
Zackly menatap intens Mona, wajah itu tak kalah cantik dari Alexa.
"Aku janji Mona...jika Alexa bukan jodohku...aku akan segera menikahi mu...Aku akan mencoba memulai membuka hati untuk kamu..."
Mona tersentak dan sangat terharu dengan kata - kata Zackly, tapi mengingat masih ada ruang lain di hati Zacky yang sepenuhnya untuk memiliki Alexa, Mona memaksakan diri untuk tidak menangis bahagia, dan mencoba menutupinya dengan tawanya dan mengelus juga wajah Zackly penuh sayang.
"Sudahlah...jangan mengasihani ku..lagi...Zackly, aku memang mencintai kamu tapi yakinlah aku akan kuat kok jika kamu bisa memiliki Alexa. Melihatmu bahagia...sudah membuatku bahagia pula, bukankah ada pepatah cinta tak selamanya memiliki khan. Jika aku tak bisa menjadi kekasih mu bukankah persahabatan kita jauh lebih berharga."
Zackly sangat tersentuh dengan kata - kata Mona, Zackly langsung merengkuh tubuh itu dalam pelukannya. Membelai rambut panjang Mona dengan lembut, mencium rambut yang sangat wangi itu.
"Aku tahu rasanya mencintai seperti ini Mona, dan akupun merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan, menangislah sepuasnya dalam pelukan ku Mona..., pukullah aku sesakit mungkin Mona....aku sungguh sangat
menyakiti mu selama belasan tahun...Menangislah sayang...tumpahkan air mata itu sekarang...jangan menyembunyikannya...dariku dan Alexa...Maafkan aku sayaaaangg....maafkan aku..."
Zackly mendekap erat tubuh Mona, Zackly pun meneteskan air mata kepedihannya, yang begitu mencintai Alexa, tapi tak dianggap oleh Alexa dan harus menyakiti hati Mona yang begitu tulus mencintainya, Mona pun tak bisa menahan kesedihannya lagi, tubuhnya pun bergetar dan mulai terisak sedih, Zackly makin mempererat pelukannya.
"Zackly....kamu sangat jahat kepadaku....aku begitu mencintaimu tapi kamu selalu mengacuhkan ku...huhuhu...huhu...mengapa aku begitu bodoh begini ? Zackly...huhuhu...huhu...aku sudah berusaha sekuat tenaga melupakanmu....tapi sungguh aku tak bisa menghilangkan mu dari hatiku...Tolonglah aku Zackly....Berikan lah kata - kata menyakitkan untuk aku...agar aku segera membencimu Zackly...Huhuhu...huhu...
__ADS_1
Mona menangis pilu dan memeluk Zackly juga dengan erat.
Zackly sangat sedih mendengar ratapan pilu Mona, dan dia pun sadar diapun merasakan apa yang dia rasakan Mona, dengan mencintai Alexa, yang tak pernah mencintainya. Saat ini dia merasa sudah menyerah untuk mendapatkan Alexa.
Zackly melepaskan pelukannya dan menatap wajah Mona yang sebenarnya sangat cantik itu, Mereka tak memperdulikan lagi alam sekitarnya, untunglah Cafe tidak begitu ramai jadi agak kurang orang yang memperhatikan mereka berdua, yang larut dalam kesedihan mereka masing - masing.
Zackly mengangkat dagu Mona dan untuk pertama kalinya, Zackly membenamkan bibirnya mencium Mona dengan lembut, terus menciumnya, Mona pun mulai membalas setiap tangkapan bibir Zackly, ciuman mereka semakin memanas, saling bertukar rasa, bibir atas dan bibir bawah mereka saling menyambut dengan semakin agresif sampai nafas mereka mulai tersengal, ciuman terhenti dan kedua kening mereka saling mereka tempelkan, untuk mengatur nafas yang tak teratur.
Zacky melanjutkan mencium Mona dengan lebih lembut, dan berkesan, dia merasa ciumannya ke Mona menjadi candu baru untuknya, ternyata mencium seperti ini, membuatnya ketagihan, Apakah dia sudah mulai mencintai gadis berhati malaikat ini ?.
Suara hati Zacky saat ini telah berperang, sedangkan hati Mona pun sangat bahagia, bisa merasakan ciuman yang selalu dia impikan siang dan malam dengan Zackly, Mona sungguh menikmatinya dan akan menjadikan kenangan abadi untuk dirinya, jika tak bisa memiliki Zackly.
Zackly mengusap bibir Mona yang telah basah karna ulahnya.
"Mona...ternyata mencium kamu, membuat hatiku bahagia..."
Mona tersenyum.
"Dasar pria mesum...sekarang kamu sudah menikmati kedua bibir kami berdua dengan Alexa...Sungguh pria yang serakah."
__ADS_1
Zackly...tersenyum sumringah.
"Iya ..kamu benar...tapi kamulah yang menikmati bibir ku dengan waktu yang terlama..."
Mona tersentak dan tersipu malu.
"Apakah kita bisa terus mengulanginya..?"
Kata Zackly mesra.
Mona semakin salah tingkah dan tersipu.
"Kamu ini sangat mesum...kamu tidak mencintaiku...tapi mau menciumku seperti kekasih saja...padahal hanyalah pelampiasan kekecewaan kamu, karna penolakan Alexa. Mona....Mona nasibmu sungguh sangat buruk..."
"Mari kita Menikah..."
Mona tersentak, mata indahnya membulat sempurna.
__ADS_1
Bersambung.