
Andre menarik nafas dalam - dalam, Ae Ri sudah datang dan membuka pintu mobil, Andre tersentak dalam lamunannya.
Andre kembali memasangkan sabuk pengaman Ae Ri di tubuhnya.
Wajah mereka sangat dekat, bibir mereka hampir bersentuhan.
Ae Ri menatap wajah Andre penuh cinta, tapi mengandung kesedihan yang mendalam. Andre pun tersadar dan sedikit kaget, bibirnya begitu dekat dengan Ae RI, dan dia sedikit terhipnotis dan ada rasa untuk mencium bibir Ae Ri, yang begitu indah di pandangannya.
Andre secepatnya menjauhkan wajahnya, dan mulai menyalakan mesin mobilnya, dan fokus dengan jalanan di depannya.
Ae Ri menyuruh Andre ke Apartemennya saja.
Andre pun membawanya kesana. Sesampai di sana, mereka pun berjalan beriringan naik ke dalam lift dan Ae Ri menekan tombol 9, yakni lantai sembilan, tempat kamar Apartemennya.
Setelah lift bergerak naik ke lantai sembilan, mereka pun berjalan keluar dan menuju kamar nomer 9 juga. Entahlah apa sudah di atur, atau suatu kebetulan. Hanya kedua kakek mereka sajalah yang tahu. Karna semua itu telah di persiapkan. kedua kakek mereka. Yakni tempat tinggal dan tempat bekerja untuk Ae Ri.
Ae Ri mulai membuka pintu kamarnya, setelah terbuka mereka berdua masuk. Dan ini baru pertama kali Andre masuk ke dalam Apartemen Ae Ri.
Ruangannya cukup besar ada sofa, dan ada satu kamar, bahkan ada dapurnya juga.
"Silahkan duduk dulu Pak Direktur.
Anda mau di buatkan apa, teh atau kopi..?"
"Teh saja..."
Ae Ri langsung ke dapur dan mulai memanaskan air, dan membuatkan teh untuk Andre.
__ADS_1
Setelah itu, membawanya keluar.
Pak Direktur...aku ke kamar mandi dulu, mengetes, tes kehamilan ini.
"Ae Ri jika di luar begini, panggil aku Andre saja yah.."
Ae Ri tersenyum dan mengangguk..Baik Pak...eehhh...Baik Andre..."
Andre tersenyum dan menaikkan jempolnya, di balas Ae Ri dengan senyum manisnya, dan menaikkan juga jempolnya. Untuk sesaat mereka saling terpesona melihat senyum satu sama lain, yang begitu manis serta mempesona dan mereka saling mengangumi senyum masing - masing.
Mereka pun tersadar dan menjadi grogi satu sama lain.
Ae Ri segera menjauh, dan berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
Andre menunggunya dengan sangat tegang. Menit terus berlalu, bahkan sudah setengah jam berlalu, tapi Ae Ri belum keluar juga dari dalam kamarnya, Andre menjadi gelisah. Diapun berjalan mondar -mandir kesana - kemari. Akhirnya dia memutuskan menyusul Ae Ri ke kamarnya.
Ae Ri tapi tak ada sahutan. Diapun masuk dan berdiri di luar kamar mandi, mulai mengetuk pintu.
"Ae Ri...Apa kamu baik - baik saja...?
Tak ada sahutan. Andre semakin panik, dan mengetuk pintu lebih kencang.
"Ae Ri....Tolong jangan membuatku panik dan khawatir...Tolong buka..."
Tapi tak ada sahutan, Andre terpaksa membuka pintu kamar mandi. Dia sedikit tenang melihat Ae Ri duduk memeluk lututnya. Dia menangis sedih.
"Andre....Aku hamil..Tolong Maafkan aku...
__ADS_1
Huhuhu..huhu..."
Andre sangat shock dia hanya bisa duduk jongkok di depan Ae Ri, mengusap wajahnya kasar.
Ae Ri memberi alat tes kehamilan itu pada Andre.
Andre menerimanya dan melihat ada dua garis merah, tanda Ae Ri mengandung anaknya.
Mereka hanya bisa saling duduk berhadapan, saling larut dalam kesedihan masing - masing.
Untuk beberapa saat Andre tersadar, dan berdiri dan menarik lengan Ae Ri berdiri dan merangkul bahunya keluar dari kamar mandi.
Andre membawa Ae Ri, duduk di pinggir pembaringan Ae Ri. Mereka duduk berhadapan.
Andre menggenggam kedua tangan Ae Ri dan
mulai berbicara.
"Ae Ri jangan bersedih, besok kita menikah, kita akan menikah sederhana saja, tampa ada yang mengetahui, yang penting kita saja, dan penghulu serta beberapa saksi dari rumahku yang akan menjadi saksi pernikahan kita, nanti kita menikah di rumahku, pelayanku akan aku suruh merahasiakan ini pada siapapun. Besok kamu pindah kerumah ku.
Aku belum bisa berterus terang pada keluargaku. Karna kita juga akan bercerai..Aku harap kamu mengikuti saranku."
Andre menatap Ae Ri yang masih tertunduk sedih, tapi kepalanya mengangguk lemah. sebagai jawaban tanda setuju darinya.
Andre menarik nafas dalam - dalam, beberapa kali, Apa yang dia khawatirkan benar - benar terjadi.
Bersambung
__ADS_1
.