
Joy hanya bisa menatap sahabatnya, dengan sendu. Joy Mendekati Carl dan mengusap punggungnya.
Joy, aku sangat malu menangis di depan kamu. Tapi sungguh ini sangat menyakitkan bagiku. Pertama kali merasakan cinta pertama, namun begitu kuat dan menyiksa batinku. Aku tidak tahu
Mengapa aku begitu menyayangi mereka, ?
Perasaan ini tumbuh seperti mereka memang milikku, dan keluargaku sendiri. Terutama pada Nico, entahlah aku merasa dia bagian dari hidupku, dan aku tidak tahu,
Mengapa aku begitu menyayanginya?.
"Aku mengerti posisi kamu, Carl kamu orang baik, pasti kamu akan mendapatkan orang yang terbaik pula."
"Trima kasih Joy, kayaknya aku harus ketemu Momy dan Dady ku dulu, aku akan pulang mengurus perusahaannya di sana, agar aku bisa melupakan sejenak Alexa dan Nico. Jika aku dekat dengan mereka aku begitu tersiksa. Jadi aku putuskan, pulang dulu kerumah."
"Baiklah kawan, aku ada di sini, aku akan mengurus perusahaan kamu di sini."
"Trima kasih kawan, aku mau pulang dulu ke Apartemenku istrahat, aku butuh ketenangan, pikiranku sangat kacau, aku mau pulang beristirahat dulu."
"Oke Pak Direktur, Siap...!!"
Carl pun berjalan ke kamar mandi, dan mencuci wajahnya, dia tidak ingin mata nya yang sembab, terlihat anak buahnya di kantornya, Karna habis menangis dan akan menjadi bahan gosip lagi di kantornya.
__ADS_1
Setelah membasuh wajah tampannya, Carl pun meninggalkan kantornya, menuju ke Apartemennya.
*****
Sementara di tempat lain, Ae Ri masih betah di rumahnya. Sudah tiga hari dia tidak masuk kerja, dia sangat malu bertemu dengan Andre.
"Bagaimana ini, jadwal Pak Andre sangat sibuk hari ini, dan aku cuma WA dia terus di ponselnya, masa aku harus ijin sakit terus sih. Hubungan terlarang ku dengan dia, tak mau lepas dari pikiranku, di setiap sudut semua selalu terbayang. Aku bisa stres, apalagi aku harus bertemu dengannya. Aku sangat malu, dan takut. Bagaimana ini, aku sangat resah dan khawatir ?
Tidak aku harus lawan rasa malu dan takut ini, aku harus profesional, jika memang dia jodohku, takkan lari kemana, jika bukan...Aaahhh...nanti soal belakang memikirkannya."
Ae Ri pun berdiri dan berlari ke kamar mandi, dan segera mandi dan bersiap.
"Tapi seharusnya aku memakai gaun saja, Aku banyak memiliki gaun yang bagus. Aku harus terlihat cantik setiap harinya."
Ae Ri mulai mencari gaun, yang di pilihnya, gaun yang pas dengan lekukan tubuhnya, yang biasa juga dipakai Alexa, tapi Ae Ri tidak tahu, Karna belum pernah bertemu dengan Alexa.
Gaun berwarna Krem dan hitam. Sangat indah di tubuhnya, dan serasi dengan kulitnya yang putih bersih.
Ae Ri, mulai mencatok rambutnya yang lurus sepinggang, dan mencatok gulung, jadinya rambutnya berombak indah, sangat menarik, dan menambah kecantikan wajahnya.
Diapun memakai riasan yang sesuai pakaiannya, riasan yang tidak begitu mencolok tapi sangat cantik, dan serasi di wajahnya yang sangat cantik, dan sangat manis.
__ADS_1
Ae Ri pun mulai berjalan keluar Apartemennya. Sangat banyak mata yang memandangnya dan berbisik. Dia sangat mirip dengan artis Korea Bae Suzy. Bahkan sebagian datang mau berfoto.
Ae Ri menjelaskan jika dia, bukan artis yang mereka maksud. Hanya mirip saja.
Ae Ri segara keluar, dan masuk kedalam mobilnya.
*****
Andre tampak gelisah di ruangannya.
"Apa yang harus aku jelaskan pada Ae Ri..?
Bagaimana jika mengandung anakku..?
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ?
Aku benar - benar bingung.
Andre hanya bisa mondar - mandir di ruangannya, dia sangat depresi.
Bersambung.
__ADS_1