
Mobil Andre terus melaju berbaur dengan
padatnya lalu lintas.
Mereka menuju kediaman Andre, setelah setengah jam berlalu. Mereka sudah tiba di rumah besar Andre.
"Biar saya saja pak...yang mengantarnya ke kamar, kita pulang saja. Besok pagi datang lagi kemari seperti biasanya."
"Baik Nona..."
Ae Ri pun berjalan masuk dan memapah tubuh Andre yang terus meracau. Menyebut nama Alisa dan bahkan menangis pilu. Ae Ri
sangat kesal, tapi tetap membawa Andre ke kamarnya.
Ae Ri membaringkan tubuh Andre di kasurnya, dan berjalan mengunci pintu kamar.
"Sepertinya aku harus bermalam untuk menemani dia, jangan sampai dia melakukan hal yang membahayakan hidupnya, dasar pria bodoh"
Ae Ri kembali ke kasur dan membuka jas Andre dan melonggarkan kancing baju atasnya dan membuka dasinya. Diapun membantu melepaskan sepatu dan kaos kaki Andre.
Andre menatapnya dan duduk menarik tangan Ae Ri.
__ADS_1
"Alexa....kamu ada disini sayangku."
Ae Ri terpekik kaget tapi Andre langsung memeluknya erat, dan langsung menyumbat bibir Ae Ri dengan ganas.
Ae Ri hampir kehabisan nafas, bau alkohol begitu menyengat dan bibir Andre tidak membiarkan bibirnya menjauh, dari bekapan bibirnya yang semakin bergerilya menekan, dan menghisap penuh bibirnya.
Ae Ri berontak karna hampir kehabisan nafas, begitupun Andre mereka saling mengatur nafas.
"Maafkan aku sayang, jika aku salah, aku akan memperbaikinya sayang."
Ae Ri mulai mengomel dalam hati, tapi hati kecilnya tidak bisa berbohong, dia menyukai ciuman itu, begitu membuat dadanya bergetar indah.
"Andre begitu mabuk, dia sudah berhalusinasi."
Andre kembali menariknya bahkan menindihnya.
Saat ini Ae Ri sudah ada dalam tindihan Andre yang kembali menciumnya, tapi lebih lembut. Ae Ri sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman Andre. Mengelus lembut punggung Andre, Mereka saling berciuman, menengguk aroma nikmat sensasi dari bibir mereka, saling menikmati dan saling bertukar rasa, permainan lidah Andre pun mulai menyusup masuk ke rongga mulut Ae Ri, mengabsen di setiap inci rongga mulutnya. Saling mencecap dan membelit di antara kedua lidah yang sudah terbuai asmara berciuman.
Ciuman beralih dengan saling mengecup, tangan Andre mulai nakal meremas kedua bukit lembut Ae Ri secara bergantian.
Ae Ri sudah terbuai dan terlena, Andre mulai membukanya bahkan Ae RI pun membantu Andre melepaskan pakaiannya, sampai polos dan membuat Andre semakin terbakar hasratnya.
__ADS_1
Sejenak Andre memandang kedua bukit indah itu dan langsung menyusu, dan tangan lain mengelus, dan memutar ujungnya, yang membuat Ae Ri semakin terbuai dan meracau nikmat.
Ae Ri menjadi takut karna dia sudah merasakan senjata Andre, semakin siap menembak, begitu kokoh dan perkasa dan menggesek area pribadinya yang masih terbungkus. Ae Ri ketakutan tapi permainan Andre di dadanya begitu memabukkan dan membuatnya terlena. Andre mulai melepaskan celana panjangnya dan menarik gaun Ae Ri, menyisakan sisa kain pembungkus terakhir. Ae Ri menjadi gelisah antara menolak tapi juga sangat menginginkannya, karna dia sudah jatuh cinta kepada Andre dan ingin memilikinya.
"Bagaimana ini...aku masih perawan, ? aku belum pernah memberikannya pada kekasih ku."
Andre pun mulai nakal menyusupkan tangannya ke bawah dan masuk ke dalam kain penutup kecil area pribadi itu. Mulai mengusap dan mulai memainkan jarinya, masuk dan keluar lagi ke dalam area sensitif yang sudah lembab dan basah.
Permainan tangan Andre membuat Ae Ri mendapatkan setrum yang sangat indah yang dia rasakan ditubuhnya, Ae Ri mendesah, tubuhnya menegang, Ae Ri mendapatkan penuntasan Karna permainan jari Andre. tubuhnya mengejang dan mulutnya meracau, Andre semakin terbakar gelora. Diapun membuka kain terakhir dari Ae RI dengan sangat bernafsu, begitupun dengan kain terakhir miliknya.
Ae Ri hanya bisa pasrah tapi mulai ketakutan melihat senjata Andre yang cukup besar, dan berpikir apakah tidak akan melukai nya.
Andre sangat pandai memberi sentuhan memabukkan di tubuhnya, Ae Ri hanya bisa pasrah Karna mengingat kedua kakeknya, jika dia hamil pasti Andre akan menikahinya.
Ae Ri sudah tidak berpikir waras lagi. Diapun mulai menenangkan diri.
Andre mencoba berulang kali tapi sangat susah di tembusnya, Ae Ri sudah sangat kesakitan dan berkeringat dingin.dan sesekali menjerit kesakitan, dan akhirnya satu teriakan dan air mata yang mengalir Karna Andre berhasil merobek dan menembus gerbang kenikmatan yang selama ini Ae Ri jaga dengan baik telah menjadi milik Andre.
Rasa perih yang di rasakan Ae Ri semakin berkurang dan berganti rasa kenikmatan yang membuat Ae Ri mendesah dan meracau begitupun dengan Andre yang baru pertama kali melakukan hal itu, dan dia sangat menikmatinya Karna di pikirannya wanita yang sekarang dia renggut kehormatannya adalah kekasihnya Alexa. Untunglah kamar Andre kedap suara jadi takkan ada yang mendengar teriakan dan ******* dari kedua tubuh yang saling berlomba mencari kenikmatan nya sendiri dan Ae Ri mendapatkan penuntasan untuk kedua kalinya. Sedangkan Andre dengan stamina yang kuat masih terus berpacu mencari penuntasan hasrat nya.
Andre terus berpacu dan akhirnya lahar yang ada didalam tubuhnya, telah dia keluarkan dan masuk ke dalam rahim Ae RI, lama mereka saling berpelukan dan akhirnya Andre melepaskan senjatanya, dan tidur di samping Ae Ri, dan mereka pun tidur sambil berpelukan.
__ADS_1
Bersambung.