Imam Pengganti

Imam Pengganti
Mall


__ADS_3

Lutfi dengan cepat melajukan mobilnya menuju ke kota Wlingi , ia terus menatap hpnya namun masih belum ada notifikasi pesan dari Anggi mengenai alamat rumah sakitnya , ia bergegas meraih headset dan menghubungi Anggi


^^^[ Hallo kamu di rumah sakit mana? cepetan sharelok, aku udah perjalanan ini ]^^^


[ Aku masih belum kerumah sakit mas ]


^^^[ Kenapa kamu belum kerumah sakit ?? kan tadi udah aku bilang ,kamu cepetan kerumah sakit dulu terus aku nyusul ]^^^


[ Jarak kerumah sakit jauh dari sini mas, aku gak ada uang buat naik ojek ]


Tempat tinggal Anggi memang terpencil ,,.jadi sangat susah untuk nya menemukan angkutan umum menuju rumah sakit ,,, ia hanya bisa naik ojek kalau ada kepentingan mendadak seperti saat ini,,namun ia tak ada uang untuk membayar ojek karena ATM nya masih dibawa mama Rosi dan malangnya saat ini justru mamanya sedang pergi keluar dengan teman-temannya meskipun mengetahui keadaan cucunya yang sedang demam


.


^^^[ Kemaren kan aku kasih ATM ke kamu, kenapa kamu belum ambil uangnya ? ] ucap Lutfi emosi^^^


Anggi tau bahwa Lutfi saat ini sedang marah dan ia takut jika harus mengatakan yang sebenarnya bahwa ATM nya di bawa oleh mamanya , Anggi bilang kalau ia belum ada waktu buat liat-liat rumah karena badan Wawan yang tiba-tiba demam jadi ia juga belum sempat ambil uang sedikitpun


^^^[ ya udah sekarang terserah kamu mau nyewa mobil atau ojek yang penting kamu cepetan bawa anakku kerumah sakit , nanti biar aku yang bayar mobil atau ojekmu itu ] Suara Lutfi nampak jelas bahwa ia sangat khawatir dengan kondisi anaknya^^^


[ I-iya mas ]


Lutfi menutup telfonnya ,, ia ingin fokus menyetir agar bisa cepat sampai pada tujuan,,, ,, sementara Anggi berlari ke pangkalan ojek terdekat untuk bergegas pergi kerumah sakit


Setelah sampai dirumah sakit ,, Wawan langsung di tangani oleh dokter dan Anggi segera mengirim lokasi dimana ia berada saat ini


Dokter sudah selesai memeriksa keadaan Wawan,, syukurlah tak ada yang serius ,,Wawan hanya demam biasa dan cukup rawat jalan saja tanpa harus di opname


Anggi merasa lega dengan penjelasan dokter , dan ia pun langsung menelpon Lutfi agar tak terlalu cemas dengan keadaan anak mereka

__ADS_1


Lutfi yang tadinya ngebut-ngebutan kini bisa mengurangi kecepatan mobilnya ,,, ia merasa sedikit tenang saat Anggi memberitahunya bahwa kondisi Wawan baik-baik saja ,


Tak lama kemudian,, Lutfi sudah sampai di rumah sakit Aisyiyah tempat anaknya berada , Lutfi menghampiri Anggi yang duduk di ruang tunggu depan receptionis rumah sakit


" Sayang... kok bisa kamu Demam gini ?" ucap Lutfi yang sudah berada tepat di depan Anggi dan anaknya


" Gak tau mas , semalam semenjak mas Lutfi pulang ,Wawan nangis terus , tidurnya juga gak nyenyak "


" Kamu kemarin gak mau ditinggal papa pulang ya sayang kok sampek demam gini, kamu mau ikut pulang sama papa aja ya ! "


Anggi yang mendengar ucapan Lutfi langsung menangis , cukup baginya kehilangan Lutfi , ia tak ingin dipisahkan juga dengan anaknya


Bagi Anggi , Wawan adalah semangat hidupnya selama ini, apa jadinya kalau ia harus jauh dari anaknya


" Aku mohon, Jangan ambil Wawan dariku mas , hanya Wawan penyemangat hidupku mas " tangis Anggi histeris


" Tenang Nggi , aku gak akan bawa anakku pulang, aku sekarang sudah punya istri dan belum membicarakan soal anak kita ini padanya dan mama papa juga "


