
Alexa tersenyum melihat kedatangan sahabatnya dan memberikan pelukan dan ciuman sayang di pipinya.
Monalisa pun berjalan ke arah Zackly. Wanita cantik itu, memberikan pelukan dan ciuman di pipi Zackly. Begitupun Zackly, membalas mencium pipi Monalisa.
Monalisa duduk di samping Zackly.
"Tumben sakit Alexa, seharusnya aku yang sakit."
Alexa tersenyum kecut, tidak mungkin terus terang dengan masalah yang dia hadapi.
"Mungkin sudah waktunya sakit, Mona.."
Monalisa tersenyum manis.
Mereka pun berbincang dengan akrabnya, sesekali ada canda dan tawa menyertai cerita mereka.
Setelah cukup lama berbincang, Zackly minta pamit, sebuah kecupan ringan mendarat kembali di bibir Alexa.
Alexa pun tersenyum dan menatap sahabatnya yang agak murung, tapi ciuman perpisahan mendarat di pipinya dari Zackly, membuatnya memaksakan senyumannya. Alexa sangat kasian dengan Mona sahabatnya, tapi cinta tidak bisa di paksakan.
"Kedua kesayanganku, aku pulang dulu..."
Kedua wanita cantik itu tersenyum manis.
Zackly berjalan keluar sambil melambai.
Alexa memanggil sahabatnya.
"Mona...kamu selalu terbengong jika Zackly pergi..."
Monalisa tersenyum tipis dan berbalik dan membuka kacamatanya.
Sebenarnya Mona sangat cantik, hanya dia terlalu sederhana dan tidak seriang Alexa.
"Iya....aku juga membenci diriku, sudah belasan tahun,masih memiliki cinta untuk si bodoh itu."
Alexa terpingkal, Merekapun tertawa bersama.
Setelah lelah tertawa, Mona bertanya.
"Alexa, mengapa kamu tidak bisa mencintai Zackly ? tidak usah menjaga perasaanku, aku pasti bisa melupakannya."
__ADS_1
"Bukan begitu Mona, mungkin Zackly dapat karma, karna menolak cinta tulus sahabatku, akhirnya akupun yang di cintainya, tak ada rasa cinta sedikitpun untuknya, sungguh miris yah..."
"Sangat miris sekali..." Ucap Mona di sertai gelak tawa Alexa begitupun dengan Mona, mereka pun terpingkal bersama kembali.
*****
Tak terasa waktu terus beranjak, Mona sudah pamit pulang. Tinggallah Alexa sendiri yang kembali bersedih, mengingat kejadian pelecehan yang di alaminya, dia sangat sedih seseorang telah merenggut kehormatannya, selain Almarhum suaminya. Rasa benci di hatinya semakin membesar, dan sangat kecewa dengan dirinya.
Mengapa harus menikmatinya?"
Alexa meremas rambutnya, dia sangat depresi.
Diapun menelpon Bibinya, membawakan makanan ke kamarnya.
Anak kesayangannya, sudah pulang dan datang ke kamarnya, di susul Bibi pelayannya membawakan makanan dan minuman.
Alexa pun, lebay seperti biasanya.
"Nico sayang...Suap ibu yah...aku khan sedang sakit sayang..."
Nico anaknya yang tampan cemberut, tapi tetap mengambil makanan itu, dan mulai menyuap ibunya makan.
Alexa sangat kegirangan, Nico anaknya sangat cuek, mau mengalah juga.
Nico marah dan kesal.
"Momy!!!!"
Nico menatap Momy nya sangat kesal.
"Iya deh...Semoga Momy sehat terus deh, buat kamu, Apa sih yang tidak, buat kesayanganku...?"
Nico melanjutkan menyuap Momy, nya, yang tak pernah dewasa jika bersamanya.
Berpuluh menit berlalu, Alexa sudah kenyang.
Nico membantu Momy nya, meminum obatnya.
"My Baby...tidur sama Momy yah...aku ingin sekali memelukmu My Baby....Kamu khan Baby Momy..."
Mulai lagi Alexa merengek seperti biasanya, Nico menatap jengah Momy nya.
"Kapan Momy melihatku dewasa Momy...Nico sudah sangat dewasa, jangan memanggilku Baby Momy...."
__ADS_1
Nico mulai bawel seperti biasanya.
Alexa terpingkal.
"Hehehe....Siapa bilang kamu dewasa My Baby, kamu selalu jadi Baby untuk Momy..."
Nico mengambil piring dan makanan yang di bawah Bibi dengan talang di bawahnya, meninggalkan Momynya, terus berjalan keluar kamar Momy nya, Alexa pun berteriak.
"My Honey,...!!!! temani Momy tidur yaaah....saya tunggu My Baby..."
Alexa terkekeh, melihat anaknya yang selalu marah, dia perlakukan seperti anak bayi.
Waktu terus bergulir, Sore beranjak malam. Alexa mencoba menutup matanya, tapi bayangan Pria misterius itu, selalu menari di pelupuk matanya.
"Mengapa dia begitu mirip almarhum suamiku, Dady Nico, bahkan tingkah lakunya.."
Alexa meremas rambutnya, berubah sangat kesal.
"Mengapa aku harus memikirkan Si Bodoh itu...!!!"
Mengucek rambutnya kasar.
Pintu kamarnya terbuka, Nico anak tampannya, mulai masuk ke kamar Alexa dan langsung tidur membelakangi Momy nya.
Alexa tersenyum gemas, dan memeluk kesayangannya dari belakang.
"Aaaaah.....My Baby...senangnya, akhirnya datang juga temani Momy sayang..."
"Momy tidurlah...Jangan menganggu ku dan berisik, aku sangat mengantuk.
Alexa mencium bahu, rambut dan punggung anaknya dengan gemas, penuh sayang...dan memeluknya.
"Jika Momy tidak sakit, aku tidak mau tidur dengan Momy, sangat rese dan berisik..."
Alexa terkekeh geli, melihat anaknya yang gengsi mengakui kalau diapun sangat memanjakannya.
Alexa memeluk anaknya dari belakang, dan mencium rambutnya dan akhirnya tertidur pulas.
Melihat ibunya sudah tidur, Nico membalik tubuh Ibunya dan melepaskan pelukan ibunya yang membuatnya sesak nafas.
Nico memandang Momy nya yang cantik
"Momy...Nico sangat sayang Momy, tapi Momy selalu anggap Nico anak kecil, aku akan jaga Momy, takkan ku biarkan Momy tidak bahagia, aku suka bertengkar dengan Momy Karna tidak mau menganggap ku dewasa, aku sangat sayang Momy....."
Nico mencium kening Momy nya dan kembali tidur, dan membelakangi Momynya yang sudah terlelap, dalam mimpi indahnya
__ADS_1
Bersambung