
Melihat Carl tertawa lepas dengan putranya Nico, balapan Mobil sampai terjun di seluncuran panjang, dengan teriakan panjang dan tawa yang tak lepas dari kedua wajah tampan yang dicintainya itu, membuat Alexa selalu meneteskan air mata kebahagiaan, dia sangat bahagia melihat keceriaan anak semata wayangnya, tak pernah dia lihat anaknya sebahagia itu,
"Trima kasih Carl telah memberi kebahagiaan dan senyum Nico, akupun ibunya belum pernah membuatnya tersenyum sebahagia itu, trima kasih Carl kamu pria baik, kamu benar - benar sangat mirip Suamiku Carl, kalian bagai pinang di belah dua, Trima kasih Tuhanku, Engkau menghadirkan Carl dalam hidup kami berdua yang selalu hampa dan kosong. Semoga Carl benar - benar tulus kepada kami.
Alexa duduk dan selalu ikut tertawa dan tersenyum melihat kekonyolan Carl dan Nico yang sangat kompak.
Carl memeluk pundak Nico, dan berkata.
"Boy tampan, kayaknya kamu harus pulang, ibumu pasti khawatir."
Nico mengangguk, mereka pun naik ke kolam renang dan menuju kamar ganti. Untunglah Nico memakai baju dua lapis, Karna mereka sudah janjian akan berenang.
Beberapa saat kemudian mereka pun, keluar dari kamar mandi dan berjalan dengan Carl selalu memeluk pundak anak tampan itu, tampak semua pasang mata, memperhatikan kedua pria yang sangat tampan itu, dan beberapa berguncing.
"Apa dia seorang Duda...Ooooohhh dia begitu tampan, betapa bahagianya jika aku bisa menjadi Mama tirinya."
Kebetulan yang sedang berguncing itu, ada di dekat Alexa.
Alexa pun sangat kesal, dan merutuk dalam hati.
"Enak saja jadi mama tiri, Apakah dia sedang mendoakan ku cepat mati ?, rasanya ingin menjambak rambutnya.
Melihat kedua pria kesayangannya telah menghilang di pandangannya, Alexa pun buru - buru berdiri dan berlari menyusul ke arah jalan yang tadi di lalui kedua pria kesayangannya.
Alexa terus berjalan keluar tapi tidak menemukannya, diapun meraih ponselnya dan menelpon Carl.
Ponselnya sudah mulai memanggil, dan ada suara menjawabnya dari seberang.
Carl.
__ADS_1
"Halo sayaang....ada apa sayang ?"
Alexa.
"Kamu dimana...?
Carl.
"Lagi dijalan sayang...apa ada yang penting sayang."
Alexa.
"Aku ingin kita bertemu di Cafe Anggrek, tempat pertama kali kita bertemu."
Carl.
"Baiklah sayang....Aku mencintaimu sayang..."
"Beraninya dia merayu ku di depan anakku."
Alexa.
"Baiklah...aku tunggu kamu satu jam lagi disana."
Carl.
"Iya sayang....aku akan datang kesana, berikan ciuman mu sayang."
Alexa kesal dan menutup panggilannya.
__ADS_1
"Apakah dia tidak bosan menciumku. bahkan sudah menodaiku, dasar pria serakah."
Sementara di atas mobil Nico merenung.
"Paman Carl ternyata sudah memiliki pacar, andai dia ibuku, kekasih Paman Carl, aku pasti sangat senang."
Lamunan Nico buyar, dengan suara Carl menyapanya.
"Boy tampan, kamu melamun apa, ?
Nico hanya tersenyum.
"Boy tampan kamu tahu, siapa yang aku telpon tadi."
Nico menatap Carl, dan menggeleng.
"Aku ingin sedikit bercerita dengan kamu Boy tampan, aku dekat denganmu bukan karna ada niat lain, aku tidak tahu perasaan ini, sepertinya kamu memiliki rasa di hatiku seperti darah daging ku sendiri, keluargaku sendiri. Boy tampan, aku sangat tulus kepadamu, bahkan aku merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dengan kamu."
"Aku juga paman, selain paman memiliki wajah seperti Dady ku, paman juga sehangat Dady ku, walau aku masih umur delapan tahun, Dady meninggalkan aku, untuk selamanya. Tapi sentuhan paman, kehangatan paman, cara berbicara paman dan cara memelukku sangat mirip dengan Dady ku, kenangan itu, tak pernah hilang dari pikiranku."
Carl mengusap bahu Nico.
"Aku janji padamu Nico, aku akan menjaga mu dan menyayangi kamu sampai kapanpun."
"Tapi apa pacar paman tidak marah..."
Carl tertawa keras,
"Hahaha...haha...sepertinya aku sangat butuh bantuan mu Boy..."
__ADS_1
Nico menatap kebingungan.
Bersambung