Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan

Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan
Bab 65. Iya...Nenek.


__ADS_3

Carl segera melepaskan pelukannya pada Alexa, dia takut memeluk Alexa yang membuat Nico marah.


Begitupun Alexa langsung datang memeluk anaknya.


"Makasih sayang...Karna kamu Nenek sadar yah nak..."


Nico hanya tersenyum kecil, dia masih canggung dengan keadaan ini.


Mereka menunggu dengan sabar, setengah jam berlalu Dokter keluar dengan senyum kebahagiaan.


Carl, Dady dan Joy berebutan mendekati Dokter dan bertanya.


"Bagaimana keadaan Momy saya Dokter ?"


Kata Carl dan Joy bersamaan.


"Iya Dokter bagaimana keadaan Istri saya..?"


Kata Dady Carl khawatir. dia sangat mencintai Istrinya


"Alhamdulillah Yang Maha Kuasa memperlihatkan lagi mujizat nya, Beliau sudah melewati masa kritis bahkan pulih dengan cepat. Dia sudah menunggu kalian di dalam.


Carl, Joy dan Dady berebutan masuk dan tak muat pintu, mereka saling dorong mendorong saking buru - buru nya bertemu Momy dan Istrinya.


Mona, Alexa terpingkal lucu, Nico pun tersenyum geli tapi cepat di tutupinya. Dia belum mau berbaikan dengan Carl.


Akhirnya mereka bisa masuk, dan langsung mengerubungi pembaringan Momy Carl.


Mereka berebutan mencium dahi dan pipi Momy nya.


Merasa tak kebagian istrinya, Dady pun berteriak kesal.


"Menjauh lah dari Istriku...!!"


Joy dan Carl menatap jengah, tapi tetap menyingkir dan membiarkan Dady mendekati istrinya.

__ADS_1


"Sayang ..aku takut sekali sayang kehilangan kamu."


Memeluk dan mencium seluruh wajah istrinya.


"Sudah Aaaahh...malu di lihat anak - anak.."


Pandangan mata Momy Carl terpaku melihat sosok anak remaja, yang mulai disayanginya.


Tangannya melambai, memanggil Nico.


Alexa membawa anaknya mendekat.


"Boy...Tampan bolehkan aku mendapat ciuman dari kamu nak."


Nico mendekatkan wajahnya.


Wajah itu direngkuh dan dicium kening, hidung dan pipi kanan dan kirinya oleh Momy Carl.


"Terima kasih sayang, kamu benar - benar mirip dengan Charly kami.


"Iya...Nenek..."


Mendengar kata yang keluar dari mulut Nico, perasaan haru bercampur bahagia telah menyatu jadi satu. Air mata pun begitu deras mengalir dari kedua pelupuk matanya.


"Trima Kasih sayang...sudah lama aku merindukan cucu..dan sekarang aku telah mendapatkannya..hik..hik..hik...trima kasih sayang.."


Momy Carl memeluk Nico kembali penuh kasih sayang, dan mencium keningnya.


Semua keluarga berbahagia.


*****


Selama tiga hari di rumah sakit, Momy Carl selalu meminta Nico datang menjenguknya sepulang Sekolah. Bahkan jika keluar Rumah Sakit dia mau tinggal dengan Alexa. Kedua Orang Tua Carl begitu menyayangi Nico, begitupun Nico. Walau Punya Kakek juga di Kanada, walau Neneknya baru meninggal dua tahun lalu.


Nico bahkan menyambungkan Via telepon Dady Carl dan Kakeknya untuk berkenalan. Dan hari ini kakeknya dari Kanada akan datang.

__ADS_1


Sorenya Momy Carl keluar dari Rumah Sakit, dan pulang ke rumah Alexa. Dia sungguh - sungguh tak bisa berpisah dengan Nico.


Hari itupun Kakek Nico dari Kanada akan datang di rumahnya dari Kanada.


Sudah ada kamar khusus disiapkan Alexa untuk Momy dan Dady Carl.


Mereka sungguh sangat akrab, hanya Carl yang takut bertemu dengan Nico.


Di dalam kamar Alexa, dan Momy Carl berbincang.


"Anakku Alexa..aku mau bertanya..?"


Alexa duduk di samping Momy Carl, mereka hanya berdua dalam kamar.


"Alexa...aku lihat Nico tidak menyukai Carl, apa bisa nak, kita ceritakan ada masalah apa ?"


Dengan menarik nafas panjang berkali - kali, Alexa mulai bercerita. Momy Carl tampak shock dan marah.


"Aku tak menyangka anakku sangat kurang ajar, itu sudah kriminal. Wajar saja Nico sangat marah padanya."


"Jangan marah Momy...kontrol emosi Momy...Karna Momy masih kurang sehat."


Momy Carl memegang tangan Alexa.


"Alexa ...Maafkan anak saya...Apa boleh kami meminta kamu jadi menantu kami nak...?"


"Momy...saya juga mencintai Carl, tapi Momy semua tergantung keputusan Nico."


"Kamu benar, sayang ...Semoga Nico mau memaafkan Carl. Walau kamu nantinya bukan menantuku. Tapi bolehkah kami tetap mendapatkan ijin bertemu Nico, karna kami sungguh sayang padanya."


"Jangan khawatir Momy...aku pasti mengijinkan Momy untuk ketemu Nico."


Kedua wanita cantik itupun berpelukan. Mereka tidak tahu kalau ada sepasang mata yang sudah mulai berair, memperhatikan dan mendengarkan percakapan mereka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2