
Malam terus merangkak naik, Nico terbangun,
dari tidurnya, Momy nya yang cantik memeluknya dari belakang lagi. Nico kesal dan merasa tubuhnya pegal semua karna pelukan Momy nya.
Nico berbalik dan memegang kening Momy nya. Suhu tubuh Momy nya sudah mulai normal, Bocah tampan itu, tersenyum riang.
"Syukurlah Momy sudah sembuh"
Nico mencium kening Momy nya yang masih lelap dalam tidurnya.
Nico turun di pembaringan Momynya dan berjalan keluar kamarnya, dia harus cepat mandi dan bersiap ke sekolah lagi seperti biasanya.
Satu jam berlalu, Nico sudah berangkat ke sekolah. Alexa sudah bangun dari tidurnya.
Dia melihat anak kesayangannya, sudah tidak bersamanya. Dan melihat jam besar di dinding kamarnya sudah menunjuk angka delapan lewat tiga puluh, dia pun meratap sedih.
"Sudah dua hari, aku tidak mengurus kesayanganku gara - gara pria brengsek itu."
Alexa bangun dari pembaringannya dan masuk ke dalam kamar mandi, segera mandi dengan air hangat. Rasa nyeri di bagian area intimnya, sudah menghilang.
__ADS_1
Alexa mulai menanggalkan semua pakaiannya, tubuh putih mulus itupun masuk ke dalam bathtup mandi. Dia kembali merasa jijik dengan tubuhnya dan menggosoknya kasar. Dia selalu depresi mengingat malam itu, dengan pria misterius itu. Dia sangat menyesal menikmati dan terbuai cumbuan pria itu.
"Semoga aku tidak akan bertemu dia lagi."
***
Di tempat lain di dalam sebuah kamar mandi yang besar dan mewah. Tampak seorang Pria yang sangat tampan, dengan tubuh polosnya yang tegap dan kekar serta putih bersih sedang mandi.
Hal serupa terjadi, di bawah guyuran air shower di atasnya, di pelupuk matanya, selalu menari suara rintihan halus wanita itu, yang terbuai ciuman dan cumbuan nya, dia tidak bisa melupakan hal yang begitu indah dan membuatnya selalu merindukan wanita itu.
"Jika menemukannya, aku akan mengajaknya menikah, aku tidak bisa melupakannya, sepertinya aku memang sangat mencintainya, kamu ada di mana sayangku, aku merindukanmu. Aku sudah jatuh cinta denganmu, semoga kita secepatnya bertemu kembali, dan aku akan mengikatmu dengan perkawinan, semoga saja dia hamil dan dia tidak bisa menolak ku lagi."
Pria itu, ternyata pria misterius itu, yang tidak bisa melupakan satu malamnya dengan Alexa.
Pria tampan itupun, mempercepat mandinya, dan segera keluar dari kamar mandinya, dengan tubuh polosnya dia berjalan keluar kamarnya, sepertinya dia suka berjalan telanj*ng. Diapun mengambil handuk kecil dan menyeka tubuhnya yang basah, dengan handuk kecil.
Jika ada yang melihatnya, berjalan dengan tubuh polosnya dengan Abang Beo, yang terkulai lemas, tapi terus bergoyang. mengikuti langkah kaki si empu tubuh, pemandangan yang membuat merinding tapi juga menggelikan.
Pria tampan itu masuk ke sebuah ruangan, yang memiliki dua lemari panjang di sisi kanan dan kiri namun kosong di tengahnya, yang memiliki banyak rak kotak dan rak gantungan, yang memiliki pintu kaca beroda beberapa buah di satu lemari, yang di desain khusus, yang tentunya sangatlah mahal harganya.
__ADS_1
Rak pakaian yang tertata rapi, semua terpisah setiap jenisnya. Rak gantungan kemeja, rak celana panjang, rak gantungan jas mahal yang bermerk, baju kaos yang terlipat rapi di tempat lain, rak untuk pakaian dalam, rak sandal, rak sepatu, semua terpisah tapi rak dasi, rak parfum bahkan rak Alroji mahal dan rak kecamata, bersatu dalam laci bersusun ke bawah.
Sungguh seorang Tuan Muda yang kaya raja, dan tajir melintir.
Dia mulai memakai pakaian dalam yang membungkus Abang Beo, agar tidak berkeliaran. memakai kaos ketat, kemeja lengan panjang biru muda, dengan jas biru gelap, sepasang celananya yang juga biru gelap, mulai memasang dasi, Alroji, menyemprotkan parfum di tubuhnya, bagian leher dan dada, dan mengambil sebuah kacamata.
Diatas laci itu, ada cermin besar, sebuah sisir dan minyak rambut, pria tampan itu mulai bercermin dan mengambil minyak rambut dan menyisir rapi rambutnya dan memakai pelembab wajah skincare untuk melindungi wajah tampannya dari terik matahari.
Tampaklah wajah yang begitu tampan rupawan, andai kaca itu, adalah seorang wanita dia akan terpana dan tersipu malu, melihat wajah yang begitu tampan dan sangat menggemaskan itu.
Pria tampan itu, kembali ke sebuah rak sepatu, memilih sepatu yang berwarna biru juga, terlihat sangat serasi dari atas sampai ujung kaki. Pria itupun mulai memasang kaos kaki dan sepatunya.
Setelah selesai, dia pun berjalan keluar dari ruangan itu, mulai mengambil ponsel dan dompetnya menyimpannya di sakunya.
Pria tampan itupun keluar dari kamarnya yang begitu luas, terus berjalan keluar menuruni tangga yang memiliki ukiran di pegangannya.
Melihat Tuan Muda mulai turun tangga, semua pelayan berlari dan berbaris di sisi kanan dan kiri membungkuk hormat pada Tuan muda mereka, sangat banyak pelayan di rumah itu, ada belasan orang, yang mengurus rumah besar dan sangat mewah itu.
Pria Misterius yang kaya raya, "itulah kata kata yang bisa mewakili ungkapan hati Author, Hihihi...."
__ADS_1
Bersambung