
Mona mengantar Nico sampai di rumah, dia ingin bersama Alexa dan menghiburnya.
Nico turun dan langsung ke kamarnya, dia selalu menghindari Momy nya, dia tidak mau di bahas masalah Carl, Karna dia tahu tatapan mata Momy nya, sudah mencintai pria brengs*k itu.
Mona langsung masuk ke kamar Alexa yang lagi melamun.
"Hai Alexa sayang...sudahlah jangan terlalu memikirkannya, berikan lebih banyak waktu untuk Nico, menyembuhkan lukanya, dia sangat sayang kamu, wajarlah dia marah ada pria yang berani menodai Momy nya."
Alexa menatap Mona dengan tatapan sendu.
"Kamu benar Mona...tapi aku takut, Nico akan selamanya membencinya."
"Percayalah...waktu akan menyadarkannya, kita keluar makan yuk, sekalian kamu reflesing. Jangan sampai kamu stres dan gila, aku tidak mau punya berteman dengan orang tidak waras."
Mona tersenyum dan menarik tangan Alexa, dan menyuruhnya berganti pakaian.
"Kita pakai mobilku yah, aku akan meluangkan banyak waktu hari ini, menghibur kamu, kita shopping dan makan apa saja yang kamu suka, okey...!!"
Alexa hanya bisa mengangguk lemah.
***
Di Apartemennya Ae Ri, masih terus menangis dan takut jika hamil, dan Andre tidak mau bertanggung jawab.
Area sensitifnya masih sangat perih.
"Di balik perangainya yang cuek dan pendiam. dia ternyata pejantan tangguh, sudah dua kali aku mendapatkannya, dan dia masih kuat bermain untuk mencari penuntasan dia juga.
__ADS_1
Aku pasti akan sangat merindukan sentuhan nya lagi, yang tidak akan lagi kurasakan."
Di balik kesedihannya yang mendalam, Ae Ri pun sangat puas memberikan kehormatannya
pada Andre.
"Bagaimana aku besok menghadapi Andre, aku pasti akan sangat canggung. Aku sudah melihat tubuhnya yang polos, dan diapun melihat tubuhku, bahkan menyentuh langsung semua aset berhargaku dasar pria mesum. "
Ae Ri berwajah masam mengingatnya, namun kembali tersipu malu.
Ae Ri hanya bisa terus berbaring dan membayangkan malam panasnya, sewaktu Andre merenggut mahkotanya.
***
Di tempat lain, tampak seorang pemuda tampan masuk ke dalam kantor perusahaan Carl, dan langsung masuk keruangan Carl.
Carl sangat bahagia melihat pemuda itu dan langsung memeluknya.
"Ada apa Carl, mengapa kamu seperti anak gadis, ? begitu lebay dan bucin."
"Aku patah hati Joy....tolonglah aku, ternyata patah hati itu, begitu menyakitkan sekali."
Masih memeluk Joy.
Joy pun menepuk - nepuk bahu sahabatnya, tapi juga bosnya.
"Kenapa lama sekali kamu di luar negeri, aku sangat merindukan kamu."
__ADS_1
Joy langsung memegang kedua bahu Carl dan mendorong Carl kedepan, untuk melepaskan pelukannya.
"Aaaaahhh.....sudah acara pelukan kamu, aku tidak mau kamu jadi stres, nanti aku kamu anggap lagi aku kekasih kamu."
Joy membawa Carl ke kursi sofa.
"Sobatku dan bosku yang baik dan tampan, coba ceritakan dari awal, siapa wanita itu."
"Dia bernama Alexa, yang dulu aku suruh kamu mencarinya, tapi Ayahku cepat sekali menyuruh kamu kembali ke luar negeri, dan mengurus bisnisnya di sana."
"Maaf Bosku...kamu tidak mengabari aku, dan kamu seperti hilang di telan bumi, dan akupun sangat sibuk di sana."
"Aku sangat mencintai dia, tapi Anaknya tidak menyukai aku, dan Alexa memilih anaknya."
"Jelaslah dia pilih anaknya dodol...kalau pacar ada istilah mantan pacar, kalau suami ada juga istilah mantan suami. Kalau anak tidak ada namanya mantan anak, jelaslah dia pilih anaknya."
"Aku tahu dodol, tidak bisakah kamu sedikit berbohong untuk menghibur aku sih....!!"
Mengetahui akan ada lagi rasa perkelahian fisik, Joy segera tersenyum manis.
"Iya deeh...jadi apa rencana berikutnya. ?"
"Aku tidak tahu..aku serahkan kepada kamu, carikan rencananya, aku kehabisan ide..."
Joy sangat kesal tapi di tahannya.
Bersambung.
__ADS_1