di Taman Hiburan adalah orang yang kemungkinan besar Kakek dan Neneknya.
Nico tak menyangka jika Carl bisa saja adalah paman kandungnya.
"Jadi apa mau Momy...?"
"Sayang...Wanita separuh baya itu, yang bisa jadi dia adalah nenek kamu nak, sedang koma di rumah sakit, sangat shock mendengar anaknya yang hilang, telah meninggal dunia, padahal mereka sudah puluhan tahun berusaha sekuat tenaga mencari anaknya, dan setelah mendengar anak yang dicarinya sudah meninggal nak, akhirnya drop nak, tak mampu menerima kenyataan ini nak."
Alexa tak mampu menahan lagi kesedihannya, dia pun menangis tersedu - sedu mengingat Suaminya yang sangat di cintainya.
"Hik...hik..hik..hik...Ibu saja nak, hanya lah istrinya, sudah belasan tahun masih sangat sedih dengan kepergian Dady mu, apalagi dia adalah Ibu kandung yang melahirkannya, dan merasa karna kesalahannya, anaknya menghilang darinya. bahkan belum sempat melihat anaknya, yang susah payah di carinya. Anaknya sudah meninggal, bukankah ini adalah pukulan terberat bagi seorang ibu nak...Hik..hik..hik..."
Nico tertunduk sedih.
Alexa merengkuh anaknya dalam pelukannya.
"Sayang...Ibu mohon...demi seorang ibu yang terbaring koma disana, lupakan sejenak amarahmu pada Carl. Ibu janji jika kamu tidak ijinkan Momy menikah dengannya, ibu akan menurutimu sayangku, walau ibu akui sudah mulai mencintai Carl. Maafkan Ibu nak, cinta datang tampa ibu undang dan harapkan.Anakku sayang...Mereka meminta kamu datang menjenguk ibu itu. Berharap dengan suaramu yang memanggilnya dia akan kembali sadar. Ibu mohon demi semua ibu yang kehilangan anaknya. Temani ibu kesana yah nak.
Nico terdiam dan hatinya mulai berperang.
"Bagaimana jika dia Kakek dan Nenekku dan bagaimana jika bukan...?"
__ADS_1
Bersambung .