
Aulia masih syok melihat kemarahan Lutfi yang begitu menakutkan...... ia sangat tidak suka kekerasan...Namun kini ia menikah dengan orang yang belum ia kenal kepribadiannya sebelumnya... Bahkan di hari pernikahan sudah mulai sedikit terlihat keburukannya....
Kaki Aulia terasa lemas ,,, matanya berkunang-kunang,,, badannya pun mulai sempoyongan ,,,
Rio melihat Aulia yang saat ini sedang kehilangan keseimbangan tubuh ,,, dengan cepat ia mendekat ke arah Aulia
" Honey... " Teriak Rio dan berhasil meraih badan Aulia sebelum Aulia terjatuh ke lantai
" Aulia..."
"Aulia..."
Teriak para keluarga yang hadir disana,,, dan Ayahnya pun segera membopong Aulia ke ruang kosong
Bugh.....!!!
...Lutfi berhasil mendaratkan kepalan tangan yang sudah ia tahan dari tadi ke wajah Rio,,,...
" Kurang ajar kamu hah.... Berani sekali kamu menyentuh istriku,, ,bangsat kau...."
__ADS_1
Bugh...! Bugh...! Bugh...! Bugh...!
Lutfi terus memukul wajah Rio,,,, bahkan tak ada perlawanan sedikitpun dari Rio
Semua orang makin panik dan segera menarik badan Lutfi yang saat ini dalam posisi menindih badan Rio ,,, mereka membawa Rio dan Lutfi ke tempat yang berbeda...
" Ada apa ini kok ramai - ramai Pa??? .... " Mama Cindy berlari menuju ke arah suaminya yang saat ini sedang melingkarkan tangan Rio di pundaknya menuju luar gedung
" Ya allah kak... Wajahmu ??? " Wulan terkejut
" Ya allah ...ini Rio kenapa pa??? kok wajahnya berdarah gini??? " tangis mama Cindy melihat wajah anaknya sudah babak belur
" Nanti papa ceritain ma ,,,sekarang yang penting kita keluar dulu dari sini...." papa Dedik dan mama Cindy merangkul badan Rio bersama-sama
" Cepat ambil tisu dan kompresan di kotak P3K papa ,,, "
" Iya pa..." Wulan berlari membuka bagasi mobil
Mama Cindy mulai mengusap darah Rio yang keluar dari bibirnya ,,, ia segera mengompres wajah Rio yang sedikit lebam
__ADS_1
" Ini ceritanya gimana??? Kok bisa Rio babak belur kayak gini sih?..." mama Cindy mulai mengintrogasi
" Hanya Rio yang tau kejadian jelasnya ma,,, intinya tadi Rio udah selesai nyanyi.,,,dan tiba-tiba suami Aulia mendorong Rio dan mulai memukul Rio " Tutur Papa Dedik
" Sebenarnya ini kenapa Rio??? Kamu kan bilang gak akan bikin ulah ,,,, tapi kenapa malah ada kejadian kayak gini??? " mama Cindy menatap sendu wajah anaknya
" Udah gak papa ma ,,, emang suaminya Aulia aja yang gak bisa ngontrol emosi...." ucap Rio membela diri
" Kenapa kamu berbuat hal yang memalukan seperti ini Rio,,, setidaknya kamu harus memikirkan harga diri kami sebagai orang tuamu sebelum bertindak gegabah " bentak Papa Dedik
" Rio gak suka aja liat suami Aulia itu... "
" Apa alasanmu gak suka sama suami Aulia. Apa kamu kenal dia? Apa kamu temannya? Atau kamu saudaranya hah? " emosi papa Dedik mulai meninggi dengan ucapan Rio yang gamblang seperti itu
" Gak mungkin lah aku kenal sama orang seperti itu pa,,,!!!"
" Kalau gitu ,, kenapa kamu mengacaukan pernikahan Aulia,,, meskipun nanti kita semua harus meminta maaf pada keluarga Aulia,,, tentu tak akan membuat rasa malu mereka terobati
" Ya gak usah minta maaf lah pa,, lagian aku kan gak salah apa-apa... " Rio masih kekeh membela diri
__ADS_1
" Cukup... Jangan buat kesabaran papa hilang,,, dulu kamu sendiri yang menolak waktu kita meminta mu menikah dengan Aulia,,, tapi sekarang kamu malah mau merusak pernikahan Aulia... Kalau kamu terus bertindak gegabah,,, papa gak akan segan-segan menutup studio musik dan tempat karaokemu itu...." ancam papa Dedik
Rio tak bisa berkutik dengan ancaman papanya,, karena baginya bernyanyi adalah kehidupannya dan kebahagiaannya....