Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
BAB 8. Mengapa Harus Bertemu Dengan Dia Lagi.


__ADS_3

Dua hari berlalu, Alexa sudah masuk bekerja di perusahaannya kembali seperti biasanya. Alexa bertanya pada asistennya jadwal pekerjaan dia hari ini.


Asistennya yang seorang Pria tapi setengahnya juga wanita.dengan gemulainya menjelaskan.


"My Bos Barbie beauty...Martha menjelaskan yah...Dengar baik - baik yah...cucok deeh..."


Martha yang centil mulai menjelaskan jadwal Alexa seperti biasanya. Tubuhnya yang berisi dengan lumayan padat gumpalan perutnya alias lemak, dan rambutnya yang segi empat dan kacamata minusnya, membuatnya seperti monster yang menakutkan. Dan wajahnya yang selalu serius, di kantornya di kalangan karyawati, Martha sangat di takuti, Karna galaknya dan bawelnya, melebihi pamor Alexa yang ramah, dan baik hati.


Bahkan terkadang Alexa juga takut dengan Martha yang sangat galak, jika dia malas datang ke kantor. Martha akan mendatanginya dan langsung menarik dan membangunkannya.


Alexa menyayangi Martha Karna dia sangat peduli dengan perusahaannya. Dan sudah menganggap Alexa seperti adik kandungnya sendiri. Sejak perusahaannya dia tangani dengan suaminya, Martha sudah menjadi Asistennya.


"Martha Asisten kesayangan Alexa


Martha adalah seorang sarjana keuangan dan sudah pernah menjadi asisten perusahaan dan waktu itu, perusahaannya bangkrut dan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan Alexa. Sifat disiplin, rajin dan rasa peduli yang tinggi, membuat Alexa mengangkatnya menjadi asistennya dari dulu sampai saat ini.


Martha Asisten kesayangan Alexa, mereka sudah sangat akrab dan saling mengenal dengan sangat baik.


Martha memiliki dua adik perempuan yang dia bantu kuliah. kedua adiknya calon orang sukses, Adiknya yang tua, kuliah di kedokteran dan adiknya yang satu calon insinyur interior dekorasi. mereka adik kembarnya. Orang tua nya Martha sudah meninggal dunia. Itulah segelintir perkenalan tentang Martha my Readers.


*****

__ADS_1


Seorang pria blazteran yang sangat tampan, sedang memasuki lobby sebuah restoran mahal, yang ada di kota besar tersebut, di ibu kota negara yang kita cintai.


Pria tampan itu terus melangkah masuk, di sekelilingnya kaum hawa begitu terpesona dengan ketampanan pria blazteran itu.


Asistennya pun tampak mengiringi langkahnya. Dan tiba di sebuah meja dan mulai duduk. Tak berselang lama seorang bapak setengah baya, dengan stelan jasnya, di dampingi dua asisten bersamanya, tampak masuk dan terus berjalan menghampiri meja pria blazteran itu, yang tak lain adalah Pria misterius itu.


Mereka pun saling berjabat tangan dan mulai duduk dan mengobrol. Tampaknya Pria misterius itu, sedang menjalankan kontrak kerja sama nya sebagai pemodal yang akan menginvestasikan dananya, untuk meraup keuntungan tentunya.


Tampak seorang gadis yang sangat cantik pun, masuk ke lobby restoran itu, dengan asistennya yang berjalan gemulai. dia pun terus berjalan menghampiri meja sang pria misterius yang duduk membelakang.


Wanita cantik itu tersenyum manis, kepada seorang pria setengah baya, yang langsung berdiri dan menjabat tangannya.


Pria misterius berbalik santai, dan tercekat sangat kaget melihat wanita cantik yang selama ini di carinya, sudah ada di belakangnya.


Dia tidak mungkin melupakan gadis cantik itu, rasanya ingin langsung memeluknya dan menciumnya saking rindunya.


Alexa pun sangat terkejut, dia tidak mungkin lupa pria brengsek itu, tapi Pak Darmawan adalah pelanggan yang sangat banyak memberikannya tender untuk interior gedung, rumah pribadi dan hotel bahkan restoran.


"Mengapa harus bertemu dengan dia lagi."


Alexa sangat depresi dan canggung, Martha langsung sigap mengendalikan situasi, Martha sadar pria tampan di depannya ini, memiliki kemiripan mata dan raut wajah dengan Almarhum suami Alexa tapi Pria di hadapannya ini, jauh lebih tampan dari Almarhum suami Alexa.

__ADS_1


"Ibu Alexa...tadi anda mau ke kamar mandi, biar aku yang handel sementara..."


Mencoba berbicara dengan tenang tapi tegas.


Alexa langsung membungkuk hormat.


"Maaf saya ke kamar mandi dulu..."


"Silahkan...kami menunggu mu, Nyonya Alexa..."


Ucap Pak Darmawan ramah.


Alexa langsung berbalik, dan terus berjalan ke arah kamar mandi.


Sedangkan Pria misterius itu, tak bisa menutupi kegusaran hatinya. Kata Nyonya terus terngiang di telinganya.


"Apakah dia sudah menikah, "


Hatinya sangat gusar dan sangat perih, baru mencintai tapi mengapa harus istri orang."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2