Lutfi dan Anggi menuju mobil , karena keadaan Wawan yang hanya demam biasa dan tidak tinggi jadi Wawan berinisiatif untuk mengajak Anggi serta anaknya pergi ke mall . Lutfi ingin membelikan semua kebutuhan anak nya , ia ingin menebus kesalahannya pada anaknya dan memberikan yang terbaik untuk anaknya mulai saat ini


Setelah membeli semua kebutuhan Wawan , Lutfi membawa Anggi ke tempat makan di dalam Mall , dan betapa terkejutnya Lutfi saat mendapati mama Rosi yang sedang asyik berbincang-bincang dengan teman-temannya di tempat makan tersebut


Lutfi yang kerepotan membawa beberapa tas hasil belanjaan tadi langsung menghempas kasar semua belanjaannya ke lantai , ia dengan cepat bergegas menuju tempat dimana mama Rosi duduk


" Apa-apaan ini Tan ? Kenapa Tante malah asyik makan-makan disini sementara cucu Tante sedang sakit seperti itu "


Mama Rosi dan teman-temannya dibuat takut dengan kehadiran Lutfi yang tiba-tiba marah-marah dan melempar beberapa makanan yang ada di meja mereka


" Lutfi , kamu kenapa ada disini? " tanya mama Rosi gugup

__ADS_1


" Baguusss, pertanyaan yang bagus Tan , saya akan memperjelas alasan kenapa saya ada disini , anak saya sedang sakit demam dan dia juga cucu anda , tapi kenapa anda justru bersenang-senang disini, anda boleh tak menerima saya sebagai menantu anda dulu tapi setidaknya terima dan sayangi Wawan sebagai cucu anda ! " suara Lutfi bergetar menahan sakit hatinya


" Aku gak tau kalau cucuku sakit , Anggi juga gak bilang ka "


Mama Rosi langsung menghentikan perkataan nya saat Lutfi tertawa keras di hadapan wajah mama Rosi


" Hahahaha... Sungguh anda memang luar biasa , bagaimana bisa cucu sakit tapi bilang tak tau padahal kalian tinggal serumah " Lutfi menatap tajam mama Rosi


" Dan kalian ! kalau dilihat dari wajah kalian sepertinya kalian juga seumuran dengan wanita ini , apa kalian juga tak menyayangi cucu kalian seperti wanita ini , apa mungkin kalian akan tetap jalan-jalan seperti ini disaat cucu kalian sakit? Hah ! " Tangan Lutfi menunjuk ke arah mama Rosi dan 3 temannya bergantian


Bukan hanya mama Rosi yang menjadi target amarahnya , tentu teman-teman mama Rosi pun juga ikut jadi sasarannya , mereka tak berani menjawab , mereka pun langsung lari terbirit-birit sebelum akhirnya akan menjadi mangsa sang Harimau Lutfi


" Makasih ya traktirannya ! kita pamit duluan " ucap salah satu teman mama Rosi


Lutfi terkejut saat mendengar ucapan


dari teman mama Rosi, bagaimana bisa mama Rosi mentraktir teman-temannya bahkan setelah bangkrut dan tak mempunyai apa-apa


Setelah beberapa detik Lutfi mencerna ucapan teman mama Rosi , ia mulai faham apa yang sedang terjadi saat ini


" Apa aku gak salah denger , anda yang mentraktir mereka? darimana anda mendapatkan uang ? apa anda memakai ATM yang aku berikan pada Anggi untuk membeli rumah kemarin ? "


Mama Rosi tak berani menjawab pertanyaan Lutfi, ia takut akan membuat Lutfi makin marah jika tau bahwa apa yang Lutfi katakan itu benar ,


Dari diamnya mama Rosi , Lutfi sudah tau jawabannya , bahwa apa yang ia katakan benar adanya , untuk memastikan kebenarannya, Lutfi menoleh ke arah Anggi , nampak raut wajah takut dan cemas juga di wajah Anggi , membuat ia tau semuanya dan itu membuat ia makin geram dengan sikap Mama Rosi


Tanpa kata lagi, Lutfi segera meninggalkan Mama Rosi dan Anggi , Anggi dengan menggendong Wawan pun terus berteriak memanggil Lutfi dan berlari mengejarnya , namun langkah kaki Anggi tak dapat mengimbangi langkah kaki Lutfi yang berjalan dengan sangat cepat


...****************...

__ADS_1


--


--


__ADS_2