
Alisa pun menghentikan tangisannya, walau hatinya masih sangat sedih. Diapun membiarkan Joy tertidur. Sedangkan dia melanjutkan pekerjaannya. Satu jam kemudian Joy terbangun.
"Ma..aaf !! Kan saya Nona Alexa, aku ketiduran."
"Tidak apa, pak Joy,"
"Ooh..Yaa...ini ada amplop berisi foto pria bucin itu, katanya jika kamu merindukan nya, dia rela fotonya di cium dan diapakan saja sama kamu, yang penting jangan di robek.
Beginilah orang yang tak pernah pacaran, pas ketemu wanita yang di cintainya. Dunia terasa milik berdua, dan kami hanya di anggap numpang kontrak dengan yang lain."
Alexa terpingkal dan mengambil amplop besar yang di sodorkan padanya. Diapun membukanya dan sangat banyak foto Carl , ada belasan fotonya, dengan segala macam gaya, dan semua fotonya sangat tampan.
"Huhh...lihat saja sendiri, dia sungguh lebay dan bucin."
Alexa pun terus melihat satu persatu foto kekasihnya, dengan tertawa geli.
"Dia menyewa fotografer terkenal memotret dia dimana saja, dia seperti hantu gentayangan di kota, kesana - kemari mencari tempat untuk foto, dasar pria bucin !!."
Alexa pun terpingkal lagi, di balik wajah tampannya dan body kekasihnya Carl yang kekar dan atletis, Carl ternyata pria yang sangat manja dan bucin.
"Baiklah Nona Alexa, aku pulang dulu. Sebagai asisten dan penggantinya sementara, banyak tugas menungguku di kantor."
Alexa mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah Nona Alexa, aku mohon pamit dulu."
Alexa berdiri dan tersenyum lebar dan menyalami tangan Joy.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan kamu Joy, aku baru mengenal kamu, tapi terasa sudah lama berteman baik."
"Iya Alexa...akupun merasakan hal yang sama,
Tolong setialah pada Carl, dia lelaki yang sangat baik, dan sangat setia untuk kamu, dan juga sangat mencintai mu. Semoga kamu lah yang pertama dan terakhir untuknya."
"Iya Joy, akupun berharap seperti itu, aku juga sangat mencintai Carl, doakan kami yah, agar tabah dan Nico segera merestui kami."
"Iya Alexa pasti aku doakan yang terbaik untuk kalian."
Joy pun meninggalkan ruangan Alexa, dan meninggalkan kantor Alexa, menuju kantor Carl.
Di kantor nya, Ponselnya pun berdering, tertera nama Carl di sana.
Carl
"Bagaimana pesanku apa sudah kamu sampaikan Joy ?"
Joy.
Carl
"Aku jadi sangat senang mendengarnya.!!"
Joy
"Ini hanya saran bos, cobalah melupakan sementara Alexa, Karna jika kamu selalu mengingatnya bos, kamu akan tertekan, depresi cinta, terkena demam cinta, malaria kronis cinta dan akhirnya masuk dunia halu cinta, eehhh bukannya ketemu Alexa malah ketemu psikiater bos dan masuk rumah sakit jiwa.
__ADS_1
Carl
"Apa kamu sekarang sedang mendoakan aku masuk rumah sakit jiwa ? Hahh..!!, Bangs*t, Dasar Joy Ed*n., brengs*k.!!!"
Joy
"Aaaahhhh....!! terserah saja kamu Carl, mau salah faham yang jelasnya maksudku baik..."
Carl
"Berani kamu sela kata - kata ku, akan aku potong gaji kamu 80 persen."
Joy
"Jangan bos...kenapa kasian selalu lari ke gaji, ancaman mu. !! Aku adalah Asisten terkere di muka bumi ini. Jika tak ada pelayanan catering perusahaan, aku mungkin sudah mengemis di jalanan untuk cari makan."
Carl
"Baguslah kalau kamu tahu diri, sudahlah aku malas berbicara dengan kamu."
Joy.
"Siap Bos, Siap juragan, siap pak direktur..."
Carl menutup telpon, Joy pun mulai mengomel.
"Kapan dia bisa dewasa, dan aku tidak sedang berteman dengan anak bocah egois seperti itu. Nasibku yang malang kapan akan berakhir."
__ADS_1
Joy menelungkupkan wajahnya di meja, dan mengucek rambutnya kasar.
Bersambung.