
Mereka tenggelam dalam kesedihan mereka masing - masing. Air mata tak mau mengering, selalu menjadi hiasan mata. Kepedihan yang mendalam begitu menusuk sukma. Hati yang resah dan terasa sesak membuncah dada, rasa sedih yang terasa tampa batas menerjang semua pertahanan hati yang ingin tabah dan kuat, perasaan bersalah, perasaan tak berguna, perasaan menyalahkan diri yang begitu besar, perasaan kerinduan yang begitu besar tapi tak bisa lagi bertemu, walau ke ujung dunia pun mencarinya. Sungguh kematian adalah hal yang sangat menyakitkan bagi orang yang di tinggalkan, apalagi belum sempat meminta maaf dan membahagiakannya adalah rasa kepedihan yang tak terkira.
Hanya mampu terus memanggil namanya, dan hanya bisa mengucapkan kata maaf dan maaf yang seolah tak berujung. Keindahan apapun yang ada di dunia ini, tak akan ada artinya jika kita di tinggalkan oleh orang yang paling kita sayangi. Kasih orang tua sepanjang masa, tak seperti kasih anak terkadang hanya sepanjang jalan saja.
Orang tua kehilangan anaknya dan dipisahkan oleh kematian adalah kesedihan yang tak ada di atasnya lagi. Andai bisa memohon kepada Sang Pencipta untuk menukar dengan nyawanya, sebagai orang tua tak akan berpikir dua kali, dan akan berkata dengan lantang mengatakan.
"Ambillah nyawaku, jangan ambil nyawa anakku, Walau harus beberapa kali mati pun, walau di hidupkan berapa kali pun. Orang Tua akan tetap pada pendiriannya.
"Ambillah nyawaku, jangan mengambil nyawa anakku."
Di sinilah manusia akan di uji dari Sang Maha Pencipta, apakah mau tetap diam dan menangis, atau bersabar, dan terus bergerak maju.
Sebagai manusia yang percaya kepada Sang Penciptanya. Jika Tuhannya tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya. Ibarat pepatah lama. Kaki tak selamanya kanan yang berjalan, tapi akan tergantikan juga dengan kaki yang kiri.
__ADS_1
Laut tak mungkin akan selalu pasang, tapi akan surut juga nantinya. Dan badai tak selamanya badai, tapi badai pasti akan berlalu.
Disinilah titik di mana Sang Pencipta menguji hambanya untuk hidup lebih baik, dan selalu sabar dan percaya akan indah pada waktunya.
Walau harus tertawa padahal hati membiru. Walau harus tersenyum, walau hati membengkak. Walau harus seolah tampak kuat, padahal hati dipenuhi duka lara.
Begitulah manusia akan mengalami semua fase - fase kehidupan, dan menjadikannya sebuah pengalaman yang berharga. agar selalu rendah hati, dan bersabar serta tetap bergerak maju untuk kehidupan yang lebih baik.
Pada saat mereka menemukannya, mereka hanya bisa memandang foto nya, tapi tak bisa memeluknya, melepaskan kerinduan, dan mengucapkan kata maaf, dan maaf dan terus maaf kepada anak yang sungguh mereka cintai, dan rindukan tapi di dunia ini mereka tak beruntung. karna anaknya telah kembali pada Sang Penciptanya.
Dady Carl dan Momy Carl mengalihkan pandangan mata nya, yang dipenuhi air mata kepedihan dan kesedihan yang tiada tara. Mereka memandang Bocah remaja berusia 14 tahun, yang sedang menangis pedih dalam dekapan ibunya. Mereka berdua berdiri dari duduknya dan mendatangi bocah itu dan bersimpuh di depan bocah remaja itu, berurai air mata. menyatukan kedua tangan mereka meminta ampun dan berkata lirih meratap pedih.
"Cucuku....Menantuku.....Maaaafkaaan...
__ADS_1
kaaamiii...Kami sungguh mohon ampunan kalian...Huhuhu...huhuhu....huuhuuu......!!!"
Alexa dan Nico langsung memeluk mereka berdua. Mereka berempat menangis pilu, dan hanya bisa terus menangis tampa bisa berkata apa - apa lagi.
Pelukan dari mereka sebagai tanda jika mereka sudah memaafkan kedua orang tua Almarhum Suaminya, dan Kakek bagi Nico. Bagi semua orang tua di dunia inipun, jika di posisi mereka tak akan mau ada di posisi mereka.
Saat ini kesedihan adalah milik mereka, warna mereka, dunia mereka. Semua yang memandang hanya bisa larut dan tenggelam dalam lautan kesedihan.
Akhirnya mereka telah di pertemukan. Kehilangan satu anak tapi mendapatkan dua pengganti yang terbaik, yang bisa dia lakukan hanya bisa menjaga, dan melindungi mereka serta mencintai juga menyayangi mereka, melebihi hidup mereka, sebagai kado terindah dari anak mereka yang telah meninggalkan mereka untuk selama - lamanya.
Bersambung.
.
__ADS_1